"Tidak apa memangnya jika aku dan Shadiq ikut?"
"Mau bagaimana lagi. Aku juga tidak tega jika melihat Shadiq akan jatuh sakit hanya karena aku tinggal."
Yoora mengangguk seraya menimang-nimang Shadiq yang sudah terlelap dari gendongannya.
"Tapi aku takut jika terdapat rumor negatif yang beredar nantinya. Kau seorang publik figur, maka tidak ada yang bisa menyangkal jika hal itu akan terjadi atau tidak."
Yoongi yang sedang membetulkan stroller baby milik Shadiq pun berhenti sejenak dan beralih menatap Yoora.
"Jika kau tidak memberitahu kepada yang lain bahwa kau bersamaku, itu bisa saja aman jika kita berhati-hati." Ucapnya dan kembali memperbaiki beberapa bagian yang belum ia selesaikan.
"Benar juga. Tap--"
"Sudah jangan membantah, ku mohon. Ini demi kebaikan anakmu dan juga diriku. Kau bilang ingin membantuku untuk melupakan Hani, kan?"
Yoora mengatupkan bibirnya saat Yoongi menerobos ucapannya.
Beberapa menit kemudian, akhirnya roda yang ada pada stroller baby milik Shadiq pun akhirnya bisa beroperasi dengan benar saat telah di uji coba oleh Yoongi langsung.
Sebelumya Yoora pun telah menaruhkan Shadiq ke dalam kamarnya tadi. Dan sekarang setelah ia kembali keluar rumah untuk menemui Yoongi, rupanya stroller baby itu sudah benar.
Melihat Yoongi yang sedang mencoba menjalankan stroller baby yang berjalan mulus, Yoora pun melebarkan mulutnya setengah karena kagum pada Yoongi yang bisa memperbaikinya. Padahal waktu itu, Jinyeon kakaknya sendiri saja bilang bahwa stroller baby itu sudah rusak parah, dan harus diganti. Namun jika diperbaiki oleh tangan yang benar, langsung bisa diperbaiki tanpa keluhan masalah dari Yoongi sejak tadi.
"Wah, kau hebat." Yoora refleks memuji kehebatan Yoongi yang bisa membenarkan barangnya dengan benar.
Yoongi yang sedang fokus dalam menjalankan stroller itu pun seketika menoleh ke arah Yoora yang sedang tersenyum manis kepadanya.
Senyum manis itu seolah mengingatkan Yoongi pada wanita lain. Siapa lagi jika bukan adik sepupu dari Yoora sendiri?
Seusai Yoongi mengingat hal itu, ia pun segera menghapusnya kuat-kuat dengan cara menggeleng kepala dan memejamkan matanya, agar tujuan ia untuk move on dari wanita tersebut bisa berlangsung lebih cepat.
"Kenapa menggeleng seperti itu?" Tanya Yoora terheran melihat Yoongi yang masih menggeleng tanpa menyadari bahwa ada Yoora di hadapannya yang sedang kebingungan.
Sontak ia pun memberhentikan gelengannya dan menatap Yoora dengan wajah seolah ikut bingung.
"H-hah?" Responnya yang sungguh begitu lucu jika Yoora perhatikan. Dengan adanya wajah Yoongi yang terlihat ikut kebingungan seperti ini, Yoongi justru terlihat seperti seorang anak-anak karena wajahnya yang menolak untuk tua meski umur sudah hampir berkepala tiga.
Wanita yang tengah hamil tua itu pun terkekeh kecil sembari mengelus perutnya yang buncit.
"Kau menolak tua atau bagaimana, sih?"
Alis Yoongi terangkat kembali, dengan wajah yang lebih menggemaskan dari yang tadi.
"Hah?" Respon nya lagi seperti itu.
Yoora tak kuasa menahan keimutan seorang Min Yoongi sekarang. Dalam hati ia berdoa supaya anak yang ada dalam kandungannya nanti akan sama imutnya seperti Yoongi. Karena seperti nya, ibu hamil ini akan mulai mengidolakan seorang Min Yoongi yang terkenal akan sikap tsunder nya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Seesaw
أدب الهواة"Aku menaiki jungkat-jungkit ini tanpamu." Ungkapnya sebelum menyadari bahwa ternyata masih ada seseorang yang bisa menemani nya dalam bermain jungkat-jungkit tersebut. Meski demikian, seseorang itu juga merasakan terjebak dalam permainan ini. Terj...