sadistic [4]🔞

7.6K 432 6
                                        

Jumat, 12-11-2021

Jennie terbangun dari tidurnya lalu menatap sekeliling ternyata itu adalah mimpi.

Jennie menghela nafasnya saat melihat jam yang sudah mau pukul 12 malam dan tubuh pria itu belum muncul juga.

Sampai kapan ia harus menunggu? Perutnya sangat berisik meminta untuk diberi asupan, ia lapar.

Dan juga jika dingat-ingat tidak mungkin Taehyung memperlakukan ku dengan lembutan dan itu sangatlah mustahil. Melihat perubahan drastis saat ia ketahuan selingkuh dibalakangnya. Sangat tidak mungkin ia akan berlaku baik lagi padaku.

Dan sekarang pikiranku berkalana, ia memikirkan apakah Taehyung pergi ke rumah selingkuhannya dan meninggalkan Jennie yang sedang menahan laparnya sejak pagi.

Tubuhnya harus diberi asupan agar tidak lemas namun baru kali ini Taehyung pergi entah kemana. Ia tidak membutuhkan Taehyung yang ia butuhkan hanya kabur dari sini dan tidak mau bertemu Taehyung lagi. Dan yang paling utama adalah makan.

Tubuh Jennie sangat lemas bibir pucat dan perutnya terus berbunyi. Ia menatap jam lagi dan sekarang sudah pukul 12 pas.

Ia tidak bisa tidur jika perutnya sangat lapar, namun pintu terbuka menampilkan sosok pria yang ia tunggu-tunggu sejak tadi.

Namun ditangannya tidak membawa apa-apa, jadi hari ini Jennie ga makan malam.

"Aku lapar taee.." tidak ada sautan dari sang lawan yang ia lakukan sekarang mengunci pintunya.

Ia mendekati lalu menghirup leherku dengan sensual, kurasa Taehyung sedang mabuk dari deru nafasnya ia sangat bau alkohol.

"Taeh, seperti kau harus mandi terlebih dahulu, nafasmu sangat tidak enak dicium a-aku tidak suka" tidak ada pergerakan, yang hanya bergerak adalah tangannya yang mengelus perutku dengan sexual.

Aku tahan rasa geli diperutku. Seperti ada kupu-kupu namun itu didalam perut.

Tanpa bertele-tele Taehyung nencium bibirku dengan lembut, aku tidak membalasnya tapi dia sekarang mengigit bibir bawahku yang membuat bibirku terbuka.

"Ahhh" ia memasukkan lidahnya kedalam mulutku, mencoba mendorong namun gagal. Aku belum mandi dari tadi siang dan hanya mandi pagi. Aku takut nafasku tidak sedap namun sepertinya pengaruh alkohol lebih hebat dari bau nafasku mungkin?

Ia membuka pengait branya dengan lancar seolah dia sudah hafal dengan pengait bra wanita.

Aku gigit bibir bawahku, kurasa aku sudah terbawa suasana yang tadinya aku lapar sekarang tidak lagi.

Meremas dan menjilat payudara dengan kedua tangan dia yang begitu lihai. Aku terus mengerang kenikmatan, omong-omong aku seperti jalang sungguhan ya. Haha.

Tapi siapa yang akan menolak belaian lembut dari Taehyung? Aku saja tidak bisa.

Taehyung mengelus celanaku dari luar, memasukan tangannya kedalam celana.

Jleb
"E-eohh taehh" aku terengah-engah saat jari panjangnya memasuki. Aku mendengar geraman Taehyung yang begitu err sexy menurut ku.

"Aghhh, kau nikmath Jen, hm?" Aku mengangguk lalu mengelus rambut Taehyung.

"Masih lapar?" Aku mengangguk.

"Hanya sedikit" Taehyung menatap ku dengan lekat, sebaliknya akupun juga begitu.

Ia melepaskan pengait yang berada dileherku. Dan baru pertama kalinya ia melepaskan.

"Kenapa?" Ia menunduk dan memeluk lalu menaruh kepalanya antara leher.

"Maafkan aku, apa yang kau ucapkan beberapa jam lalu membuatku bersalah, maafkan aku Jen." Ia menjeda sembari menatap dari bawah. "Apakah sakit? Leherku memerah"

Jadi tadi bukan mimpi? Kukira itu mimpi namun itu seperti mimpi.

"Aku tidak bermimpi kan? Kurasa saat ku lapar halusinasi ku meningkat ya?" Aku terkekeh.

"Tidak. Kau tidak bermimpi sayang"

"Benarkah? Kurasa ini seperti mimpi"

"Lupakan aku membawa makanan yang sangat banyak dibawah, setelah itu mandilah" mendengar ucapan mandi membuat pipi ku memerah.

"Kenapa?" Ia mengelus pipiku yang memerah.

"Nafasku bau ya? Maafkan aku" ia hanya terkekeh lucu.

"Tidak. Mandi lalu makan, aku akan tidur kepala ku sangat pusing"

"Tapi tanganku masih terkunci"

"Ambil dikantungku bisa? Jangan menganggu" aku dengan cepat mengambil kuncinya.

-

Artaennie

Sadistic [M]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang