45. Berantem

301 18 3
                                        

Sudah seminggu Alesha dan Gavian tak pernah bertemu, di chat pun Gavian selalu menjawab cuek atau malah hanya membacanya saja.

Awalnya Alesha memaklumi, siapa tau Gavian sibuk atau lelah tapi setelah tiga hari ia melihat story Gery yang menampilkan Gavian dan teman-temannya itu sedang nongkrong.

Setelah itu Alesha tak pernah chat Gavian lagi, apakah Gavian sadar? Tidak, Gavian sama sekali tak mencarinya membuat Alesha jengkel.

Alesha melihat meja sekretaris Gavian kosong lalu ia melihat ke arah jendela ia melihat Gavian dan sekretaris nya itu duduk bersanding di sofa.

Alesha langsung membuka pintu ruangan Gavian tanpa permisi dan menatap galak Gavian. Saat ini Alesha sedang tidak enak badan, semalam badannya demam tapi sekarang ia merasa sehat.

"KAKKKKKK" teriak Alesha kesal, air matanya sudah mengalir di pipinya

"Loh sayang?" Gavian langsung menghampiri Alesha dan ingin memeluknya tapi Alesha langsung memukul dada Gavian membuat ia tak jadi memeluk

"Kenapa nangis hm? Ngapain kok kesini?" tanya Gavian lembut

"Iya ya ngapain juga gua kesini, yaudah gua pulang" Alesha ingin berbalik badan tapi ditahan Gavian

"Ngga gitu maksud aku sayang" Gavian membawa Alesha ke dalam pelukannya

Gavian mengkode sekretaris nya agar keluar dari ruangan, ia hanya menurut saja dan langsung menutup pintu.

Gavian menuntun Alesha yang menangis sesenggukan untuk duduk di sofa, setelah itu Gavian melepas pelukannya dan langsung mengusap rambut Alesha.

"Sudah sayang" ucap Gavian

"Lu ngapain sama dia?" cicit Alesha pelan tapi terdengar galak

"Ihh kok lu gua, aku ngga suka"

"Jawab" tegas Alesha

"Tadi lagi ngebahas kerjaan"

"Ngapain deketan gitu, selingkuh mah selingkuh aja" ketus Alesha

Gavian ingin marah tapi ia hanya diam dan menatap datar Alesha, tangannya yang tadi mengusap rambut Alesha kini berhenti.

"Maksudnya apa kok chat gua dianggurin, terus ngga ada kabar" kata Alesha sesenggukan

Gavian yang masih emosi karena kerjaan nya yang menumpuk dan Alesha yang menuduhnya masih diam, ia takut memarahi Alesha.

Alesha yang tak mendapat jawaban tambah menangis nyaring tapi ia tahan saat melihat ekspresi Gavian yang datar membuat dadanya sesak.

Setelah lumayan lama tak ada percakapan, Gavian akhirnya membuka suara.

"Maaf ya?" ucap Gavian lembut

"Udah dong nangisnya, nanti sakit dada kamu"

"Jelasin" cicit Alesha nangis nya sudah mulai berhenti

"Kamarin aku tuh sibuk banget, setiap mau bales chat kamu selalu lupa terus ketiduran" ucap Gavian

"Tapi kamu jalan sama kak Gery"

"Gery goblok" batin Gavian

"Iya maaf" Gavian mencium punggung tangan Alesha

"Jelasin bukan minta maaf!" ketus Alesha sambil memukul dada Gavian

"Aku lagi pusing banget terus sama mereka diajak pergi, yaudah aku pergi jadi ngga sempet ngabarin kamu" ujar Gavian

"Kaka ngga sadar ya kalau beberapa hari ini aku ngga ngechat?" tanya Alesha pelan

"Aku engga tau sayang, chat kamu tuh tenggelam sama gc kantor"

"Di hp kaka ngga ada fitur pin ya?"

"Ngga kepikiran sayang hehe, maaf ya" Gavian ingin memeluk Alesha lagi tapi Alesha langsung mundur

"Kenapa hm?" tanya Gavian lembut, Alesha hanya menggeleng

"Mau pulang" ujar Alesha pelan

"Yaudah hati-hati ya" ujar Gavian membuat Alesha menangis lagi

"Loh kok nangis lagi?" tanya Gavian panik

"Cup cup cup cantik" ucap Gavian menenangkan, ia menangkup pipi Alesha lalu menghapus air matanya

"Jelek banget sih" kata Gavian sambil terkekeh sedangkan Alesha masih menangis sesenggukan

Gavian mengusap kening Alesha agar tertidur tapi ia dikagetkan oleh suhu tubuh Alesha yang tidak seperti biasanya "kamu demam?"

"Pusing" ucap Alesha pelan

"Kan aku bilang apa jangan nangis terus, sini bobo biar ilang pusing nya"

Alesha merebahkan badannya diatas sofa, ia menaruh kepalanya di paha Gavian. Gavian langsung mengusap kening Alesha membuat Alesha mengantuk dan tak lama pun tidur.

Dengan pelan-pelan Gavian berdiri dan langsung memberi bantal pada kepala Alesha. Ia memindahkan berkas nya dan laptop nya menjadi di meja sofa, ia duduk di bawah hanya beralaskan karpet bulu.

"Dasar bocil cengeng" gumam Gavian lalu mencium pipi Alesha sekilas

___

Alesha terbangun dan melihat sekeliling, ia sudah berada di kamarnya. Ia menatap langit-langit kamarnya.

"Sesibuk itu ya? Gua ganggu berarti?"

Alesha mengambil HP nya dan langsung melihat banyak notif dari Gavian, buru-buru ia buka karena itu chat dari Gavian.

___

Ganteng ku

|sayang tadi aku anter pulang
|aku denger dari mami kamu katanya kamu sakit
|kalau gitu jangan main dulu ya sayang?
|dirumah aja ya cantik

Iya maaf kalau ngerepotin|

|engga ngerepotin sayangku
|tapi lebih baik istirahat kan?

Iya|

|nanti aku kesana, kamu mau dibawain apa?

Terserah|

|masih marah?

Engga|

|mau sate?

Terserah|

|yaudah nanti aku beliin sate
|kalau kamu mau yang lain chat aku aja ya cantik
|oke bos?

Iya|

|aku mau nganter sekretaris aku dulu yaa
|love you

Aku block dulu ya|

Anda memblokir kontak ini

___

Di sisi lain Gavian terkejut karena benar-benar diblock, pap Gavian yang ada di profil Alesha hilang.

"MAMPUS GUA MAMPUS"

"Kalau gua putus ngga ada pengganti lagi Le" gumam Gavian

Gavian menemui sekretaris nya yang ada di mejanya.

"Kamu sudah fikirkan jawabnnya?" tanya Gavian

"Sudah pak" jawab sekretarisnya

"Ikut saya"

Gavian jalan duluan meninggalkan sekretatisnya tanpa menunggu jawaban.

___

Follow dong akun gua

22 Oktober 2021

GAVIAN (end)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang