Part.33

713 128 111
                                    

“ betul Daniel, bagus.. ya.. seperti itu. Kau melakukannya dengan baik.” Puji dokter Yoo..

“ terima kasih dok..”

Saat ini, Kang Minhyuk, ayah Daniel juga pergi ke pusat rehabilitasi dan diam-diam mengawasi putera sulungnya yang belajar berjalan.. beliau tidak mengatakan apapun, dan juga tidak menemui Daniel, karena Daniel sendiri yang bilang kalau dia ingin sendiri.
Kang Minhyuk hanya berusaha memenuhi permintaan putera sulungnya ini.

Dan minhyuk merasa bangga melihat perjuangan puteranya agar bisa kembali normal..

Saat ini minhyuk mendengar Daniel berbicara pada dokter Yoo..

“ Daniel, kau luar biasa. Kalau seperti ini terus, kurang lebih dua minggu lagi kita bisa melepaskan gips mu dan kau bisa berjalan seperti biasa..”

“ benarkah Dok? Aku hebat bukan?”

“ ya..”

“ tapi dok..”

“ ya?”

“ kapan aku bisa berjalan dengan semurna dan kembali normal?” tanya Daniel..

Hal ini membuat dokter Yoo terdiam, dia bimbang harus menyampaikan pada Daniel ..

“saya ingin kaki saya kembali normal, dan saya bisa terbang lagi, dok.

Tidak peduli seberapa berat pun usahanya, akan saya lakukan. Karena saya ingin kembali berjalan normal.”

“Daniel..

Dengan rehabilitasi, kau akan bisa berjalan dengan normal.

Tapi , kau pasti sangat paham dan kau harus menyadari persyaratan kesehatan yang sangat ketat yang dihadapi seorang pilot..”

Mendengar perkataan dokter Yoo, membuat hati Kang minhyuk juga ikut hancur melihat kesedihan yang membayangi wajah putera nya..

Apa Daniel akan dia bawa ke luar negeri saja? Ke Amerika mungkin,untuk menjalani pengobatan... dan mengembalikan Daniel seperti sedia kala..

.........................................................................................................

Tok.. tok...

Daniel menoleh dan ayah nya ada di depan pintu..

“ oh, ayah.. masuklah.”

“ hmm..” ayah Daniel masuk ke kamar Daniel di pusat Rehabilitasi..

“ ada apa yah?”

“ kau sudah bilang Seongwoo, kalau kau ada di pusat rehabilitasi?”

“Daniel terdiam sebentar sebelum menjawab..
“ tidak Yah, belum...”

“ kenapa?”

“ nanti dia khawatir..”

“ justru dia khawatir kalau tidak bertemu denganmu. Sudah berapa lama kalian tidak bertemu? Tiga minggu?”

Daniel mengangguk..

“ dasar.. kau ini.”

“ ayah..”

“ apa?”

“ aku mau pulang ke rumahku.”

“ hah? Apa?”

“ pulang.. kerumahku.”

Sekali lagi ayah Daniel menghela nafasnya... kemudian beliau merogoh kantong jasnya..

“ nih..”

Daniel menoleh dan melihat apa yang dibawa ayahnya..

“ mau merokok?ayah tahu kau kembali merokok lagi.”

My Pilot and the MechanicsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang