Pagi hari yang cerah, kicauan burung terdengar begitu merdu dan suara ombak beradu dengan batu-batuan membuat siapa saja yang mendengarnya akan merasakan ketenangan.
Kecuali...
"EMMA!!! GAK ADIL! MASA CUMA CHRIS YANG DIAJAK, GUE ENGGAK?!"
Ketenangan tersebut hilang seketika oleh teriakan lelaki tampan dengan wajah tak enak untuk di pandang.
Gadis cantik yang disebut-sebutkan namanya itu membalikkan badannya dan menggeram kesal, "Darren, gak usah teriak-teriak! Aku di samping kamu!"
Lelaki tampan itu yang bernama Darren langsung menampilkan gigi-gigi putihnya. Tapi Darren kembali memasang wajah cemberutnya.
Darren, "Kenapa gak ajak gue sih?"
Emma menghela nafasnya gusar, "Karena kamu belum mandi, belum sarapan, belum siap-siap. Apalagi kamu belum buang air besar, kamu kira hal-hal yang kayak begitu cepet? Enggak! Makanya aku lebih baik sama Chris ketibang kamu!"
Darren terdiam, bahkan Bara dan Chris yang melihat Emma mengamuk ikut terdiam. Darren tersenyum getir, "Okay. Gue gak ikut."
Emma terdiam lalu memandang Chris dan beralih ke Darren. Emma, "Sorry."
Setelah itu, Emma mengajak Chris dan meninggalkan orang-orang di penginapan tersebut.
Emma dan Chris hilang dari pandangan Darren dan Bara. Keduanya sudah pergi keluar penginapan, meninggalkan kedua lelaki yang tidak memulai percakapannya sama sekali.
"Lho? Saya kira kamu ikut Emma."
Ujar seseorang membuat keduanya menoleh, lalu Darren tersenyum tipis. Ia tidak menjawab dan kembali ke aktivitasnya yang sedang memainkan bantal sofa.
Bara, "Mereka marahan." bisiknya pada Acelyn yang tadi tiba-tiba muncul. Acelyn diam lalu tersenyum ia mengerti dengan situasi ini.
Acelyn mendekati Darren, "Jangan dipikirin lagi, saya buat spaghetti goreng."
Sontak Darren membalikan badannya menhadap Acelyn lalu tersenyum lebar, "Mari makan!"
Tidak hanya Darren, Bara juga ikut menuju ruang makan untuk menyantap makanan kesukaan mereka.
Acelyn membututi mereka, dan dugaannya tepat sekali. Darren dan Bara sekarang sedang berebut porsi makanannya. Acelyn melerai dan membaginya dengan sama rata.
Setelahnya, mereka melahap makanan dengan lahap sesekali berbicara dengan mulut penuh.
Acelyn tiba-tiba bertanya, "Kenapa Emma gak ajak kamu?"
Darren menatap Acelyn, dia memikirkan jawaban yang tepat, "Mungkin dia pengen berduaan sama Chris."
Acelyn dan Bara saling pandang mendengar jawaban acuh Darren. Tidak biasanya Darren seperti ini.
Acelyn, "Padahal Emma bilang dia mau ajak kamu,"
Darren, "Masa? Buktinya sekarang dia lagi jalan tuh sama Chris."
Bara, "Awalnya Emma mau ajak lo, tapi dia gak tega banguninnya."
Darren terdiam tidak melanjutkan acara mengunyahnya lalu ia menatap Bara lekat-lekat. Baru saja Darren akan melancarkan aksinya, sudah tertahan oleh tangan Acelyn.
"Jangan macam-macam, Darren." tegur Acelyn yang langsung mendapatkan cengiran khas Darren.
"Tau aja nih." ucap Darren.
Hening. Tidak ada lagi percakapan yang bersambung atau menerus. Bahkan Bara tidak membuka suaranya lagi. Apalagi Acelyn, dia terlalu fokus dengan makanannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pilihan Ganda
Mystery / ThrillerA Collab Story by : @dearlya | @reisnaini Status : [Hiatus Sementara] Jadwal Publish : 🗓️ 2-minggu sekali, Hari Selasa ⏰ 22:00 WIB ☆ ☆ ☆ "Choose the person you want to kill." Apa jadinya, jika kelima detektif yang mendapat cuti liburan justru menda...
