Hari yang cerah untuk memulai kegiatan pembelajaran. Semua murid sudah berlalu lalang dengan senyuman merekah diwajah mereka,dan tak heran jika ada beberapa murid yang datang dengan wajah lesu tak bersemangat.
Zheya tampak memasuki gerbang sekolah dengan Jungwoo. Keduanya tampak tersenyum bahagia. Jungwoo hanya memperhatikan tawa wanita itu. Wanita yang telah memikat hatinya begitu lama.
Suara langkah kaki terdengar mendekati keduanya. Belum sempat menoleh,bagian belakang kepala Jungwoo dipukul pelan oleh Sungchan.
"Gila lo?!"
Ucap Jungwoo sambil membulatkan matanya.
"Santai,disengaja Woo!!"
Ucap Sungchan sambil menyengir.
"Gimana Zhe? Aman lo? Ga digangguin lagi kan?"
Tanya Sungchan.
"Eh? Hehe ya gi—santai aja deh Sung,aman-aman kok!"
Ucapnya sambil menyengir.
"Gua penasaran sama tu orang!"
Ucap Sungchan.
"Gila ya lo? Ga waras? Kita juga penasaran kali,bukan lo doang Sung!!!"
Ucap Jungwoo kesal.
"Udah-udah,gua duluan ke kelas ya. Bye!"
Zheya melangkah perlahan menuju kelasnya.
Sesampainya di kelas. Ia focus memperhatikan sekeliling,dan masih beberapa orang murid dikelasnya yang datang.
"Keluar lo!"
Ucap Lisa sambil menarik paksa lengan Zheya. Wanita itu berjalan dengan susah dengan kedua tongkat kruk nya.
"Ada apa ya kak?"
Tanya Zheya sambil menunduk. Ia tak berani menatap wajah kedua wanita tersebut.
Plakkk ...
Satu tamparan lolos di pipi sebelah kiri Zheya. Lisa menanparnya dengan sangat keras sehingga wanita itu sedikit meringis kesakitan.
"Lo ada otak gak bangsat!! Kalau lo deket-deketin Renjun lagi,habis lo! Gua gak bakalan segan-srgan buat nyelakain lo!!"
Ucap Jennie dengan kasar sambil mendorong-dorong tubuh wanita itu.
"Kakak gak berhak larang-larang aku kak!"
Ucap Zheya dengan mata yang berkaca-kaca.
Plakkk ...
Jennie menampar Zheya dengan sangat keras dan mendiring tubuh wanita itu hingga tersungkur kelantai. Ia menarik rambut Zheya dengan sangat kencang sehingga membuat tatapan wanita itu menghadap kepadanya. Mulut Zheya dibungkam oleh Lisa dengan tangannya.
"Gua peringatin lo sekali lagi. Jangan macem-macem sama gua cacat!!!"
Ucap Jennie dengan tatapan emosi.
Kedua wanita itu berdiri dan menendang kaki Zheya,Zheya hanya ruam dan meringia kesakitan. Lisa memberikan smirk yang amat menjengkelkan kepada Zheya.
"Zheya?!!! Kamu gak papa??"
Ucap Alyn ketika mendapati Zheya yang susah payah untuk berdiri.
"Umm—tadi nggak sengaja tergelincir Lyn,nggak papa kok!"
Ucap Zheya mengelak.
Alyn membantu Zheya berdiri dan membawanya kedalam kelas. Zheya tersenyum ramah ke arah wanita itu.
"Thanks ya Lyn,kamu dah banyak banget bantuin aku"
Ucap Zheya.
"Eh? Hehe—santai Zhe!"
Ucapnya sambil tersenyum tipis.
"ZHEYA !!!"
Teriak Lyodra saat memasuki kelas. Alyn bergegas keluar saat melihat sosok Lyodra sudah berjalan menuju ke arahnya.
"Ga usah teriak Ly!"
Ucap Zheya.
Keduanya bercengkrama banyak hal. Sudah cukup lama,pak Key tak menampakkan batang hidungnya.
"Apakah jam kosong?" Fikir beberapa murid.
Kebahagian mengalir disetiap nadi murid dikelas Renjun. Bebar aapanya,ternyata pak Key berhalangan hadir kesekolah. Jam kosong dipelajar pak Key sangatlah langka,rasa bahagia menyelimuti mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Luka || Huang Renjun
Romance"Pa? Ma? Jangan bangunin Renjun. Renjun mau istirahat,Renjun capek!!" Ucap Renjun kepada sang papa dan mama dengan wajah sayu. "Njun!!! Kenapa lo ga ngomong sama gua huh?!!" - Jaemin. "Kamu ga bakal ninggalin aku kan Junn" - Zheya. "Bangsat!! lo mau...
