Posisi.

205 37 8
                                        

Yoshi berkedip, setengah bingung setengah malas. Ingin kabur saja rasanya

Hyunsuk— si kecil yang dulu sempat dia tolong— berisik sekali menyeretnya kesana kemari setelah pulang dari panti

Remaja itu berkunjung ke Panti hanya sekedar bantu bantu memasak atau kegiatan rumahan lainnya, tidak ada yang Istimewa. Mereka berdua bahkan kompak membersihkan panti sampai benar benar bersih

"Kamu gak sekolah?" Yoshi bertanya, setelah mereka duduk tenang di Kursi taman dengan Hyunsuk masih mengoceh. Tentu saja


Hyunsuk menoleh, dia mengulas senyum tipis. Meski matanya terlihat sedih "Tidak. Aku harus bantu Ibu jualan."

"Jualan?"

"Iya, ibu punya kedai Jjangmyon kau bisa kesana ajak sekalian teman temanmu ini alamatnya nanti ku kasih Diskon 1% persen deh."

Yoshi tertawa, menerima selebaran kedai Jjangmyon yang hampir lusuh lengkap dengan alamat dan nomor telepon "Oke nanti aku ajak banyak orang kesana."

Mata Hyunsuk berbinar "Serius? Hmm oke diskonnya tambah jadi 1,5 persen."

Tawa Yoshi semakin menggema, dia menggeleng pelan. Ada ada saja, kasih diskon kok perhitungan

"Oh ya kau tidak punya pacar atau gimana gitu? Sedih sekali sendirian terus." Hyunsuk bertanya, wajahnya berkeringat. Padahal hari tak terlalu panas

Yoshi menggeleng, jujur saja dia belum terlalu paham Konsep pacaran atau jatuh cinta. Mungkin dia akan bertanya lagi pada Bunda Doyoung "Tidak ah, aku belum terlalu mengerti masalah seperti itu."

Di sebelahnya Hyunsuk berdecak "Payah, aku dong... Sama belum punya sih." Dia nyengir lebar hingga giginya terlihat, mengibas ngibaskan kaus ketika panas serasa makin menyengat

Yoshi merangkum wajah Hyunsuk, membasuh dengan tangannya lantas berdecak kecil "Ya sudah sama sama belum pernah pacaran jangan saling melecehkan."


Remaja di sampingnya merengut, mengusap wajahnya pelan "Harusnya saling melengkapi iya kan?" Alisnya naik turun menggoda

Dan Yoshi lagi lagi tertawa, Hyunsuk itu sepertinya Hiperaktif  sekali. Baterai tubuhnya sejak tadi tidak habis habis, setelah lelah beberes panti tenaganya malah makin terisi penuh

Tidak lelah mengoceh dan menceritakan hal hal tidak berguna pada Yoshi, sementara Yoshi disini sebagai pihak pendengar

Rela di seret kemanapun oleh Hyunsuk, Yaa walaupun dia sendiri bingung kenapa dia pasrah begini?

Tetapi senyumnya pudar kala matanya melihat Jeno dan Jaemin berjalan beriringan, tak jauh dari tempatnya dan Hyunsuk

Mereka tertawa bersama, sesekali Jeno mengusak rambut Jaemin lembut. Oh, kenapa Yoshi merasa sakit?

"Lihat apa?" Wajah Hyunsuk menghalangi pandangannya, remaja itu melambaikan tangan di depannya berkedip bingung

Oh Astaga! Yoshi pikir dia kena serangan jantung melihat wajah Hyunsuk dari jarak sedekat itu

"Hei! Kau mau aku serangan jantung." Yoshi mendelik, menggeser wajah Hyunsuk lalu menarik nafas. Jeno dan Jaemin sudah tidak ada

"Kenapa aku manis ya?" Hyunsuk menggoda, mencolek dagu Yoshi lantas tertawa kecil saat mendapati pipi memerah yang di Goda

Iya sih Hyunsuk manis, tapi kelakuannya...... Bisa bisa Yoshi elus dada tiap hari kalau berpacaran dengan Hyunsuk

Eh Kok?!

"Sudahlah aku harus pulang, Bunda menunggu di rumah." Yoshi bangkit, menepuk bokongnya siapa tahu ada Kuman Hyunsuk menempel

"Yee anak Bunda." Hyunsuk mencibir dia langsung melengos pergi ketika Yoshi berbalik, ingin melemparnya dengan sepatu

"Lain kali kau akan terpesona padaku." Dan Yoshi mendengus mendengar teriakan penuh percaya diri Hyunsuk

Tidak perlu lain kali sih, toh Yoshi sudah terposina pada Hyunsuk

Hmmmm.

___________


Aduh Yoshi menyesal pulang lebih awal, masa iya dia melihat Ayah dan Bundanya sedang Ciuman diatas sofa begitu?

Astatang kak Mark! Jeno! Tolong...

Dia berbalik bersembunyi halaman samping rumah, membungkuk dengan tangan bertopang pada lutut. Sumpah, jantungnya berisik sekali rasanya seperti terpergok maling di rumah tetangga

"Hoi!" Yoshi terjatuh, terjungkal, terguling guling —tidak juga sih— ketika Mark menepuk bahunya kencang

Kakaknya itu bersama beberapa orang di belakangnya, memalukan sekali kesan pertama Yoshi sebagai adik malah memalukan begini "Kak! Kaget aku."

Mark hanya tertawa, menepuk bahu Yoshi lalu mendorongnya kembali ke depan pintu masuk. Yoshi menggeleng "Kenapa? Seperti habis lihat hantu saja."

"Kak aku lihat Bunda dan Ayah Ciuman." Itu Yoshi berbisik, tidak mungkin kan bicara seperti biasa ketika teman teman kakaknya ada disini? Iuh tidak elit sekali

Mark menutup mulut, hampir tertawa "Sudah selesai kok, ayo masuk."

Ketiga teman Mark mengekor, Yoshi berjalan berdampingan di depan bersama Mark. Sedikit tidak nyaman karena Yoshi tahu dua orang teman kakaknya menatap dia dengan pandangan kurang bersahabat

Entahlah, Yoshi tidak yakin kenapa orang orang seperti itu?

"Lihat sudah kan?" Mark menunjuk dengan kedua tangan. Benar! Jaehyun dan Doyoung sekarang malah sedang duduk bersebelahan, menonton Televisi Seperti biasa

Tapi.... Astaga, Yoshi malu.

"Apanya yang sudah?" Doyoung menyahut, Mark menggeleng dengan tawa sementara Yoshi wajahnya memerah malu

"Aku mau ke kamar." Yoshi pamit, buru buru kembali Seperti seorang gadis yang habis menonton Film Porno

Kok? Kurang nyambung.

Doyoung menatap Jaehyun "Jangan jangan Yoshi liat kita...." Dan Mark yang mengangguk membuat Doyoung tertawa, Hihh manis sekali sih Salah Tingkah anaknya itu

"Mark dia adikmu?" Salah seorang teman Mark bertanya. Dia Hwang Hyunjin, wajahnya mungkin terlihat menyebalkan dan bagi Mark memang dia menyebalkan

Mark mengangguk "Iya kenapa?"

"Ohh jadi dia anak yang keluargamu Pungut dari panti Asuhan? Beruntung sekali, coba saja aku di buang oleh orang tua asliku mungkin nanti aku yang di pungut keluargamu." Satunya —Felix— menyahut, bertos ria dengan Hyunjin

Mark menggeram kesal, tangannya terkepal hampir memukul mereka berdua andai Jihoon —temannya yang lain— dan Jaehyun tidak menahan tangannya "Sudahlah Mark, kita kesini untuk membahas KKN ingat?"

"Saya harap kalian berdua mengerti Tata Krama." Jaehyun berucap datar, Hyunjin dan Felix terdiam. Tidak mampu menjawab

Dalam hati merutuk Yoshi, iya bagaimanapun ini semua salah anak pungut itu.

Kedatangan Jeno membuat suasana sedikit cair, anak itu tanpa beban menerobos masuk ke tengah tengah Doyoung dan Jaehyun dengan senyum lebar

Itu mengundang decak gemas dari Doyoung dan Jaehyun serta Mark yang mulai Fokus pada persiapan KKN nya.

Hanya saja ada seseorang di ujung tangga yang memegang Gelas dengan tangan gemetar—

Perlahan dunia seolah ingin membuatnya sadar akan posisinya di rumah ini

Seorang anak buangan dan seseorang yang mungkin tidak seharusnya ada disini.

Yoshi seharusnya tahu diri dimana tempatnya berada, harusnya ia asing jauh dari siapapun, lagipula bukankah perkataan teman teman Mark benar? Dia hanya anak pungut yang merepotkan.















To Be Continue.....

IridescentCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang