"Victory, dia pemain terakhir dari generasi sebelum nya." Ucap Yulian. Pemuda itu meletakkan buku tebal yang ditemukan Vante diatas meja perpustakaan. Setelah mendengar pernyataan pemain terakhir itu, dan tanda bercahaya dileher Aelios, mereka memilih mencari tahu apa arti semua ini. "Dia bukan pemain yang dibutuhkan, awalnya hanya ada enam pemain. Tapi Victory terseret saat angin mengarah kebarat daya, saat itu adalah waktu bulan sabit ketujuh dalam setahun, tanggal tujuh dan menit ketujuh tepat setelah waktu menunjukkan pukul 00.00. Tapi yang aneh, penanggalannya tidak sesuai dengan yang biasa kita gunakan.." Jelas Yulian panjang lebar, malam itu semua orang setuju jika pemuda pucat itulah yang akan menyelesaikan buku itu terlebih dahulu. Mendahului sipemimpin Gwaniel karena dirinya dicap paling teliti.
"Jadi kalender apa yang dia gunakan?" Tanya Rain.
Yulian menggeleng pelan, "Disini tidak dijelaskan." Mereka semua kompak menghelas nafas, sejujurnya semua hal yang mulai terangkai ini sangat rumit.
"Yulian, aku akan membacanya setelahmu." Gwaniel mengajukan dirinya. Jika diumpamakan, Gwaniel adalah pemain paling cerdas dan palinh jenius yang ada disini, sifatnya itulah yang menuntun pemuda itu menjadi seorang dirigen, seorang pemimpin dari para pemain utusan. Semua mengangguk setuju, "Tapi kalian harus mendengar ini." Yulian kembali mengangkat suaranya, ia pikir ia harus menceritakan hal aneh yang dibacanya dari buku itu.
"Apa?"
"Victory adalah pemain yang tertarik kedunia ini, itu artinya pemain yang tidak dibutuhkan. Sepertinya buku ini adalah jurnal catatannya, ia selalu menuliskan jika ia sendiri dikastil ini." Semua orang menatap Yulian serius.
"Kemana pemain lain?" Tanya Arsen.
Yulian menjentikkan jari nya, Pertanyaan Arsen sesuai dengan apa yang diinginkan nya. "Tapi apa kalian menyadarinya? Diakhir buku ini memiliki dua halaman kosong, kemudian dibawah halaman kosong itu tertulis 'tertanda Victory', seperti seharusnya ada sesuatu yang ditulis Victory disana." Yulian membuka halaman terakhir buku itu. Pemuda pucat itu benar, ada dua halaman kosong sebelum tertulis nama Victory disana.
"Jangan beritahukan ini pada Bibi Anne."
"Kenapa?"
Mereka semua salin bertatapan, bertanya-tanya dari mana asal suara dingin nan menusuk itu. "A-aelios?" Mereka semua menegang, lagi, pandangan mata Aelios yang biasanya hangat itu lagi-lagi berubah menjadi kelam. Seperti malam itu, Aelios lagi-lagi berubah menjadi seperti itu.
"Aelios!!!" Nero memekik, mengguncang pelan bahu Aelios yang ada disamping nya.
"Eoh? Ada apa?" Pemain kelima itu terlihat linglung sedetik setelah pekikan Nero, netranya kembali hangat, suaranya yang tadi terdengar dingin itu kembali menjadi seperti biasa, hangat.
"Itu terjadi lagi...." Rain berucap lirih, menatap Aelios yang ada disamping nya dengan tatapan nanar.
Dahi Aelios mengerut, saat itu sadar tentang apa yang baru saja terjadi dengan nya "Maaf....." Aelios menunduk dalam. Hal 'itu' yang terjadi lagi pada nya tidak bisa ia kendalikan.
"Aku akan terus mencari tahu tentang apa yang terjadi pada Aelios, untuk sekarang jangan beritahu siapapun tentang ini." Ucap Yulian yang diangguki semua orang. Mereka harus meminimalisir tragedi yang terjadi, mereka tidak pernah tahu apa dan bagaimana respon Bibi Anne terhadap semua ini.
•
•
Suara alunan alat musik itu terdengar merdu terdengar diaula besar yang ditempati tujuh orang pemuda berlatih. Semua pemain penutup netra mereka, menikmati alunan musik yang mereka ciptakan dari alat mereka masing-masing.
Sqmpai tiba-tiba saja suara berdecit dari senar biola Vante terdengar memekakkan telinga, semua orang menghentikan permainan mereka, mengalihkan mata kepada sosok pemuda yang terlihat menutup rapat telinganya dengan kedua tangan. "Ada apa dengannya?" Nero berdiri dari kursinya, kemudian mendekati Vante yang masih terlihat membekap erat telinganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GEMA : When The Wings Spread
Fanfiction[REVISI] Vante yang mencintai musik tapi tersadar jika suaranya hanya bergema sendirian, gemanya berwarna semu karena tidak ada gema lain yang melengkapi. Pria muda itu kemudian bertanya-tanya. Apa arti semua ini? Saat menyadari hal itu, mimpi-mimpi...
