Cerita seorang narapidana yang kabur dari penjara, dan menyamar sebagai seseorang karena ketidaksengajaan membuatnya harus merasakan penjara yang lain. Dengan terpaksa dan keadaan yang memintanya menjadi orang lain. Akankah narapidana ini akan menja...
"Aku tidak bersuami ko mbak?", ucapku dengan jujur, meski dalam batin aku tidak akan
bersuami. Lebih tepatnya aku ini sudah beristri.
"Oh... Maaf mbak, kirain cowok yang tadi bertemu dengan mbak adalah suaminya mbak","Maaf ya mbak", ucap sesal dari pelayan itu yang sempat menyangka cowok yang
mengantarkan handphone itu adalah suamiku. Sakitnya beneran luar biasa, belum lagi dikontrol
tangannya yang kuat itu jika dibandingin dengan cewek lain, termasuk istriku yang
"Mas, jangan pergi lagi ya mas... Temani aku di sini, aku ga mau jauh dari kamu lagi",
Hahhh....
Seorang tahanan dilaporkan kabur dari lapas, polisi sedang memburunya . Padahal aku
sendiri baru menghidupkan tv, namun karena tidak enak ditonton. Aku putuskan untuk
mematikannya kembali. Aku mencoba bermain sosial media untuk mengurangi
kebosananku saat ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ilustrasi waktu sarapan
"Hmm... Daftar dulu ya?", terlihat tombol bertuliskan Sign Up . Aku langsung
menekannya, tertulis memilih email atau nomor telepon. Ku pilih nomer telepon, aku
mulai bingung karena tidak tahu nomer hpku ini. Sedikit hafal tentang kode dial telepon,
akhirnya aku tahu nomerku. Ku catat di dalam note kecil dekat meja rias. Ku masukkan ke
dalam daftar media sosial tadi, akhirnya aku berhasil mendaftar. Ini belum selesai, harus
memasukkan photo yang tertulis sebagai profil. Ku iyakan saja, langsung saja aku
berpose cantik meski terlihat agak kaku. Setelah itu nama, ku tulis Nadya_Dyana biar aku
tidak ribet memasukkan nama, aku juga tidak ingin orang lain tau. Akhirnya setelah
proses itu, aku bisa membuka sosial media yang banyak sekali orang untuk
mengunduhnya bahkan memakainya. Banyak sekali cewek cantik baik berjilbab mau pun
tidak.
Pantas saja banyak orang menikmati konten yang disediakan oleh media sosial ini. Selain
memanjakan mata, dapat juga menjadi ajang mencari cuan. Bahkan orang desa juga tak
mau kalah dengan konten sawahnya, meski objek yang ditonjolkan adalah cewek. Tak
lupa aku juga mengikuti akun yang kelihatan menarik untukku, dan tak lupa aku juga
memajang photo bertiga dengan Umi dan Nanda tadi. Hingga asyik aku di kamar melihat isi galeri di InstaOns itu, aku lupa bahwa sebentar lagi waktunya untuk pulang. Dan benar
saja, ternyata pintu kamarku sudah diketuk. Dan aku bersiap untuk pulang sekarang