15. Final

3.4K 540 126
                                        

Kemunculan bulan purnama yang berwarna merah membuat seluruh penduduk desa berkumpul di pusat desa dengan perasaan takut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kemunculan bulan purnama yang berwarna merah membuat seluruh penduduk desa berkumpul di pusat desa dengan perasaan takut.

"Pertanda apa ini, Tuan Arthur?" tanya salah seorang penduduk desa sembari memeluk sang anak yang terus menerus menangis.

Arthur menatap langit yang berubah warna menjadi merah dengan emosi yang begitu besar.

'Jeffrey sungguh tidak becus!' maki Arthur dalam hatinya seraya ia berjalan ke depan panggung.

"Mereka telah kembali!" ucap Arthur dengan lantang.

Penduduk desa yang tampak kebingungan dengan maksud Arthur kini menjadi sedikit tidak kondusif, bertanya-tanya siapa yang telah kembali?

"Bangsa vampire, kaum rendahan itu telah kembali," imbuh Arthur dengan ekspresi serius dan hal itu membuat penduduk desa panik seketika.

"Vampire?"

"Bukankah mereka telah mati?"

"Sial, kita harus segera pergi!"

Suasana berubah menjadi kacau begitu saja, anak-anak pun menangis ketakutan, para wanita pun berusaha menenangkan anak-anak mereka, sementara para pria berteriak memanggil keluarga mereka.

Arthur hanya diam saja melihat kericuhan yang terjadi di depan matanya itu.

Pria itu kembali menatap bulan merah yang berada di langit, merasa marah karena tidak menyangka jika satu-satunya vampire yang tersisa dengan lancang menantangnya.

"Akan ku pastikan kau mati seperti kedua orang tuamu," decih Arthur.

William yang turut berada di atas panggung pusat desa itu kini menghampiri Arthur.

"Apa yang akan kita lakukan, Tuan? Haruskah kita mengevakuasi para penduduk desa terlebih dulu?"

Arthur menghela nafasnya kemudian berbalik menatap William yang tertunduk di hadapannya.

"Biarlah saja para penduduk tidak berguna itu," ucap Arthur yang membuat William sontak mendongakkan kepala.

Ia tidak percaya bahwa ucapan tidak pantas itu terucap dari mulut seorang pemimpin yang begitu dipercaya oleh penduduk desa.

"Tapi—"

"Siapkan aparat desa, kita akan memburu monster itu dan membunuhnya."

William terdiam.

Pria itu mengingat kejadian 20 tahun lalu saat dua vampire dibunuh oleh Arthur tepat di hadapannya, bahkan di hadapan penduduk desa.

Kejadian itu terjadi tak lama setelah ia menjabat sebagai pemimpin.

William juga mengingat sosok anak vampire yang menangis ketakutan dan berlari meninggalkan desa dengan segera.

"APA YANG MEMBUAT MU MELAMUN HAH?! KERJAKAN PERINTAHKU SEKARANG!"

[✔] Obsessive KillerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang