4. Raymond Story

2.9K 282 1
                                        

🌻 Jangan lupa vote dan koment 🌻
🐢 Happy Reading 🐢




Raymond Chandler James namanya sosok anak kecil yang sangat tampan dengan rambut pirang dan mata biru langit yang tumbuh tanpa adanya kasih sayang kedua orang tuanya.

Raymond yang kecil selalu berkelakuan konyol untuk mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya karena orang tuanya selalu sibuk dengan urusan sendiri seperti Papa Raymond yang selalu fokus kerja sedangkan Mama nya selalu shoping dan pulang pergi desa ke kota untuk foya-foya.

Raymond kecil yang tumbuh tanpa adanya kasih sayang orang tua menutupi semua luka yang di pendam dengan kekonyolannya dan akhirnya dia bertemu dengan peri kecil di panti asuhan yaitu Calisa Arrabela.

Sosok gadis kecil yang menurutnya menggemaskan dengan mata biru gelap yang bercahaya dan rambut hitam gelap seperti langit malam.
Mulai saat itu Raymond setiap di tinggal orang tuanya dia akan pergi ke panti asuhan untuk menemui peri kecilnya tapi sayang sekarang dia harus meninggalkan peri kecilnya.

di karenakan kakeknya yaitu ayah dari papa Raymond ketua mafia serta kepala keluarga James menyuruh mereka kembali ke Jakarta untuk meneruskan perusahaan terbesarnya dan menyuruh Raymond untuk menjadi ketua mafia selanjutnya.
jadi mau tidak mau Raymond harus ikut karena dia merupakan cucu pertama di keluarga James.

# Raymond POV #

Hari ini aku akan kembali ke Jakarta awalnya aku tidak mau karena aku sangat nyaman di desa apalagi setelah bertemu dengan peri kecil aku tidak ingin kembali tapi kakek yang selalu telepon papa memaksa aku untuk ikut dan bersekolah di jakarta saja mau tidak mau aku terpaksa ikut mereka. dan sekarang aku akan berpamitan dengan gadis kecil itu aku tidak tega melihat dia menangis lagi seperti kemarin tapi aku tidak bisa apa apa sekarang.

Aku mulai berjalan menghampirinya yang sedang melamun dia sangat cantik di usianya baru 5 tahun mata bulat yang berbinar, hidung kecil yang tidak terlalu mancung, bibir mungil yang berwarna merah muda alami serta rambut hitam yang berkilauan dia sangat sempurna menurutku.

" Hai gadis kecil " Sapaku dengan riang dan menoleh ke arahnya sambil mulai duduk di sampingnya.

Dia sedikit tersentak mendengar sapaanku dan ikut menoleh ke arahku tapi dia sangat terkejut melihat wajahku sangat dekat ke arahnya aku tersenyum di dalam hati melihat keterkejutannya tapi dia segera memundurkan kepala dan melihat ke arah taman sambil menundukkan kepala.

" Kakak sudah datang? " Tanyanya sambil dengan nada tidak semangat.

Aku yang melihatnya jadi ikut sedih dan menganggukkan kepala
" Ya, aku sudah datang bukankah aku sudah berjanji untuk menemuimu dulu sebelum aku pergi " Jawabku sambil berpaling melihat taman.

Setelah aku menjawab hening beberapa saat tapi aku mulai mencoba bicara duluan tapi tidak kusangka Calisa juga bicara jadi kita bicara bebarengan.

" Aku ingin bilang sesuatu " Bicaraku dan Calisa barengan. Kita sama sama tersentak dan terkekeh kecil karena berbicara bebarengan.

Setelah terkekeh kecil aku menyuruhnya bicara duluan
" Kamu duluan adek kecil " Suruhku dengan suara lembut dan tersenyum tipis. Tapi Calisa tidak mau dan dia malah menyuruhku bicara duluan.

" Tidak tidak kakak duluan saja habis gitu aku " Dia menggeleng-gelengkan kepalanya pertanda tidak mau.

" Kamu duluan saja adek kecil katanya penting " Aku menyuruhnya lagi untuk bicara duluan tapi Calisa tetep kekeh tidak mau bicara duluan.

" Kakak duluan saja yang bilang kan kakak udah tua, aku mah masih kecil jadi setelah kakak" Suruhnya lagi dengan tatapan polosnya.

Aku yang disebut tua langsung kesal dan berdecak pelan
" Ck, aku tidak tua umurku baru 7 tahun kalau tua umur nya 70 tahun " Jawabku dengan kesal.

Calisa yang melihat wajahku terkekeh geli sambil berkata
" Hehe, aku kan bercanda kak tapi aku kan bener kakak 2tahun lebih tua dari aku " Aku nya dengan wajah polos yang pengen aku karungin sekarang.

Aku yang mendengar nya bicara begitu menghela nafas dan memutar bola mataku malas.
" Iya iya terserah kamu saja " Gumamku setelah itu aku bertanya lagi
" Jadi apa yang ingin kamu bicarakan? " Tanyaku dengan melihat wajah cantiknya.

Dia mulai menggaruk tengkuk nya yang menurutku tidak gatal sambil cengegesan berkata
" Hehe, aku lupa kak apa yang ingin aku bilang "

Aku yang mendengarnya otomatis berdecak sekali lagi
" Ck, kebiasaan buruk mangka'a jangan kebanyakan makan silit ayam " ejekku melihat wajahnya.

Calisa yang mendengarnya langsung kesal dan berteriak kepadaku dengan wajah yang menggemaskannya itu.
Dia bilang dia mempunyai kelainan yang pelupa aku baru tau ada kelainan seperti itu yang dimana orang lupa seperti orang tua padahal umurnya masih muda.
Aku kasian melihatnya dan aku memberikan kenang-kenangan sebuah kalung couple yang aku dapatkan dari papa saat papa keluar negeri untuk mengurusi bisnisnya.
Dia sangat senang mendapatkan kalung itu dan aku juga ikut senang setelah bersenda gurau aku mengajaknya kedepan untuk menghampiri kedua orang tuaku.

" Papa Mama aku datang " Teriak ku dengan tingkah konyolku yang tentunya pura-pura jujur aku anak adalah yang begitu dingin dan cuek tapi demi mereka aku bersikap konyol agar mereka lebih perhatian kepadaku.

Papa melihatku dan mendengar teriakanku dengan berlari - lari mulai menasehati. Aku hanya cengegesan sedangkan Mama berkata ketus kepadaku
" Ck, menyusahkan saja "

Papa yang mendengarnya langsung memperingati Mama dan aku mulai terdiam tapi aku tidak menyangka sosok anak kecil baru berumur 5 tahun bertanya kepada Mama.

" Tante tante jangan begitu kepada kak Raymond kak Raymond tidak bersalah, bukankah dia darah daging tante? Kenapa tante tidak suka sama kak Raymond padahal kak Raymond masih kecil masih butuh kasih sayang" Tanyanya dengan wajah polosnya.

Aku yang mendengarnya terkejut begitupun dengan yang lain dengan padangan sulit di artikan.
Aku tidak menyangka anak kecil yang baru aku temui 2 minggu ini berpikiran dewasa. Setelah itu suasana mulai canggung bagi kami tapi di cairkan oleh papa dengan bertanya namanya dan bilang kalau mama itu sebenarnya baik.

Setelah itu aku berpamitan padanya dan aku berjanji suatu saat nanti aku akan bertemu dengan dirinya setelah aku membuktikan bahwa aku bisa meluluhkan Mama dan membantu papa mengembangkan perusahaan nya serta kelompok mafia kakek.

Alhamdulillah akhirnyanya selesai juga habis gini liat mereka dah gedhe ya aku cuma nulis beberapa chapter jadi semoga suka.

Stay with me CalisaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang