"aku suka es krim kenapa?salah?ribut sini!!"
cerita seorang gadis cantik bernama Karisa lyadra Danendra. Penyuka es krim dan hal hal yang berhubungan dengan benda langit. Beberapa hal dimasa lalu membuat gadis itu mempunyai traumatik yang belum hila...
"Kamu ga kangen sama aku?bangun Karisa"ucapnya lirih.
Gema tidak tidur sedari semalam, ia hanya ingin menunggu Karisa membuka matanya.
Kenzo masuk dengan beberapa paper bag yang ia bawa.
"Gar makan dulu tar Lo ikutan sakit lagi"titahnya.
Gema mengangguk, "iya"jawabnya singkat.
Dokter aryo dan dokter Smith masuk keruangan karisa, dua dokter berkacamata itu segera mendorong brankar Karisa keluar dari ruangannya.
"Dok Karisa mau dibawa kemana?"tanya gema.
Dokter aryo melepas maskernya, "Karisa akan segera dioperasi mau tidak mau dia harus keamerika hari ini juga"jelas dokter aryo.
Gema terdiam, amerikabatinnya.
"Gar"panggil Kenzo.
Keluarga Karisa dan teman temannya berada dirumah sakit sekarang.
"Tolong lyadra tenang, Karisa akan baik baik saja"ucap Wijaya.
"Ayah ngak lyadra gamau ayah, lyadra cuma punya Karisa"ucap lyadra dengan tangisannya yang semakin gencar.
Dokter Smith menepuk pundak lyadra pelan.
"please don't make things more complicated Mrs. lyadra, Karisa will be fine. there he will get the best treatment hopefully when he comes back here he will recover and not feel Again"jelas dokter Smith.
Lyadra menghapus jejak air matanya, tubuh kecilnya memeluk Karisa rengkuh.
"Kamu harus pulang, harus. Bunda disini sayang bunda nungguin Karisa disini"ucapnya pelan tepat didekat telinga Karisa.
Gema memijat pangkal hidungnya pelan, "apa gak ada yang bisa ikut selain anda?"tanya Kenzo pada Wijaya.
"Rumah sakit disana membatasi pasien dari luar saya sudah berbicara pada pimpinan rumah sakitnya agar menyiapkan tiket khusus untuk Karisa, namun tetap saja hanya saya yang bisa ikut"jelasnya.
Nadia menggenggam lengan mungil Karisa.
"Get well soon bestie, gw tunggu Lo disini. Kita udah mau try out jangan sakit lagi"ucapnya pelan.