Chapter 3
Happy Reading!
.
.
.
Sudah lima hari ini Baekhyun bagaikan burung dalam sangkar, dikurung di kediaman keluarga Kim tidak melakukan apa apa membuatnya benar-benar merasa mati kebosanan. Bagaimana tidak, semua orang tidak bisa diajak kompromi ia hanya diperbolehkan duduk diam tidak melakukan apa-apa. Seperti halnya saat ini Baekhyun dan Luhan sedang mendapat tontonan gratis. Pertengkaran Jongdae VS Minseok. Mereka selalu bertengkar memasalahkan masalah sepele. Benar benar seakan tidak ada kerjaan lain.
Sebelumnya Jongdae masih belum mengetahui jika Xiumin adalah seorang perempuan dan Minseok pun sama juga belum mengetahui jika Jongdae teman kecilnya. Sangat menarik bukan padahal Minseok merupakan cenayang tingkat teratas di negri ini. Megicnya sangat hebat wanita itu dapat melacak dimanapun musuhnya berada namun sepertinya magic itu tidak mempan pada Jongdae. Kalian pasti percaya Cinta Sejati, kekuatan yang bisa mengalahkan mantra apa pun di dunia ini.
Saat ini Baekhyun dan semua orang sedang terlibat rencana konyol, mereka hanya mencari waktu yang tepat untuk menyatukan dua sejoli tersebut. Baekhyun ingin segera mengetahui bagaimana reaksi mereka berdua jika mengetahui yang sebenarnya. Mengingat nanti malam perayaan festival lampion dilaksanakan, disitulah akhirnya kesempatan emas itu datang.
Sudah tersusun rapi rencana di otak cantiknya untuk segera menyatukan mereka.
Senyuman manis tercetak jelas di wajah rupawan Baekhyun saat memandang Luhan sedangkan yang di pandang hanya menatap bingung.
"Lu, ikut aku ke paman".
"Ada, apa Baek??" tanya Luhan kebingungan. Mengetahui Luhan masih belum beranjak dari duduknya, Baekhyun segera menari paksa tangan wanita itu mengajak menemui Mentri Kim.
Melihat kepergian Baekhyun dan Luhan pertengkaran tidak jelas Minseok dan Jongdae seketika berhenti. "Aku sangat lelah, sepertinya kita harus berhenti" keluh lelah wanita itu menyudahi pertengkaran dan memilih berjongkok, sedangkan Jongdae berdiri menjulang mengangguk menyetujui ucapannya, memandang sebentar Minseok sebelum mengalihkan tatapannya ketempat lain.
"Mau bantu aku".
"Jika aku mampu boleh juga, namun kemana???" jawab tanya Jongdae.
"Ikut saja" ujar Minseok segera menarik tangan Jongdae paksa menggiring menjauh halaman kediamannya.
.
.
.
"Baekhyun, ada apa??"
"Paman akan pergi?" bukannya menjawab pertanyaan pamannya, wanita itu lebih tertarik dengan apa yang pamannya lakukan.
"Paman akan ke festival yang rakyat siapkan" sahut Mentri Kim menjelaskan dan Baekhyun meneliti penampilan pamannya dari atas sampai kebawah, ia kembali bertanya lagi.
"Berpakaian seperti rakyat jelata, tidak biasanya paman memakai pakaian ini" Baekhyun bingung dengan pakaian yang di kenakan pamannya 'pakaian rakyat jelata'.
"Kau pasti bingung kenapa paman memakai pakaian ini. Hari ini paman sedang menyelidiki kasus yang akhir-akhir ini menjadi bahan pembicaraan topik rakyat". Baekhyun hanya menganggukkan kepalanya paham, masalah rakyat Goryeo.
"Ohh, kenapa kemari?? Apa yang ingin kalian bicarakan".
Mendengar pertanyaan Mentri Kim Baekhyun segera menceritakan rencananya dengan senyum cerah, sedangkan tanggapan Mentri Kim hanya kernyitan didahinya tidak setuju mendengar semua rencana itu. "Paman boleh kami pergi, rencananya akan dilakukan nanti" mohon Baekhyun memasang wajah memelasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Magic Book : Comfort Zone
Fiksi PenggemarChanbaek AND Season 1 Buku ajaib yang akan membawa mereka untuk bersama. Apakah buku tersebut memiliki cerita lain yang lebih seru dari kisah aslinya. . . . Jika batu kecil dapat membuatku tersandung bagaimana jika batu itu besar??- Byun Baekhyun. ...
