XI

24 23 10
                                        

Bara melihat ke sekelilingnya, Chris dan Darren yang sudah membaik setelah pertengkaran beberapa menit terjadi. Tidak lama kemudian, Darren melangkahkan kakinya menjauh dari keempatnya dan berjalan keluar.

Tiba-tiba Bara mendapatkan tepukan ringan pada bahunya lalu melihat siapa yang menepuknya, dia Acelyn. Acelyn memberikan gerak tubuh agar Bara mengikuti Acelyn.

Bara menyetujuinya, lalu mengikuti Acelyn yang keluar dari penginapan menyusul Darren yang sudah menjauh dari penginapan.

"Saya gak bermaksud membela Darren tadi, tapi apa yang saya lihat dan dengar dari Darren selalu berujung benar. Dan sekarang, saya juga percaya pada Darren," ucap Acelyn sambil menunjukkan seseorang yang sedang mengobrol sendiri di atas batu besar.

Bara menatap seseorang itu, ia mengenalinya, itu Darren. Bara dan Acelyn yang sedang bersembunyi di balik semak-semak itu saling bertatapan lalu kembali menatap Darren yang sedang berbicara, tidak terlalu jelas memang.

Bara, "Maksud kamu?"

Acelyn, "Kamu percaya kalau Darren punya 'teman'?"

Bara menggeleng, lalu Acelyn berjalan menjauh dari semak-semak dan diikuti oleh Bara untuk kembali ke penginapan.

"Kamu harus lebih mengenal Darren, Bara."

Acelyn pun berjalan meninggalkan Bara yang terdiam tepat di depan penginapan.

Bara bergumam pelan, "Jadi selama ini gue kurang kenal Darren? Hah... anak satu ini..."

☆PG☆

"Darren, ayo ikut gue!"

Darren yang sedang asyik bermain game di handphonenya langsung menolehkan kepalanya karena orang yang memanggilnya berada di belakangnya.

"Kemana?"

"Sekitar sini aja, sebelum pulang, ayo!"

"Okay, kita berangkat!!!"

Darren menuju kamarnya untuk mengambil barang-barang yang menurutnya pantas untuk di bawa seperti topi, dompet dan jaket karena cuaca di luar sedikit dingin.

Berbeda dnegan Bara yang tadi mengajak Darren untuk keluar, kini Bara berjalan menuju dapur hanya untuk membawa satu botol minuman dari dalam kulkas.

"Mau kemana?"

Bara membalikkan badannya, sangat terkejut dengan suara yang tiba-tiba muncul di belakangnya, "Kaget astaga, Ace! Gue sama Darren mau jalan-jalan sebentar, boleh?"

Acelyn mendekat ke arah Bara lalu memberikan jaket yang ia pakai pada tubuh Bara, "Pakai ini di luar lagi dingin banget, jangan sampai sakit."

Bara tersenyum kecil lalu mengeratkan balutan jaket pada tubuhnya, "Terima Kasih."

Bara lalu berlari keluar penginapan karena sudah diteriaki oleh Darren diluar sana.

Darren, "Lama banget sih, capek nih gue nunggu 30 detik,"

Bara, "Lebay banget!"

Setelah bertengkar kecil, keduanya lalu berjalan beriringan untuk jalan-jalan sekitar desa.

Sudah jauh dari penginapan, Bara menatap sekelilingnya yang mulai menjadi sepi hanya ada penginapan kosong, biasanya banyak sekali orang-orang yang berlalu lalang dan menyapanya.

"Sepi banget," ucap Bara yang masih menatap ke sekelilingnya.

Darren mengernyitkan kedua alisnya lalu menatap Bara heran, "Sepi?"

Bara menjawab, "Iya, sepi banget, biasanya banyak orang di sini. Ayo coba kita ke sana, kita belum pernah ke sana."

Akhirnya Darren mengikuti Bara dengan perasaan gelisah. Tapi Darren memantapkan hatinya untuk tidak memikirkan hal-hal yang tidak semestinya.

Pilihan GandaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang