sadistic [7]

3.4K 350 52
                                        

Jumat, 19-11-2021

.

.

.

Angin begitu dingin sampai menusuk tubuh. Saat ini Jennie sedang berselimut malas, karna keadaan diluar sedang dingin. Dan yang paling menyenangkan jika hujan adalah, bermain handphone.

Tapi, darimana Jennie akan bermain handphone. Handphone nya saja rusak karna pria brengsek itu membantingnya dan tidak menggantikan yang baru. Jika diingat-ingat Jennie ingin merauk muka tampannya tersebut.

Tok tok tok

"Jen tolong belikan sayur-sayuran disupermarket didepan jalan raya. Kau bisa kan?" Ucap ibu jennie dari luar.

Setelah mendengar suruhan ibu. Jennie mengguletkan badannya, sungguh jika bukan keluarga nya Jennie tidak akan mau.

Jennie membukakan pintunya dan melihat tangan ibu yang sudah menodorkan uang, Jennie dengan malasnya menerima itu.

"Sesudah Belanja pulanglah, ingat itu Jen"

"Iya-iya Bu aku pulang" mengambil payung dan juga jaket yang lalu setelah nya Jennie keluar dari rumah.

Jennie berjalan dengan seorang diri, pencahayaan disini minim sekali. Hanya penerangan dari lampu-lampu tetangga dan rumah nya.

Berjalan dengan damai, hembusan angin yang menerpa wajahnya membuat pipinya sedikit kemerahan. Kebebasan yang Jennie inginkan sekarang terkabulkan. Tidak sia-sia Jennie terus berdoa kepada Tuhan agar melepaskan dirinya dari rumah neraka.

Omong-omong sekarang pukul 8 malam disekitaran rumah memang sepi, namun jika sudah keluar kejalan raya banyak sekali manusia yang masih beraktivitas.

Menyebarangi jalanan ketika lampu hijau sudah menyala, namun ternyata ada satu mobil yang tetap melaju dan hampir menabrak.

"Akhh"
Cittt

Tepat saat aku menyilang tanganku seseorang keluar dan...

Plak

Mataku melotot, siapa yang berani menamparku. Kutatap orang tersebut dan ternyata itu, Taehyung.

Kami berdua menjadi pertontonan orang-orang yang ada disekitar. Bagaimana jika tidak dipertontonkan, Taehyung menghalangi pejalan kaki dengan mobilnya.

"Cepat masuk. Berani-beraninya kau kabur sialan" dengan kasar ia menarik tanganku. Tapi Jennie tidak diam saja ia mencoba Manahan tarikan Taehyung dan yang pastinya itu mustahil.

"Lepas. Aku tidak mau pergi bersama mu lagi Taehyung, lepaskan aku brengsek" seperti nya ucapan Jennie barusan hanya diacuhkan saja dan Taehyung tetap kekeh menarik Jennie.

Tiba-tiba tangan seseorang melepaskan genggamannya.

"Lepaskan tanganmu dari calon tunangan ku tuan" Jennie menoleh dan itu ternyata Jungkook, tetangganya.

"Cih, jangan ikut campur bocah tengik" dan dengan cepat Taehyung menggenggam lenganku kembali.

Bugh

Jungkook memukul pipi Taehyung, dan otomatis lenganku terlepas oleh genggam nya. Dengan cepat aku berlindung dibelakang punggung Jungkook sambil mengucapkan "tolong selamatkan aku Jung, kumohon"

"Sialan. Ingin bermain-main denganku rupanya, eoh" dengan cepat pukulan Taehyung mendarat dipipi Jungkook juga.

Dan ya mereka saling memukul.

Tin tin

Itu bunyi klakson mobil yang dibelakang, kurasa ini adalah waktu yang tepat.

"Sudah cukup!" Kedua pria itu menoleh ke arahku.

"Ayo Jung kita pergi" dengan kasar aku rangkul lengan Jungkook untuk menghindari pertengkaran dijalan raya. Itu memalukan, menjadi pusat tontonan sangat tidak mengenakan.

"Hey bung cepat lajukan mobilmu, kau menghalangi jalan" teriak seorang pria didalam mobil. Dan akhirnya Taehyung pun pergi dari situ.

"Maafkan aku karna kau jadi terluka. Tunggu sebentar akan ku belikan hansaplast" saat ingin berdiri, jungkook memegang tanganku dan menggelengkan kepalanya.

"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja. Sebaiknya kau pulang saja Nuna" ucapan terakhir jungkook membuat ku terkekeh.

"Tidak usah formal Jung. Jennie saja, aku tidak terlalu menyukai kata Nuna"

"Ahh begitukah, Maafkan aku. Kau ingin kemana biar aku antar" ahh sial aku melupakan pesanan ibu sekarang. Ini semua karna Taehyung, kenapa dia bisa tau aku pergi kesini.

"Aku melupakan sesuatu Jung, sebaiknya kau pulang saja. Aku ingin pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan dapur" dengan cepat aku berdiri dan bejalan.

Jungkook tiba-tiba saja disampingku. "Biar aku antar, setidaknya tidak ada lagi kejadian seperti itu. Kau akan aman jika bersamaku dan soal tadi aku bilang tunanganmu maafkan aku" aku menoleh ke arah Jungkook.

Aku tersenyum. "Tidak apa-apa, dan terimakasih Jung"

Kami berdua berjalan untuk pergi ke supermarket, sambil berbicara canda dan tawa.

-
Artaennie

Jungkook sweet banget gasi? Dan siapa ya kira-kira yang kasih tau kalo Jennie ada ditempat yang baru?

Masih tetep taennie or jenkook nih🤭


Sadistic [M]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang