Part.8

1K 175 103
                                    

"Daniel.."

"Yes, Capt?"

"Jangan melamun. Konfirmasikan posisi kita ke menara pengawas "

"Baik capt."

"AK 901 confirmed position."

"AK901 position confirmed, flight altitude 180, follow the command and turn right, target IGARI waypoint."

"Alright, altitude 180, direction IGARI waypoint, AK 901 copies that"

"AK 901, you've entered Incheon Radar 132,6, good morning."

"132.6, AK 901 copies that"

"AK 901, please climb to flight altitude 250"

"AK 901 is climbing to flight altitude 250"

"AK 901 remaining in flight altitude 350"

" remaining in flight altitude 350"

"AK 901, please contact Honolulu International Airport 120.9, good morning."

"All right, good morning.

Sudah capt."

"Hmmmm....

Cuacanya bagus Daniel."

"Benar capt.. cuaca bagus, begitu juga dengan awan-awan ini."

"Tapi bentuk dari awan-awan itu berubah-ubah, tergantung oleh arah angin."

"Begitulah.. seperti hati manusia."

"Kau membicarakan Seongwoo?"

Kapten Ji terkekeh senang..

"Anda benar, tapi Kapten, dari mana anda tahu soal itu?"

"Soal kau mengejar Seongwoo?

Daniel.. aku ini mentormu, aku pelatihmu. Aku yang mendampingimu sejak kau masih menjadi siswa penerbangan hingga kau menjadi pilot seperti ini. Aku sudah seperti ayahmu,bagaimana mungkin aku tidak tahu isi hatimu, nak?

Kau menyukai Seongwoo dan itu terlihat jelas bagiku.

Hanya saja, kenapa Seongwoo? Kenapa harus dia?
Aku bukannya tidak suka padanya, aku suka Seongwoo.. dia orang baik, hampir seluruh staff mengenalnya. Tapi diluaran sana banyak sekali yang mengejarmu, para pramugari cantik itu salah satunya. Dan kurasa Soojung juga menyukaimu, dia tergila gila padamu. Saat briefing tadi kulihat dia menatapmu sambil tersenyum dan tersipu sipu begitu. Dia cantik Daniel.."

"Kapten, dia memang cantik, tapi saya tidak menyukainya. Anda pernah mendengan istilah cinta pada pandangan pertama?

Saya rasa, saya mengalaminya. Pertama kali melihat Seongwoo.. saya sudah tahu, kalau dialah orang yang saya inginkan. Bukan yang lain ."

Di waktu yang bersamaan , di Incheo airport...

"Hatsyii.. hatsyii..

Aduuuh..." Seongwoo menggosok keras hidungnya yang sudah memerah karena bersin tadi.

"Kurasa aku terserang pilek, cuaca jadi agak dingin akhir-akhir ini."

Seongwoo berada di lapangan dan mengecek beberapa pesawat..

"Seongwoo.."

"Taehwan? Ada apa?"

"Kenapa kau disini sendirian?"

"Oh ini.. aku harus mengecek beberapa hal. Ada apa?"

"Ah tidak.. tidak apa-apa, disini sangat berangin. Cepat masuk ke Hangar.. aku butuh bantuanmu di sana."

My Pilot and the MechanicsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang