29. KECURIGAAN

284 25 0
                                        

"Kapan lo boleh pulang Zhe?"
Tanya Haechan sambil menikmati camilan kerupuk kentang ditangannya.

"Besok lusa kata dokternya Chan,soalnya kaki gua masih harus diperiksa"
Ucap Zheya sambil memperhatikam kedua kakinya dengan mata yang sayu.

"Yang sabar ya Zhe,kaki lo bakalan baik-baik aja kok. Don't be sad"
Ucap Jaemin memberikan semangat sambil tersenyum lebar.

"Iya Zhe. Lo jangan sedih ya,semangat!"
Ucap Haechan.

"Hehehe thanks ya"
Ucap Zheya sambil tersenyum. Ia merasa bahagia memiliki orang-orang terdekat yang menyayangi dan memperhatikannya.

"Oh iya,Jisung sama Chenle gak kesini?"
Tanya Zheya.

"Gak kayak nya deh,ada tugas kelompok kata mereka Zhe!"
Ucap Jaemin.

"Oh iya..."
Ucapnya.

Disisi lain,Renjun tampak sangat sibuk dengan kegiatan disekolahnya,sibuk mempersiapkan ruangan untuk ujian akhir yang akan dilaksanakan murid kelas XII. Menjadi ketos membuat Renjun tak bisa meninggalkan tugasnya dan harus selalu stay disekolah sampai jam 17.00 tiap harinya.

Jaemin dan Haechan? Keduanya mendapat keberuntungan,mereka berada disekolah hanya sampai jam 15.00,hal itulah yang menyebabkan keduanya bisa mengunjungi Zheya sementara Renjun tidak. Lelaki itu amatlah sibuk akhir-akhir ini.

"Kak Renjun? Ini tarok dimana ya kak?"
Tanya seorang siswi kelas X kepada Renjun.

"Tarok disana aja,nanti kakak yang bawa keruangan guru!"
Ucap Renjun dengan wajah cueknya.

"Eh? Okay kak"
Ucapnya sedikit canggung.

"Masih ada yang harus dikerjain Njun?"
Tanya seorang siswi sambil tersenyum ramah.

"Eh? Kayaknya udah semua deh. Kalian boleh pulang,sisanya biar gua yang urus!"
Ucap Renjun.

Renjun sibuk membereskan peralatan yang masih berserakan,hari sudah menunjukkan pukul 17.15, sudah terlalu larut. Renjun segera bergegas dan merapikan sisanya.

Cukup menghabiskan waktu kurang dari 20 menit semuanya sudah beres dan rapi kembali. Renjun menyeka keringat yang sudah bercucuran dari wajahnya menggunakan sapu tangan yang selalu tersedia didalam sakunya.

Renjun berjalan menuju parkiran dan bersiap-siap untuk segera pulang. Suasana sekolah sudah tampak menakutkan,tak ada seorangpun yang ada disana. Bulu kuduk Renjun terangkat akibat sedikit merinding.

Laju mobilnya melintasi jalanan yang ramai dengan cepat. Langit sudah hampir menghitam sepenuhnya.

"Hadeuhh capek gua!"
Ucap Renjun sambil berjalan mengambil remote control untuk menghidupkan lampu diberbagai sudut ruangan.

Dengan sekejap,lampu-lampu diberbagai ruangan sudah menyala dengan terangnya. Renjun duduk dikursi makan sambil meneguk segelas air putih untuk menghilangkan dahaga. Ia berdiam diri sejenak dan akhirnya kembali berjalan menuju kamar untuk membersihkan diri.

Renjun memasuki kamar mandi dan segera mengguyur tubuhnya. Tubuhnya terasa segar dalam sekejap akibat guyuran air yang cukup dingin. Tak menghabiskan waktu yang cukup lama,Renjun keluar dari kamar mandi menggunakan baju handuk yang menutupi sebagian tubuhnya.

"RENJUN !!!"
Teriakan Haechan terdengar sangat jelas dari balik handphone Renjun. Lelaki itu sempat menjauhkan handphone nya dari telinga akibat suara Haechan yang sangat kencang.

"Lo bisa santai gak Chan? Ada apa huh?"
Tanya Renjun dengan wajah sedikit kesal.

"Udah dirumah lo? Main keluar yok! Chenle traktir nih!"

Luka || Huang RenjunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang