Selamat membaca.
" Ayah Daddy. " Panggil Michelle dengan suara serak dan lemah.
" Kamu kenapa nak, kenapa jadi seperti ini kamu dari mana kenapa tak memberi kabar orang di rumah ?. " Cemas Abi.
" Apa yang terjadi sama kamu nak ?. " Tanya Arkan lembut mengelus pundak Michelle yang ber getar karena menangis.
Michelle menggeleng lemah , lalu perlahan kedua tangan nya menyentuh kaki kedua pria itu membuat sang empuh terkejut.
Apa yang akan anak nya ini lakukan ? Pikir mereka berdua.
Nila dan jingga bingung ada apa sebenarnya dengan kakak mereka ? Nila dan jingga terus bertanya tanya dalam hati nya.
" Michelle apa yang kamu lakukan?. "
" Nak apa yang kamu lakukan ayo bangun jangan seperti ini. "
Pintah Arkan dan Abi mereka sunggu tidak tega melihat kondisi anak nya yang sangat berantakan.
Lagi lagi Michelle menggelengkan kepala nya lemah , ia mendongakkan kepala nya menatap Arkan dan Abi dari bawa dengan tersenyum sendu kepada dua pria teristimewa nya dengan air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya.
" Ayah Daddy. " Panggil Michelle lagi dengan suara yang bergetar.
" Yah dad maafin Michelle jika selama ini Michelle belum bisa menjadi anak yang baik , nurut perkataan ayah sama Daddy Michelle selalu sibuk dengan dunia luar hingga Michelle melupakan orang teristimewa Michelle. " Ucap nya yang di iringi dengan isakan.
" Kamu ngomong apa sih nak, kamu itu sudah menjadi apa yang kami ingin kan lihat kamu sekarang itu sudah membuat kami sangat bahagia dan bangga karena kamu sudah berani melangka di jalan yang benar dan ayah selalu mendukung kamu. " Ujar Abi.
" Betul apa yang ayah kamu katakan, sekarang kamu tidak perlu memikirkan hal yang seperti itu ya sayang , kami selalu memaafkan kesalahan kamu kami juga sayang sama kamu juga nila dan jingga kalian bertiga adalah kebahagiaan kami. " Jelas Arkan.
Tangisan Michelle kembali pecah setelah mendengar penuturan Abi dan Arkan.
" Ayah Daddy tolong , tolong ridhoi setiap langkah Michelle , maafkan segala kesalahan Michelle mau di sengaja atau pun yang tidak maafkan jika perkataan Michelle kadang menyakiti hati ayah dan daddy , doa kan Michelle agar tetap Istiqomah di jalan nya, ayah Daddy in sha Allah Michelle akan menjadi anak yang berbakti , in sha Allah taat terhadap agama. "
" Michelle yang menjadi gadis kecil kalian in sha Allah sekarang akan menjadi Michelle yang dewasa dan menjadi perempuan yang shalihah."
Jerit Michelle masih memegangi kaki Arkan dan Abi.
Mendengar jeritan Michelle yang memilukan membuat ke empat nya tak bisa membendung air matanya lagi.
Arkan dan Abi berjongkok menyamakan dirinya dengan Michelle yang duduk di lantai , lalu kedua nya membawa Michelle ke dalam dekapan nya dan menangis bersama.
Arkan mengelus pucuk kepala Michelle sedangkan Abi mengelus lembut punggung Michelle , keduanya menenangkan Michelle yang masih terisak.
Setelah nya Abi dan Arkan melerai pelukan nya.
" Masya Allah anak ayah udah dewasa. " Abi mengusap bekas air mata yang ada di pipi Michelle.
" Kamu itu adalah anugrah bagi kami nila dan jingga juga adalah anugerah bagi kami Daddy senang melihat kami yang sekarang."
" Tetap lah seperti ini ya jaga lah kehormatan mu dan jaga lah pandangan mu dari laki laki yang di haramkan untuk mu. " Sambung Arkan.
" Kamu nila dan jingga adalah permata bagi kami. " Ucap Abi.
" Nila jingga bawa kakak kamu ke kamar ya biarkan dia istirahat pasti kakak kamu capek banget. " Pintah Arkan pada nila dan jingga.
" Kak kita masuk yuk pasti capek kan. "
" Kakak istriahat aja di kamar nanti makan malam nya nila sama jingga antar ke kamar kakak. " Nila dan jingga menuntun Michelle ke kamar nya yang berada di lantai dua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bintang Untuk Michelle
Fiksi UmumKamu yang membangun kebahagian ini dan kamu juga yang meruntuhkan kebahagian ini, apakah kamu bisa membangun kebahagiaan itu lagi seperti semulah ? - Michelle. Senin , 30 Agustus 2021
