Cahaya bulan memancar
dari balik awan awan yang tanpa
Bintang .. Berjalan sendiri dibawah
Bayang kegelapan malam.._____________________________________
Jejak jejak kaki bersimbah darah
menampaki jalanan sepi nan sunyi.
berjalan sendiri membawa pedang
yang berlumuran darah segar.
Manik mata setajam serigala
melihat sekeliling dengan seksama.
tidak ada raut wajah yang tergambar
hanya tatapan mata berkilat tajam.Shettt !!
" semua yang pergi tidak akan
pernah kembali sekalipun Kalian
menangis darah" ujar raka menebas
kepala seorang gadis cilik yang menangis.Seorang perempuan paruh baya
teriak histeris ketika melihat
Putri semata wayang ya di bunuh.
" putriku !!! " seru menghampiri
menangis tak percaya.Raka hanya memandang dengan
dingin lalu mengayunkan pedangnya
ke leher perempuan paruh baya cepat.
Sheett !!Satu korban tewas didepan matanya
membuat raka hanya berlalu pergi
melemparkan sebuah bom ke Rumah.
" harta , rumah ,keluarga semua
tidak akan bisa bertahan lama"
Datar raka.BOOM !!
raka terpental akibat ledakan boom
bahkan ia mengalami luka bakar
di beberapa tangan.
" luka lagi .." pelan raka lalu berdiri
berajalan menaiki motor miliknya.
Door !!
Ban belakang motor raka oleng
akibat ditembak oleh seseorang
dengan gesit raka langsung melompat
ke pohon berdiri tegak.Bedebah ..
Batin raka melihat.Seseorang berpakaian hitam berjalan
santai membawa sebuah pistol.
Raka loncat ke bawah menatap
dari atas sampai bawah si bedebah.
Pandangan mata mereka saling
bertemu satu sama lain ada
desiran aneh yang raka rasakan." lama tidak berjumpa raka .. "
Suara lembut perempuan raka
hanya diam tak bergeming." sudah 1 tahun kita tidak bertemu
ternyata kau semakin kuat "ujarnya
senyum sinis." ternyata kau , ku pikir kau sudah
Mati di rumah sakit" datar rakaRara tersenyum sinis menatap raka
" kau benar raka ,rara sudah mati
yang ada didepan mu adalah malaikat
kematian mu" ungkap rara serius.Raka berjalan mendekati rara
Lalu menatap manik mata rara lekat.
" bagaimana jika kita menghabiskan
Waktu malam ini rara .." bisik rakaRara menahan amarah dalam hatinya
memegang erat pistol yang ia bawa
lalu berujar tenang.
" baiklah tuan raka dengan senang
hati aku akan menghabiskan waktu
Bersamamu"Raka melangkah mundur saat
tangan rara hendak menebak
dirinya dengan pistol.
" kau cepat juga ya , .." ucap raka
mengeluarkan pistol menempelkan
di pinggang rara.Rara bisa merasakan ujung pistol
raka yang tepat berada diperutnya.
" apa kau pikir dengan ini bisa
membunuh ku " balas rara dingin." aku tidak berkata seperti itu tapi
jika kau mau aku bisa mengantarkan mu kepada kedua orang tuamu"
sarkas raka menarik pelatuk pistol.dengan cepat rara langsung melepaskan tembakan cepat.
DOORRR !
tubuh raka menegang saat
rara menebak di dada kanannya.
rara langsung menjatuhkan pistol nya
ke bawah memantung tak bergeming." ternyata kau pandai menebak juga
tapi ku rasa tembakan mu belum
ada apa apanya rara " remeh raka
senyum manis.mendengar perkataan raka yang
meremehkan dirinya membuat
rara langsung menebak raka
berkali kali dengan kesal.
" mati !! Mati !! Kau harus matii !!
Teriak rara berurai air mata.Bruk !
Raka langsung terkapar di tanah
dengan lumuran darah dimana mana.
" hiks .. Hiks .. aku sudah membunuh
dia ,aku sudah membunuhnya hiks"
Parau rara menangis menuduk.Tap
Tap
TapSuara langkah sepatu pantofel terdengar mendekat ke arah rara.
seorang pria berjas hitam rapi
Berdiri dibelakang rara angkuh.
" bagus ,.. Kerja bagus rara setelah
ini kau boleh pergi sesuka mu"
Perintahnya memberikan uang.Rara tidak langsung menerima Uang
tersebut tapi langsung berdiri.
" aku tidak menyangka kau tega
membunuh raka lewat diriku ,bukankah kau yang selama ini
merawat raka " tanya rara menahan
Tangis." iya itu benar tapi raka sendiri
yang telah menghianti ku pergilah
Sebelum aku berubah pikiran"
Usir baron dingin" buang raka ke jurang sekarang"!
Perintah baron pada anak buahnya" baik ketua ! " membawa raka
lalu melemparkan ke jurang
di seberang.Rara yang melihat langsung terkejut
sontak berlari mengejar.
" raka .. " seru rara
Door !Timah panas menebus dada kanan
baron yang kini sedang menegang
Karna kaget. " arrhh .. Sia__apa yang
bera__ni meneba__k ku "" kau salah memilih lawan ayah ,
Bukankah peluru itu tidak bisa
Membunuhku kau lupa ayah "
Suara raka terdengar kini sedang
Berdiri dengan tubuh penuh luka.tidak mungkin .. __
kaget rara tak percaya" ayah sejak awal aku sudah tau
kenapa kau mengajariku menjadi
seorang pembunuh itu karna
Aku adalah pewaris harta milik
keluarga ku yang sah"
Sarkas raka dengan mata memerah.Rara berjalan mundur saat angin
Tiba tiba datang membuat
Sekeliling nya berhamburan.
Baron yang melihat sangat kaget
Ia langsung berajalan mundur takut." aku adalah iblis yang selama ini
bersemayam dalam tubuh raka.kalian
Akan mati seperti dendam nya "
Suara raka berubah lebih dingin." ingat lah ! Aku tidak akan
melepaskan jiwa raka yang sudah
Penuh dendam dam ambisi ia akan
mati bersamaku sekalipun dalam
neraka!" ucap keras Raka lalu melayang di udara.' apa __ itu tidak mungkin __ tidak "
tak percaya rara menggeleng pelan.Baron melihat raka yang melayang
di udara dengan mata memerah
wajah berubah lebih seram.
" sejak kapan ra__ ka bisa membuat
perjanjian dengan iblis" ucap baron
Pasalnya dia tidak pernah mengajarkan raka untuk membuat
perjanjian dengan iblis karna
Imbalan nya adalah jiwa sang
Pemilik." raka ,hah.. Hahh.. Kenapa jadi
Begini ,sejak kapan dia melakukan nya" lirih baron kesakitan.Raka langsung pergi menghilang
membuat sekitarnya menjadi panasRara yang melihat hanya menangis
Memandang kepergian raka yang
hilang dibalik kabut hitam.
" raka ,.. katakan ini semua tidak
benar .. , abi .. Bagaimana sekarang"
pasrah rara bicara sendiri..
Malam ini 😁
semoga suka ehe..
:)

KAMU SEDANG MEMBACA
Raka part 2 (END)
Short StoryRaka putra baron telah terbangun dari koma. selama 4 bulan koma akibat luka tembak di dada. membawa dendam untuk membalaskan kematian orang tuanya yang di bantai saat masih bayi. " raka .. terimakasih sudah Kembali .." isak rara. raka terkejut ketik...