12

3.6K 588 71
                                        

*Kalau ada tokoh/ nama yang belum diganti atau yang bikin kalian bingung bisa komen ya^^


Jeno memasuki pintu Istana dengan membawa Jaemin dalam gendongannya. Jaehyun dan Minhyung berdiri di belakang sisi kanan dan kiri Jeno, mendampingi Raja mereka melawan para mata yang terkejut dengan sinar rembulan begitu jelas menyorot Jeno dan Jaemin dalam gendongannya.

Persiapan ritual terhenti. Pangeran Hyunjin melirik dari tempatnya dengan pakaian upacara yang telah dia kenakan. Di sisinya, sang Ibu, Selir Bae terdiam dengan tatapan terkejutnya.

"Bulan itu!"

"Itu Bulan kembar!"

"Bulan kembar telah muncul!"

Seorang Tetuah mengambil sebuah saringan berbentu bulat untuk memastikan cahayanya. Baru pertama kali beliau melihat ada sinar lebih terang dari sinar bulan kembar, dan bulan itu jelas menyorot Raja mereka yang membawa sang Ratu masa depan dalam keterdiamannya.

"BERI HORMAT! RATU MASA DEPAN PILIHAN DEWA TELAH TIBA!" Sang Tetuah memberi aba-aba.

Para Tetuah tahu. Hal semacam ini bukanlah hal yang bisa di kamuflase dengan perbuatan manusia. Mereka yang awalnya meragukan, bahkan meledek ramalan mendiang Cenayang Ahn, kini menarik ucapan mereka dan mempercayai secara mutlak akan ramalan itu.

Serentak, semua orang yang berada disana bersujud memberi jalan kepada Raja mereka beserta sang calon Ratu. Ibu Suri dan Ratu Victoria tersenyum melihatnya. Hal yang paling mereka nantikan pada akhirnya tiba. Dan sang calon Ratu, datang dalam keadaan selamat.

Pangeran Hyunjin sendiri memilih diam dan turun dari tempatnya untuk menyambut Raja bersama sang calon Ratunya. Dia menghalau langkah sang Raja dan membungkuk untuk memberi hormat. "Anda telah kembali, sudah sepantasnya saya-"

Raja melewatinya bgitu saja. Menolak untuk menatapnya dan melangkah kedepan dengan tatapan kosong. Pangeran Hyunjin yang di perlakukan seperti itu menjadi diam. Dia menatap kepergian Raja dengan tatapan yang sulit diartikan, sementara Selir Bae yang setia di sisinya mulai membuka suara. "Kau lihat? Dia mempermalukan mu." Ledeknya.

"Lihat posisi dirimu saat sedang berbicara dengan Cucu ku, Selir Bae! Kau bahkan bukan seorang Sukwon yang berhak berbicara sekurang ajar itu dengan Pangeran ku, meski kau adalah Ibunya." Ibu Suri datang di tengah-tengah mereka. Pangeran Hyunjin menyambut beliau dengan senyuman, sengaja mengabaikan Selir Bae sang Ibu yang terlihat kesal di tinggal begitu saja oleh-nya.

"Kau lihat, Selir Bae? Pada akhirnya, Puteraku lah yang akan menang. Se-pandai apapun kau mengatur rencana untuk menghabisi calon Ratu kami, Tuhan selalu mempunyai cara untuk menyelamatkannya melalui Putera ku. Karena kau tahu apa? Hubungan. Hubungan kuat yang sudah terjalin berlandaskan takdir dan perasaan. Tapi, ah... aku yakin kau tidak akan mengerti ka-"

"Anda yang mungkin tidak bisa mengerti, Ratu. Saya datang untuk mendiang Raja. Untuk cinta ka-"

"Cinta? Apa yang kau sebut cinta disaat kau justru berusaha menghancurkan sebuah Kerajaan yang susah payah di bangun oleh mendiang Raja? Belajarlah membedakan cinta dan ke egoisan, Selir Bae."

Selir Bae menggeretak rendah melihat senyum Ratu Victoria yang baginya memuakkan. Berakhir kembali di tempatnya, dan di permalukan di depan beberapa Dayang-nya.

"Andai saja orang itu tidak menghancurkan rencanaku. Aku harus segera mengetahui siapa dalang di balik penculikan pemuda itu. Seenaknya dia menghancurkan rencanaku!"

...

Jaemin menempati Pavilliun Wangyuk yang tempatnya tidak jauh dari Pavilliun Raja.

Eternal (Nomin Remake)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang