13. Pembalasan

12 0 0
                                        

Selamat membaca.



Michelle dan sahabat sahabat nya berjalan menghampiri Arkan yang berada di atas podium .

" Bagaimana ? Sudah kamu persiapkan?. " Tanya Arkan pada Michelle yang baru saja sampai di hadapannya. Michelle mengangguk kan kepalanya lalu mengeluarkan benda kecil dari dalam saku seragamnya lalu menyerahkan kepada ketua osis yang berada tak jauh darinya.

" Guys gue mau ngajak kalian nonton nih. " Ucap Michelle lantang.
" Buruan dong di idupin gak sabar nih mau nonton. " Sambung nya lagi.

Michelle dan Arkan beserta rombongan duduk di kursi yang sudah di sediakan.

" Pembalasan di mulai. " Batin Michelle bersorak senang.

Tak lama televisi berukuran besar menampilkan sebuah tayangan yang membuat semua yang ada di gedung kaget dan shok kecuali michalle dan Arkan, bagaimana tidak kaget tayangan yang mereka tonton adalah adegan tak senono yang lebih parah nya yang melakukannya adalah kepalah sekolah nya dan muridnya sendiri yaitu viona .

Elang yang duduk di sebelah jingga dengan segara ia menutup mata jingga dengan telapak tangan nya agar tidak melihat adegan tersebut.

" Ih kak elang apaan sih jingga mau liat tauk. " Kesal jingga.

" Eh anak kecil gak boleh liat beginian dosa. " Ucap elang jingga hanya mendengus kesal.

" Tangan kak elang bau terasi huwaaaa Daddy. " Rengek jingga membuat elang kelimpungan.

" Eh eh jangan nangis atuh tadi kakak lupa cuci tangan pake sabun. " Ucap elang menenangkan jingga.

Keadaan di dalam gedung mendadak menjadi riuh setelah melihat tayangan di televisi tadi.

" Huuuu kepalah sekolah pedofil. "
" Keluarin aja dari sekolah ini. "
" Kami tak mau punya kepala sekolah yang mesum sama murid nya. "
" Viona ternyata lonthe woyy."
" Di bayar barapa Lo sama tu kepala sekolah. "
" Lonthe keluarin aja dari sekolah bisanya bikin malu sekolah aja. "

Viona mengerang marah dan kesal terhadap michalle Karna sudah membuat nya malu.

" Oke guys stop biar gue panggil orang nya ni mana ni viona sesepuh perbok*p an maju dong sini tunjukkan pesona mu. " Ucap Michelle sambil tersenyum lebar melihat muka viona yang merah padam akibat menahan amarahnya.

" Sini dong gue mau nanyak berapa gaji loh perjam. " Ucap Michelle.

" Jaga ya mulut loh. " Marah viona.

" Emang ada yang salah?. " - michalle.

" Yang murahan itu loh bukan gue." Ucap viona tak mau kalah.

" Emang loh pernah liat gue ngangkang dimana sampe loh bilang gue murahan hm ?" Tanya Michelle membuat viona bungkam tak berani membalas nya.

" Udah lah gue gak mau bertele tele lagi langsung aja ya I will take you to your death. " Bisik Michelle di telinga viona membuat viona merinding.

PLAKK

Viona menampar pipi Michelle membuat semua orang akget terutama Arkan yang tak terima putrinya di tampar.

" Jangan gunakan tangan kotor anda itu untuk menyentuh putri saya. " Sentak Arkan tak terima.

" Its oke dad. " Ucap michalle pelan.

Michelle menatap viona tajam amarah nya sudah memuncak.

" Bawa dia sekarang. " Teriak Michelle kepada para bodyguard nya yang berada tak jauh dari nya.

Para bodyguard berbadan besar itu langsung menyeret viona dan kepala sekolah itu namun di bawa ketempat yang berbeda , kepala sekolah di Bawak kantor polisi sedang viona di bawa ketempat yang sudah Michelle siapkan.
Setelah parah bodyguard nya memasuki mobil dan membawa viona pergi Michelle menyusulnya dari belakang. Bintang ingin mencegahnya Karna ia tak ingin michalle kembali lagi membunuh orang namun langsung di tahan oleh Arkan.

" Biarkan dia menyelesaikan masalahnya om yakin Michelle tak akan membunuh orang itu. " Ucap Arkan meyakinkan bintang.

   ✨✨✨✨

Sudah jam 16:25 tapi michelle tak kunjung pulang membuat bintang uring uringan dan selalu mondar mandir di depan pintu menunggu michalle.

" Kamu istirahat dulu bintang sebentar lagi pasti michalle akan pulang. " Ucap Arkan pada bintang.

" Enggak papa kok om bintang tungguin aja. " Arkan hanya mengangguk dan menghela nafas pelan lalu melanjutkan menonton tv.
Tak lama terdengar suara mobil memasuki area mansion buru buru bintang membuka pintu dan melihat michalle yang baru saja turun dari mobil nya dan melangkah ke arah nya.

" Ngapain lo disini?. " Tanya michelle.

" Bintang lagi nungguin kamu tuh dari tadi tak bisa tenang dia. " Ucap Arkan yang tiba tiba muncul dari belakang bintang.

" Kamu gak papakan ?." Tanya bintang khawatir.

" Gue gak papa udah lh gue mau mandi mau sholat ashar. " Ucap michalle lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion.

Ke dua pria yang sedang berdiri di depan pintu tersenyum bahagia.

" Kamu berhasil merubah anak om bintang om sangat sangat ber terima kasih sama kamu. " Ucap Arkan dengan mata yang berkaca kaca dan senyum haru .

" Alhamdulillah om Allah memberi hidayah untuk michelle agar menjadi orang yang bejalan di jalan yang benar semoga dia bisa Istiqomah. " Jawab bintang tersenyum manis kepada Arkan .







  TBC.

Bintang Untuk MichelleCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang