"Haruskah seperti itu?"
"Memang harus, hyung. Kau seperti tidak tahu saja bagaimana netizen berbicara jika semua ini akan terungkap. Yang ada mereka akan membolak-balikkan fakta, apa kau ingin seperti itu, hyung? Kasihan jika Yoora yang tidak tahu apa-apa justru terkena imbasnya."
Yoongi kelihatan berpikir sejenak sekarang. Ia hanya ingin tidak terima saja jika Yoora dan Shadiq nanti keluar lebih akhir dari yang lain. Karena prinsipnya, jika semua bersamaan, sekarang pun harus tetap bersama. Namun jika ini juga sudah menyangkut pautkan oleh karirnya dan juga suasana yang akan ia terima nanti bakalan buruk, mungkin ia harus pasrah. Biarlah Yoora dan Shadiq bersama dengan Eunha dan Winnie. Yang terpenting, wanita itu juga masih ada yang menjaganya, meski bukan dirinya.
"Ya sudah. Yoora, maafkan aku, sepertinya kau harus bersama Eunha dan Winnie untuk sementara. Nanti setelah sampai di dorm, aku akan kembali denganmu dan akan ada sesuatu yang harus kita bicarakan." Yoongi pun melirik ke arah Yoora yang sedang memegangi perutnya itu.
"Wuhhhh, sesuatu apa, tuh..." Winnie dan juga Eunha tiba-tiba saja meledeknya. Dan itu membuat Yoongi memutarkan bola matanya karena sudah terbiasa dengan kelakuan mereka berdua.
"Baiklah." Sahut Yoora setelahnya. Lalu Yoongi pun hanya mengangguk sebagai respon nya kembali.
Setelahnya, Yoongi masih menyempatkan untuk melihat keadaan Jungkook dengan istrinya itu. Tanpa sadar, hatinya berkata bahwa bukan Jungkook lah yang harus menjaga Hani, tapi dirinya. Dan kembali lagi saat otak mulai berproses jika ia bukanlah takdir untuk Hani, ia langsung tersadar sekarang bahwa Jungkook memang berhak untuk menjadi penjaganya.
Kaki jenjangnya pun ia langkahkan ke arah Jungkook dan juga Hani yang berada di pojok sana, dan ketika sudah sampai, ia bingung ingin mengucapkan apa.
Hani, aku akan menjagamu.
Kata hatinya kembali berbicara, seolah dirinya lah yang ada di posisi Jungkook.
"Jungkook-ah, jaga Hani.." Pada akhirnya, mulut berkata bahwa ia hanya bisa memberikan peringatan untuk Jungkook agar lelaki itu bisa selalu menjaga istrinya, yang sampai saat ini masih menjadi penunggu setia di hatinya.
"Eoh, sudah pasti, hyung." Jawab Jungkook seraya merangkul dan memeluk tubuh Hani dari samping.
Tentu rasa sakit itu kembali terasa setelah melihatnya. Namun kembali lagi, ia harus di tamparkan oleh kenyataan bahwa semua ini memang sudah seharusnya ia maklumi. Kendati sang hati belum bisa memaklumi sebab ia masih mengakui bahwa Jungkook tidak berhak berada di situ.
Berakhir Yoongi hanya mengangguk dan tersenyum sekilas sembari berjalan kembali ke arah member lainnya.
"Hyung, tidak apa?" Tanya Hoseok yang berada di sampingnya.
"Tidak apa, Hoseok." Jawabnya.
Setelah itu, semuanya pun langsung saja berjalan dan menyisahkan tiga perempuan yang kini menunggu giliran untuk keluar nanti.
Shadiq yang sejak tadi berada dalam gendongan Eunha, tiba-tiba ia langsung menangis saat melihat jika Yoongi pergi tanpa mengajak dirinya. Shadiq mengira bahwa ia akan di tinggal pergi oleh Yoongi.
"Nanti kita menyusul, ya, sayang.." Ucap Yoora seraya mengelus lembut surai hitam lebat milik putranya itu.
"Eitsss, Shadiq tidak perlu menangis seperti itu. Shadiq, kan, jagoan. Jadi jangan menangis, okei?" Eunha berusaha menenangkan balita laki-laki ini yang sedang ia gendong dengan menimangnya.
"Hah, Shadiq, aku punya lollipop. Ambillah.." Winnie yang sejak tadi merogoh tas selempang nya itu kini ia berikan lollipop berbentuk hati untuk Shadiq. Untungnya ketika sudah ia berikan, Shadiq mulai mereda tangisannya sesaat demi sesaat.

KAMU SEDANG MEMBACA
Seesaw
Fanfiction"Aku menaiki jungkat-jungkit ini tanpamu." Ungkapnya sebelum menyadari bahwa ternyata masih ada seseorang yang bisa menemani nya dalam bermain jungkat-jungkit tersebut. Meski demikian, seseorang itu juga merasakan terjebak dalam permainan ini. Terj...