Hari Pertama Kuliah

2 0 0
                                        


Aaaa, mau cerita. Masa saya satu kelompok sama dia sih! Kesal. Gak tau bawaannya. Gini, saya kan orangnya introvet, kalau di chat bebas tak ada batas kalau ngobrol. Ditambah waktu itu lagi kuliah daring. Sampe baku anggap adek kakak. Iiiuuuu. Astaghfirullah.

Wkwkwk, kek bodoh sekali. Kenapa saya tiba-tiba mau saja gitu. Sepolos itukah saya? Dan pas kuliah luring saya malah malu. Selalu merasa tidak aman. Bawaannya pengen menghilang. Ini bukan suka yaa, jangan mikir macam-macam. Saya selalu begitu kalau sudah terlalu akrab di chat, tapi kalau di real malah berubah.

Sebenarnya malas bahas ini. Tapi ingin, apa sih! Wkwkwk

Bayangkan saja sejak liburan kemarin yang berbulan-bulan itu, sama sekali gak ada kontak. Saya selalu balas seadanya tidak kek dulu lagi.

Dia cowok.

Gimana ya? Sewajarnya saja gitu. Bahas yang penting-penting aja. Gak mau kek dulu, bahas yang tidak penting. Pake ngirim Vn segala 🥲

Kalau Vn tentang hal kuliah wajar. Arrrggh!! Malas deh.

Pas pembagian kelompok saya kaget, jantungku berdetak kencang. Kenapa?!!! Kenapa harus dia sih, mau protes takut dianya tersinggung.

Gak apa-apa deh, bersikap profesional, mana hanya kami berdua, satu kelompok berdua. Mungkin dengan kelompok ini bisa perbaiki. Sebenarnya saya yang aneh, wkwk.

Iya, tiba-tiba. Soalnya kan gak boleh ngobrol lama-lama sama yang bukan mahram, kecuali yang penting saja. Dan saya rasa itu masuk akal. Untuk apa? Nanti malah muncul perasaan yang aneh-aneh.

Intinya saya malu banget sama kejadian itu. Arrrggh!!! Kenapa mesti adek kakak sih! 🤣

Seiringnya waktu berjalan. Saya nggak mau terlalu akrab lagi. Biasa aja. Tugas kelompok pun seperti tugas individu. Eh tapi keknya udah adil. Dia makalah saya power poinnya. Saya rasa kurang adil sih, makalah kan lumayan ribet. Pengen sekali bilang. "Kalau ada yang sulit bilang aja."

Iya, seharusnya kayak gitu, tapi entah kenapa saya nggak berani.

Baru-baru ini ada kejadian. Kami berusaha menjauh satu sama lain, tapi tiba-tiba di satukan lagi. Hm, tanpa sengaja kami chatting lagi. Saya nggak tau itu dia, dia pun begitu. Saling nggak kenal.

Lebay? Apa sih!? Huwaa ... Sebenarnya saya senang walau hanya sekejap. Saya juga senang kalau di sapa saya, nggak suka kalau kami sok-sokan nggak kenal. Sedih aja rasanya.

Coba kalau kalian, yang awalnya akrab tiba-tiba seperti orang asik hanya karena hilang kontak.

Ah, sudahlah. Tak mengapa. Semua akan baik-baik saja. Saya sudah seperti ini. Sedikit bicara, tapi kalau datang gilanya? Udah kayak pasar, obrolanku berlari-lari entah kemana. Kadang nggak jelas juga. Hahaha!

Sudahlah, bye bye.











Semoga menghibur, kalau ada yang baca, mohon dimaklumi ini isi hatiku yang entahlah. Huwaaa 😭 memalukan! Oke see you.

Sebenarnya ini kisah pas tanggal 13 September. Tapi saya kepikiran. Pokoknya harus keluar unek-unek ini. Kesal buanget. Huhu.

17 Sept 21

Coret-coret Di WattpadCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang