Kamis, 11-11-2021
Seoul, 08.45 malam
Bayangkan jika kalian jadi Jennie. Makan pagi hanya bubur dan minum hanya segelas lalu beberapa jam seterusnya ia harus menahan lapar dan juga haus.
Itu sudah biasa bagi Jennie, karna itu sudah rutinitasnya sehari-hari semenjak tinggal dirumah Taehyung.
Tapi tetap saja, walaupun sudah terbiasa Jennie tetap menahan perutnya yang sedari tadi berbunyi ingin diberi asupan. Namun ia bisa apa? Duduk pun hanya bisa besender dikasur. Ia mempunyai badan yang sehat seperti lumpuh.
Sudah setengah 9 lebih tubuh pria itu belum muncul juga, sampai kapan Jennie harus menahan laparnya. Tidak lucu jika ia mati karna kekurangan tenaga. Ia harus membalaskan dendamnya kepada Taehyung.
Bosan sekali. Apa yang harus ia lakukan ya? Tidur terus membuat kepalaku sakit, dan lagipula aku tidak mengantuk sama sekali.
Jennie pun berbaring lalu menatap langit-langit, ia hanya bisa menatap langit-langit. Dan itu membuat nya muak. Bagaimana rasanya keluar tanpa harus kena pukulan?
Pintu terbuka lalu menampilkan sosok pria bertubuh tegap yang baru saja keluar entah kemana.
"Kau lama sekali Tae, aku sangat lapar." Taehyung menghampiriku dan duduk dipinggiran kasur lalu mengelus rambutku dengan halus.
"Maafkan aku Jen, pekerjaan ku tadi sangat lah banyak." Aku hanya tersenyum tipis mendengar ucapannya tadi.
"Kalau boleh tau pekerjaan apa yang kau lakukan Tae? Aku sangat penasaran" Taehyung mencium keningku dengan lembut.
"Kau tidak perlu tau. Yang kau perlu tau adalah, aku mencintaimu lebih dari hidupku jadi jangan membantah apa yang aku ucapkan. Atau iblis didalam diriku akan mengamuk lalu menyakitimu" Jennie dia sejenak sembari menatap lekat mata sang lawan.
"Kau yakin mencintaiku Tae? Atau hanya terobsesi saja padaku?" Aku tersenyum getir dan yang kulihat adalah ekspresi ketidaksukaannya pada jawaban ku barusan.
"Kau meragukan ku?" Aku membalas gelengan sebelum menjawab pertanyaan itu.
"Jika kau mencintaiku, bukankah kau harus memperlembutkan sikapmu? Dan bukan malah menyakitiku tae" aku menjeda ucapanku "kau seperti bunga conium. Parasmu sangat sempurna dan aku hampir gila karna kau selalu tampan dalam segala hal. Namun jika aku dekati itu akan membuat tubuhku memiliki kelumpuhan. Seperti sakarang, yang tidak bisa apa-apa, hanya berbaring menatap langit-langit. Padahal aku tidak lumpuh sama sekali namun kau seperti memperlakukanku wanita yang sakit dan tidak bisa apa-apa jika tanpamu. Aku bisa Tae, aku bisa melakukan apapun. Beda yang dileher membuat ku sesak, kau tidak ada belas kasihan kepadaku sama sekali kau jahat. Itukah rasa cintamu kepadaku Tae?"
Taehyung diam beribu bahasa karna ia tidak tau ingin membalas apa. Ucapan panjang lebar dari Jennie membuat mulutnya tidak bisa bicara.
Taehyung hanya tersenyum dan mengecup rambut Jennie dan memberinya makanan "makanlah bukankah tadi kau lapar?"
Ia mengalihkan pembicaraan. Batinku.
-
Artaennie
KAMU SEDANG MEMBACA
Sadistic [M]✔
Fanfiction[SELESAI] Bagaimana kisah Jennie yang dilakukan seperti hewan oleh Taehyung? Dan bagaimana nasib Jennie setelah berhasil kabur dari Taehyung. ©®artaennie 11-10-2021 Best rank🎖️ #sadistic 5/4/3/2/1 #penyiksaan 2/1 #taennie 2/3 #taehyungjennie 5/2/1 ...
![Sadistic [M]✔](https://img.wattpad.com/cover/287977316-64-k872609.jpg)