sadistic [6]🔞

5.8K 383 39
                                        

Rabu, 17-11-2021

.

.

.

Sinar matahari yang membuat Jennie terbangun dan terganggu tidur nyenyaknya.

Rasanya sangat asing, karna mungkin ia dipagi hari akan berbaring saja. Namun sekarang tidak, hidup Jennie sudah seperti manusia normal. Berduduk diam mencoba membangkitkan raganya.

Tok... Tok...
"Jen bangun nak, siapkan bajumu. Kita akan pindah sekarang" WTF- ini masih pagi dan mendadak sekali.

"Tapi Bu, bukankah ini sangat mendadak?" Ucap jennie sambil berteriak malas.

"Tidak ada kata mendadak Jen, siapkan atau kau disini saja hm? Dan membayar rumah ini sendiri" ahh jadi alasan pindah karena tidak punya uang. Astaga.

"Akhh iya-iya merepotkan, baru saja sampai rumah" Jennie terus mengomel sambil mengambil koper dan juga baju-bajunya.

Cklek...
Jennie membuka pintu sembari menarik koper yang Jennie bawa.

"Ayo cepat" aku menahan lengan ibu. "Tunggu Bu aku belum mandi" ibuku menghela nafasnya. "Mandi nanti saja, sekarang cepat naik mobil" dengan kaki yang malas aku pergi kejok belakang mobil.

Ayah dan ibu akhirnya duduk dimobil.
"Kita mau kemana memang yah?" Mobilpun jalan, "kerumah nenekmu. Tiga hari yang lalu ia meninggal, ayah sudah menelponmu tapi memanggil"

Apa? Nenek meninggal... "Ayah serius? Maafkan Jennie yah. Hp Jennie rusak" sungguh, terakhir kalinya aku bertemu nenek sekitar 2 tahun yang lalu. Dimana aku saat itu sudah lulus kuliah.

"Gapapa, ayah dan ibu sudah melaporkan ke polisi namun sudah beberapa hari tidak ketemu juga, setelah Jennie pulang kita senang. Setidaknya rasa kehilangan nenek digantikan dengan kehadiran Jennie. Jadi jangan menghilang lagi"

Aku tersenyum sedu mendengar ocehan panjang ayah, sungguh itu menenangkan hati. Jika sudah niatan mau menikah, aku ingin lelaki seperti ayah. Yang tulus dan tidak suka memain tangan. Ibuku sangat beruntung sekali.

"Tidurlah Jen jika masih mengantuk, perjalanan sangat panjang. Sampainya bisa 5 jam paling cepat 3 jam" kata ibuku.

"Baiklah bangunkan Jennie sudah sampai ya Bu"

Tidak ada Jawaban... Hening...
"Akhh" aku melihat diatas ternyata itu Taehyung!

"Akhh akhh t-taehh berhenti sakitt akhh" dia terus menggerakkan pinggulnya tanpa mengasihani Jennie yang berada dibawah.

"Jalanghh sialan k-kau eghh, berani berani kabur eoh? Sudah berani melawan ternyata" hentakan keras terasa divagina Jennie. Sungguh ini sakit sekali, Taehyung bermain kasar.

Tapi tunggu kenapa aku disini? Bukannya aku tadi berada dimobil?

"Ahh sialan kau nikmath jenhh akhh" meremas kedua payudaraku dengan kencang dan juga kasar.

"Taeh i-inih dalamm berhenti kumohon" air mataku keluar. Aku tidak bohong jika ini sakit sekali.

"Tidak. Kau sudah berani kabur, akh emhh akan kubuat kau tidak bisa jalan Jen ahh ahh" oh tidak kenapa semakin mempercepat. Sepertinya vaginaku lecet karena dia.

"Maaf-maafkan aku taee, aku tidak akan kabur aku janji kumohon"

Plak
Plak

Itu tamparan dibagian bokong, perih. "Akhh hhh-hha taeh sudah akhh" ia melepaskan pautan tubuh.

Sadistic [M]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang