5.Five

31 6 1
                                        

"Jika dirimu kurang bersyukur,maka ada manusia yang jauh lebih kurang namun tetap bersyukur atas apa yang ditakdirkan tuhan kepadanya"

....

"Ya,gue mau."
Ucap Clara, sebenarnya ia sangat terpaksa sekali menerima permintaan cowok yang sedang berada di hadapannya ini,jika ia bisa membayarnya ia lebih baik membayar uang Asa dibanding harus menjadi babu markasnya.

"Bagus,Lo keluar rumah sakit langsung bersihin markas gue,ok."
Asa sedikit acuh,ia masa bodo dengan kondisi gadis dihadapannya ini yang tengah menjalani rawat inap,ia tahu jika orang yang telah keluar dari rumah sakit juga harus beristirahat di rumah untuk masa pemulihan,tetapi ia tidak peduli akan kesehatan gadis didepannya ini, menurut nya perjanjian tadi telah di klaim oleh gadis itu,jadi tidak perlu mengkasihani lagi,lagi pula gadis itu telah ada di bawah kendali Asa.

"Gila banget Lo,cowok macam apa coba,orang baru keluar rumah sakit malah disuru ngebabu,seharusnya kan beristirahat dirumah!,"
Mendengar tutur kata asa yang tadi dilontarkan oleh asa untuk Clara,tentu Clara tidak terima,ia kan juga perlu istirahat dirumah jika telah keluar dari RS ini.

"Berisik, perjanjian tadi udah Lo klaim jadi deal kan?,"
Asa telah menguasai Clara sekarang,jadi bagi asa gampang untuk bermain mainkan gadis ini.

Clara terdiam,ia tidak bisa buat apa-apa lagi,karena memang omongan lelaki itu ada benarnya.

Setelah mereka adu bacot berdua,4 lelaki itu kini sedang duduk dan membisu menatap drama yang sedang ia lihat didepan matanya kini,ya drama keributan seorang asa dan Gadis cantik bernama Clara.

"Bos,udahlah jangan ribut Mulu,liat noh si jasper kek tai,dari tadi sempe-sempetnya nelponin ceweknya terus."
Timpal bumi,ia sangat geram sekali dengan tingkah laku temannya itu selalu saja mempermainkan hati seorang perempuan.

"Iri Lo?,sini gue jodohin Ama monyet gue dirumah dia juga jomblo,Lo mau gak bum?" Jasper kini telah mematikan sambungan telepon dari cewek yang kesekian kalinya,karena ia sekarang lagi berada dirumah sakit,cukup dirumahnya saja ia lanjutkan.

"Bangsat Lo per," Bumi melemparkan masker yang bumi pegang ke muka jasper.

"Kita balik apa disini aja?" Timpal kala,ia dari tadi hanya diam membisu melihat perkelahian teman-temannya ini.

"Emang Lo pada mau balik,kasian anjir ni cewek gak ada yang nemenin,wah tega syekali anda anda," meraki pun membuka suara dan mendekati ke arah Clara.

"Berisik,kita balik aja.biarin dia ditemenin keluarga nya." Asa hendak pergi namun ditahan oleh perkataan bumi.

"Kalo kita mau balik pastiin dulu ini cewe aman,menurut Lo emang Lo mau dia gak sembuh-sembuh terus gak bisa Lo jadikan babu dong?" Bumi benar,ia juga sedikit khawatir dengan keadaan gadis didepannya ini.

"Ya,suru telepon keluarganya lah!"
Jasper menatap seorang gadis yang kini sedang mendengarkan mereka mengobrol di depan matanya ia hanya diam membisu.

"Hp Lo mana? boleh gue pinjem buat telepon keluarga Lo? Buat mastiin aja Lo bakal dijagain sama keluarga Lo,"
Lembut ya lembut suara tersebut berasal dari meraki,meraki kini menatap gadis ini dengan tatapan meminta jawaban atas pertanyaan nya,namun tidak ada jawaban gadis ini sedang melamun,sedetik kemudian ia tersadar akan meraki telah menepuk pundaknya.

AKU CLARACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang