Bab 8

2 1 0
                                    

Lima belas menit kemudian, akhirnya Al pun turun dengan diri nya yang sudah rapi. Saat Ia melihat jam di tangannya, ternyata itu baru menunjukkan pukul 08.20 menit.
Al pun hanya menghela nafas, pupus sudah niat nya yang ingin tidur sampai siang.

"Abang udah siap?" tanya Billa

"hmm, mau beli apa sih Dek?" tanya Al

"mau beli jajan, Abang. Tadi juga Mama nitip beliin bahan buat kue," ujar Billa

"buat kue nya kapan?" tanya Al

"nanti sore kata Mama," ujar Billa

"harus banget belanja sepagi ini?" tanya Al

"ini udah siang, Abang. Biar gak antri juga nanti," ujar Billa

"huffttt,"

Al pun kembali menghela nafas.

Sedangkan Billa sudah berlari menuju motor Al.

"ayok Abang!" teriak Billa

"untung adek gua, kalo gak bakal gua buang tuh bocah," cibir Al

"jangan lupa titipan Mama ya Bang," teriak Mama nya dari arah dapur

Ia pun tidak menanggapi dan memilih langsung berjalan menuju motornya. Saat sampai di samping motor, ternyata Billa sudah berada di atas motor sembari memainkan ponsel nya. Ia pun dengan cepat merampas ponsel Billa.

"ih Abangggg. Siniin hp Bilbil!" rengek Billa

"anak kecil jangan main hp terus," ujar Al sembari mengantongi ponsel milik Billa

Billa pun langsung memberengut kesal dengan tingkah Kakaknya itu.

"gak usah ngambek, jadi gak belanja nya?" tanya Al

"jadi dong! Ayok Bang, cepet," ujar Billa bersemangat

Setelah itu, Al pun menghidupkan dan mulai menjalankan motornya.

***

Di lain sisi, Khayra dan Khayla sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan. Mereka mendapat perintah dari sang Mama untuk belanja mingguan kali ini, karena pembantu di rumah harus sibuk membersihkan seluruh isi rumah.

"Khayra, gula nya berapa kilo?" tanya Khayla

"tiga,"

"Khayra, ikan nya mau yang mana?"

"simba,"

"Khayra, daging nya berapa?"

"tiga kg,"

Khayla yang sibuk memilih belanjaan, sedangkan Khayra yang tinggal membayar dan membawa belanjaannya.

***

Setelah sampai di pusat perbelanjaan. Al dan Billa pun segera turun dan masuk ke dalam supermarket itu. Mereka mulai mencari snak untuk stok cemilan di rumahnya.

"Bang mau ini,"

"yang iniiii,"

"ini juga deh,"

"Bilbil suka iniii,"

"ihh Bilbil suka banget sama permen lolipop,"

"wihhh ciki nya banyakkk,"

Kira-kira seperti itulah celotehan yang Billa ucapkan. Al pun hanya berdeham tanda memberikan izin untuk Adik nya membeli semua yang di inginkan.

"sini, cari bahan-bahan buat kue Mama," ujar Al menggandeng tangan sang Adik

Mereka pun pergi menuju sisi yang khusus untuk bahan-bahan kue. Saat sedang memilih, tiba-tiba saja ada yang menabrak diri nya.

Brukk

"au sa-sakit," ringis Khayla saat tangannya terpentok rak di sebelahnya

"sorry," ujar Al

"loh? Al?" tanya Khayra sembari membantu Khayla untuk bangun

"Khayra kan? Sorry, ada yang sakit?" tanya Al sembari menoleh ke arah Khayla

"lecet," ujar Khayra saat mengecek tangan Khayla

"it's oke, nanti di rumah di obatin," ujar Khayra

"Kakak cantik," sapa Billa kepada Khayra dan Khayla

Mereka pun hanya tersenyum menanggapi sapaan Billa.

"Abang ngawur ih, buat orang luka. Nanti Bilbil aduin ke Mama," ujar Billa

Al pun hanya merotasikan kedua bola matanya.

"gak papa kok, Dek. Ini cuma luka biasa," ujar Khayla

"mau di bawa ke rumah sakit gak, Kak?" tanya Billa

"gak usah Cantik. Ini gak papa kok," ujar Khayra

Billa yang di puji cantik pun tersipu malu.

"Bang Al, Bilbil ada yang muji cantik. Bilbil seneng banget tau," bisik Billa kepada Al

Sedangkan Khayra dan Khayla yang memang masih bisa mendengar ucapan Billa pun hanya terkikik geli.

"btw, kamu lagi cari apa?" tanya Khayla kepada Al

"bahan buat kue," jawab Al singkat

"Abang, jangan cuek-cuek ih," bisik Billa

"Kakak-Kakak cantik namanya siapa? Kok muka nya sama?" tanya Billa polos

"ekhem, aku Khayla. Ini Kakak kembaran aku namanya Khayra, muka kita sama karena kita anak kembar hehe," ujar Khayla

"wihh keren, anak kembar. Nanti Bilbil juga mau deh punya anak kembar," ujar Billa polos

Mendengar pekataan polos adiknya, sontak pupil matanya membesar. Apa-apaan adik nya itu, baru juga kelas 6 sd sudah membahas tentang anak. Bahkan diri nya saja belum sampai terfikir sejauh itu. Sedangkan Khayra dan Khayla hanya menggaruk tengkuk nya yang tak gatal. Mereka bingung harus membalas apa untuk perkataan adik Al itu.

"gua duluan," ujar Al sembari menyeret adik nya menuju meja kasir

"sampai ketemu lagi Kakak kembar!" teriak Billa sembari melambaikan tangannya

Khayra dan Khayla pun hanya tertawa sembari ikut melambaikan tangannya melihat tingkah Billa.


Alvino DewantaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang