Eps 9

2.7K 224 16
                                        

Sedang berniat rajin up untuk kalian semua 😍👌(walao ntar lgi sibok ujien :))

◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇

  Sinar matahari mulai masuk menembus celah jendela menyapa seorang laki laki manis yang masih terlelap. "Hum.." Si manis itu sembari mengusap matanya yang masih lengket.

  "Hungg.., Morning world" ucap Haechan si manis itu sembari duduk sejenak dan merenggangkan badannya. "Uhh.., kepalaku sakit sekali" ujarnya sesaat setelah ia mencoba untuk berdiri.

  "Hum.., aku rindu Markie. Aku ingin cepat sembuh" gumam Haechan sembari berbaring kembali. Ia memegangi kepalanya lagi dan menghela nafas kasar. "Sakit sekali.." Ujarnya sembali meringkuk di bawah selimutnya setelah merasakan kepalanya berdenyut.

  "Bayi eomma sudah bangun kah?" Tanya Ten yang membuka pintu seraya tersenyum masam. Ya, Ten mendengar semua yang Haechan katakan. Tentu sebagai seorang ibu ia dapat merasakan kalau Haechan merasa sangat kesakitan.

  "Eoh, eomma.., Chanie gwenchana" ucap Haechan dengan senyum simpul. Sekali lagi hati Ten terasa berdenyut melihat anaknya yang berpura - pura baik saja menahan sakitnya. Ten mengelus pipi gembil Haechan yang masih terasa panas karena demamnya belum turun.

  "Apa yang gwenchana Chanie.., badanmu masih panas.., mukamu sangat pucat.., kalau terasa sakit katakan pada eomma ya? Eomma akan berada disampingmu" ucap Ten panjang sembari memeluk dan mengelus surai halus si manis Haechan.

  "Hum.., hiks.., hiks..., eomma.. sebenarnya ini sangat sakit huwee.., sangat tidak nyaman, kepala chanie sangat pusing dan tenggorokan chan sangat kering, hiks.." Jawab Haechan sembari membalas pelukan eommanya dan menangis dipundak eommanya.

  "Shtt.., Chanie jangan menangis lagi ya.., ada eomma, eomma akan bawakan sarapan dan obat untukmu agar kau cepat sembuh.." Ucap Ten menenangkan Haechan. Ten mengecup kening anak kesayangannya itu dan keluar untuk mengambilkan sarapan Haechan.

  "Huhh.., anakku sudah sangat kesakitan.., aku sudah tidak bisa tinggal diam" Ujar Ten dengan sorot mata yang tajam. Ten menelfon seseorang lalu ia ke lanjut kedapur untuk menyelesaikan tujuan awalnya ia keluar dari kamar Haechan.

WARNING, BANYAK KTA KAZR ZYNK HmZ :v

3 hari pun berlalu... ( biar cepet ^ ^)
  "Hey bisa gk lu brenti ngikutin gw anj*ing g*oblk?" Ucap Mark yang sudah mencapai batas emosinya. "Kok kamu gitu sih sayangg" ujar Chaewon sembari menggelayuti lengan Mark.

  "Ck, sadar diri lu, klo Haechan yang begitu mah gemes, klo lu mah kek ta*i an*jeng, mana muka kek b*abi" ujar Mark tajam sembari menepis tangan Chaewon dan meludahi wajah perempuan j*lang itu.

  Jaemin dan Felix yang melihat itu hanya menganga dan menutup mulutnya tak percaya. Karna sebelum ini walau Chaewon mengganggu Mark, Mark hanya akan acuh tak acuh pada Chaewon.

  Dan ya seluruh siswa di sana termasuk Jeno cs hanya menahan tawa. Chaewon menunduk, ia merasa tak terima, dipermalukan didepan banyak orang. "BERANINYA KAU MEMPERMALUKAN AKU JUNG MINHYUNG !" Teriak Chaewon lantang.

  "Tentu saja anakku berani j*alang" ujar seorang pria yang menggandeng seorang lelaki manis, ya itu Taeyong dan Haechan. Tak lupa Ten, Johnny, dan Jaehyun juga berada disitu.

  "Ha? Siapa kau? Mengaku - ngaku orang tua Mark. Dilihat dari cara bicara, pakaianmu dan pria dibelakangmu kau adalah banci, sampah, jalang yang suka rebut punya orang seperti lelaki sampah jelek dan tingkah seperti anji*ng yang kau gandeng itukan?, pastinya,sudah  terlihat kalian hanya homo sampah" Cetus Chaewon enteng. Tentu saja seluruh yang ada diruangan itu terkesiap. Terutama Mark, Jaehyun, Johnny dan Ten.

  "APA MAKSUD LU JELEK JELEKIN IBU SAMA TUNANGAN GW DIHADAPAN GW AN*JING?" Mark melayangkan bogeman keras di perut Chaewon sampai - sampai wanita itu menyemburkan sedikit darah dari mulutnya.

  "Uhkk , j- jadi cowo ini ibu kamu? M, maaf -UHKK" Ucapan nya tersela dikarenakan Jung Jaehyun yang murka sampai - sampai menampar pipinya. "Anda bilang apa istri saya tadi? Banci? Sampah? Jalang? Perebut milik orang lain? Sepertinya anda menyebutkan diri anda sendiri bukan istri saya" ujar Jaehyun menatap tajam pada Chaewon.

  "B -bukan !! Aku bukan perebut ! Yang perebut itu si jalang sok imut, sok manis yang rebut perhatian Markkk" teriak Chaewon sembari menunjuk Haechan penuh dendam. Chaewon menggertakkan giginya, sedangkan Haechan hanya menatap dengan tenang.

  "Mwo? Kmu bilang anak sya perebut? Haha, lucu. Coba kamu berkaca dulu, bahkan gelar anj*ing dan jalang terlalu bagus untukmu to*lol" ujar Ten berjongkok dan menjambak Chaewon sembari tersenyum dan menghempaskan badannya ke lantai dengan kasar.

  "Hiks, hiks, tolong aku Yuta oppa ~" ucap Chaewon yang meminta tolong pada Yuta yang ada didekatnya. "Kau-" kata - kata Taeyong terhenti. "Ha? Gw? Utututu tatit ya cayang" ujar Yuta mendekati Chaewon sembari memasang ekspresi sedih yang dibuat - buat.

  "Hiks iyaa" jawab Chawon. "Tapi gw g peduli" ujar Yuta kembali memasang ekspresi datarnya. "T- tapi", "Tapi paan? Gw kesini? Gw nyamperin lu cuma mikir lu bagusnya di cekek ato dijambak, lu kira gw mau nolongin lu? Sorry NAJIS SAYANG" Ucap Yuta sembari tersenyum dan dengan sengaja menginjak kaki Chaewon.

  "Wahh si tukang tidur kece" semua murid di sana tepok nyamuk buat kata kata Yuta :v. "Lihat saja nanti, ayahku tidak akan tinggal diam ! Ukh " bentak Chaewon sembari menjerit marah dan kembali batuk darah karena Mark menendang perutnya "menjijikkan tidak tau posisi" Ucap Mark sembari menatap sinis.

  Haechan berjalan menghampiri Chaewon. "Hum.., coba ulang lagi?" Tanya Haechan berjongkok didepan Chaewon. "AYAHKU, PEMILIK SEKOLAH INI, PENGUSAHA BESAR TERKAYA DI PERINGAT 20 DI NEGARA INI" Chaewon membentak Haechan bermaksud mengintimidasi.

  "Umm peringkat 20 ya? Tapi baru saja ayah dan ibu Chaewon bangkrut  ^ ^" ujar Haechan sembari tersenyum manis. "Apa m - maksud mu?" Tanya Chaewon sedikit waspada.

  "Chaewon tida tau yaa?, perusahaan keluarga Haechan sudah membeli dan mengambil semua saham yang keluarga Chaewon punyaa" lanjut Haechan sembari bangkit dan Chaewon melihat dua bodyguard yang memegang banyak berkas.

  "T - tidak mungkin" ujar Chaewon tidak percaya. "Biar ku kenalkan, Mark berasal dari keluarga Jung yang pastinya kau tau memimpin semua industri di Korea ini, dan ya menjadi nomer 1 di Korea, no 2 di Amerika dan Kanada" Jelas Johnny dengan mata mengintimidasi.

  "Tapi asalkan kau tau, anakku ini Seo Donghyuck, atau kau panggil Haechan, berasal dari keluarga Seo. Ya, pasti kau sudah pernah dengar. Seo yang mendominasi industri dan perusahaan di Kanada, Thailand, Amerika, Korea dan sedang dalam proses menguasai industri di Jepang. Kami nomer 1 di Thailand, Amerika, dan Kanada dan no 2 di korea" jelas Johnny panjang lebar sembari tersenyum.

Yaa.. Chaewon mencari masalah dengan orang yang salah...







































Lanjut?















Jangan ngamuk plis, ini pegel :))

Jangan lupa vote and comment btw  ^ ^

Malu - Malu Tapi MauTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang