Mikey POV
Pelan tapi pasti.
Aku merasakan angin lembut menerpa wajahku,mata ku yang masih setia terlelap membuat aku penasaran asal angin lembut itu.
Sesuatu yang berat dapat aku rasakan di bagian leherku. Berat,namun hangat. Dengan perlahan aku membuka mata ini dan menguceknya dengan pelan karena pandanganku yang buram.
Terkejut.
Aku terkejut saat melihat wajah seseorang yang ada di hadapanku,dan sebuah lengan yang melingkar di leherku,dan dapat kurasakan telapak tangannya menangkup pucuk kepalaku.
Hembusan nafas lembut yang berasal dari arah wajah damai orang yang sudah lama tidak aku lihat.
"Draken.." mulutku memanggil pelan namanya. Entah kenapa melihat wajahnya yang damai memunculkan rasa jahil di hatiku.
Aku menjulurkan jari telunjuk ku ke hidung mancungnya,ku jawil hidung mancung itu yang berhasil membuat hidung itu mengeluarkan angin kasar.
Mungkin rasa geli yang membuat draken menghembuskan nafas kasar dan mempererat dekapannya padaku.
Entah kenapa dekapan ini membuatku nyaman,dan karena telingaku tepat di dada bidangnya aku dapat merasakan dan mendengar bagaimana tenangnya detak jantungnya saat tidur.
Dengan pelan aku mendorongnya sedikit,dan melihat ke atas.
Rahang yang tegas,dagunya,dan jika aku memandang lebih kebawah akan aku temukan buah jakun yang setia bersarang di dalam lehernya.
Cuppp..
Astagahhh,aku menciumnya..
Ke sentuh dengan lembut lehernya untuk berjaga supaya dia tidak bangun.
Menggesekkan hidungku ke dada bidangnya...
"Sudah dua minggu aku tidak melihatmu..." aku membatin
"Aku pikir itu hanya mimpi karena aku mabuk,tapi ternyata ini sebuah kenyataan..
Aku tidak bisa memungkiri ini..
Aku merindukan orang yang selalu menyiksaku." aku menghirup dengan dalam aroma yang di keluar kan tubuh draken.
Sangat menyengat dan membuat rindu.
Setelah kejadian dia yang menyeretku dengan paksa dan menerobos juga mengunyah bibirku.
Aku membencinya,tapi ada sesuatu yang membuat hatiku pedih.
Setelah beberapa kejadian menjijikan yang kulihat selama di kampus,dan bibirku yang dikunyah,semua itu membuatku tak bisa berfikir dengan jernih dan tak bisa bermain dengan wanita.
Adik kecilku juga tidak bisa berdiri lagi walau sudah melihat wanita telanjang.
Dan...
Mengingat tatapan Draken saat mengungkung ku sebelum dia mencium ku,membuatku frustasi.
Tatapan matanya sendu dan marah,
Itu membuatku berfikir "untuk apa dia menatapku seperti itu?."
Bukannya dia sangat membenciku?
Dia selalu bilang aku tidak pantas berada dilingkungan orang- orang yang memiliki banyak uang.
Yah itu karena aku sebagai manjiro.
Aku selalu ingin bertanya,kenapa dia bisa membenciku,kenapa dia menatapku seperti itu,dia terlihat terluka jika menatapku.
Dan itu membuatku stress dan memilih untuk tidak masuk kampus dan semalam aku ingin menghibur diri di klubnya sanju. Siapa sangka pergi ketempat itu membuatku bertemu dengan Draken.
Kejadian semalam saat aku mabuk aku mengingat semuanya,meski aku mabuk aku masih ingat dengan jelas apa yang sudah kulakukan. Perbuatanku saat itu dorongan karena aku mencerna banyak alkohol.
Dan saat ini wajah nya membuatku tersenyum. Hidung mancung, alisnya yang tajam,matanya yang terlelap,pipinya sedikit tirus lalu bibirnya yang sedikit terbuka mengeluarkan dengkuran halus. Aku bisa melihatnya dengan jelas.
"Kenapa kau seperti bayi hm?." aku berbicara dalam hatiku,aku tidak tau kalau aku akan melihat wajahnya sedkat ini. Wajah yang selalu menampilkan amarah kepadaku saat menjadi manjiro,kenapa bisa selembut dan setenang ini?.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Nerd
Romansa"Menjadi diriku sendiri adalah hal terburuk,itulah alasan kenapa aku menjadi orang lain." -Mikey "dirimu yang seperti ini ataupun dirimu yang lain,aku...aku ingin menjagamu."-Draken " setiap melihatmu,aku membenci diriku.kau mengingatkan ku denganny...
