Terima Kasih Rinal

1 0 0
                                        

Tau? Saya itu sangat susah bergaul. Harus di ajak dulu baru bisa. Harus orang lain yang memulai bercerita. Saya tak bisa. Selalu ngelag.

Iya sih, sekarang hubungan kami renggang karena tak ada komunikasi. Mau bahas apa? Saya juga malu kalau ketemu langsung.

Orangnya cerewet. Kek cewek deh, tapi dia pintar.  Percaya diri sekali. Saya juga kagum sama dia. Setiap pertanyaan Ku selalu bisa dijawabnya.

Karena dia juga, saya bisa punya teman. Ketemu sama teman SD ku. Hmm ....

Makasih loh. Sungguh. Untuk semuanya. Walau saya pernah ilfil sama kamu. Tapi, saya tak akan lupakan bantuanmu. Terima kasih Rinal.

Hhh, lucu ya? Saya pernah buatkan kamu puisi, mengibaratkan dirimu sebagai gurita. Hahaha🤭

Kayanya dia tak akan baca ini deh. Alhamdulillah deh kalau gitu. Ini beneran kisahku.

Pengen sih bercanda lagi sama dia. Tapi saya tak mau lagi. Takut nanti malah jatuh. Jatuh cinta.

Dihatiku masih ada dia. Dia yang Kusuka sejak MA (Madrasah Aliyah).

29 September 21




Bye. Semoga dikelilingi sama orang baik dan tidak baik. Biar imbang.

See you. Makasih semuanya. Terima kasih, my self ❤️❤️

Coret-coret Di WattpadCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang