DRAMA

157 34 19
                                        

Typo!!..
MAKASIH YANG UDAH BACA !
AKU SENENG BANGET!
GPP SEDIKIT VOTE 😚









     Di sebuah kamar luas yang mewah
dia sedang duduk didepan laptop memantau anak buahnya dengan tajam.
tangannya memaikan sebuah mainanan
sorot tajam mata birunya melihat dingin
ke salah satu cctv yang memperlihatkan
seorang perempuan kabur dari tempatnya.
dia hanya diam dengan wajah dingin
menatap lama perempuan yang dia benci.

" kau ingin bermain main denganku .. baiklah aku akan mengikuti keinginan mu"
datarnya.

sebuah pesan masuk di handphone raka
saat ia sedang asik bermain, dengan malas membaca pesan yang dikirim dari seseorang.

tuan, mizuki berada di hotel *** apakah saya harus mengikuti nya
08798****

" begitu ya ,sepertinya bermain sebentar tidak masalah " batin raka senang.

tidak usah
balas raka.

""

pintu kamar raka di buka oleh baron
dibelakang baron ada pelayan yang membawa sarapan untuk raka.
si pemilik kamar sedang asik bermain
dengan figure kamado tanjiro yang ukurannya besar beserta nezuko kamado.
baron yang melihat raka bermain figure
anime menghela nafas panjang
kemudian menghampiri raka di ujung kasur.

" raka , apakah kau mau ayah belikan yang terbaru dari figure tanjiro " tawar baron.

tangan raka sedang memainkan pedang mainan milik tanjiro yang kecil tapi tajam.
mendengar tawaran ayahnya membuat
raka menghentikan aksi bermainya.
" ayah mau membelikanya untuk ku ..!
tanya raka

baron langsung mengangguk pelan
menjawab pertanyaan raka putranya.
dengan senyum manis raka berkata.
" belikan aku pedang yang mirip dengan milik tanjiro tapi yang asli "

tanpa pikir panjang baron menyetujui
permintaan raka yang terbilang aneh.
sejak pulang raka mengalami banyak
perubahan dari tingkah sampai cara
berpikir raka yang seperti anak anak.
ini tidak logis emang ,tapi itu yang
dikatakan oleh dokter psikologi.
maka dari itu baron memaklumi
sifat kekanakan raka sekarang.
" tapi raka harus sembuh agar bisa bermain pistol bersama ayah " ucap baron.

" iya ,iya raka mau janji mau main lagi sama ayah" jawab lugu raka menatap baron.

baron melihat jam di tangan ya ini waktunya dia haru pergi ke luar kota.
mungkin tidak apa apa meninggalkan
raka sendiri di rumah ,dia yakin putranya akan baik baik saja walaupun mentalnya sedikit terganggu.

" raka ayah pergi jaga dirimu ,jangan takut jika ada yang menyakitimu mereka akan menjaga mu " nasehat baron mencium
rambut raka pelan kemudian pergi.
Pelayan masuk membawa makanan
untuk raka yang asik bermain.

" ck .., rasakan sekarang bertingkah
layaknya anak kecil dengan ini aku akan
membunuh mu tuan raka"  !
Ujar nya membawa pisau menuju ke arah raka yang  sedang membelakangi.

Jleb! Jleb!!

tetesan darah mulai mengalir dari pisau
yang menusuk dada sebanyak dua kali.
matanya terkejut melihat yang barusan
terjadi padanya ia tidak akan menyangka
akan mati di sini dikamar luas ini.

". . ka..u .. sungguh.. iblis.." ucapnya terbata dengan mulut penuh darah.

pemilik manik mata coklat hanya tersenyum manis dengan raut wajah datar.
mencabut belati dari dada si pelayan
seketika pelayan tersebut terjatuh
di lantai kamarnya.

" aku memang iblis bagi orang orang
yang menghiatiku ,kau seharusnya tidak
meremehkan ku begitu saja ,keluarga mu akan mati seperti kematian mu"
sahut raka nada rendah dingin.

Raka part 2 (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang