05. What Are You?

3.1K 667 31
                                        

"Jeffrey Hugo Casheeir," ucap Roseanne saat dirinya dan Jeffrey memasuki istana gadis itu.

Jeffrey yang mendengar namanya dipanggil sontak saja menoleh pada gadis itu, tangan mengusap-usap jubah nya yang basah karena hujan yang mengguyur bumi Finlandia dengan deras di luar.

"Itu namamu bukan? Kau bukanlah Jeffrey Alexander Misch," jelas Roseanne, kedua mata mereka saling menatap dengan sorot yang tampak dingin.

Pernyataan Roseanne membuat Jeffrey tersenyum, ia melepas jubahnya, menggantung jubah itu pada gantungan jubah yang berada di dekatnya, "oh, bagaimana kau tahu?"

Roseanne menatap Jeffrey yang kini menatapnya setengah mengejek, gadis itu tahu apa yang Jeffrey kini pikirkan, "kau kira aku tahu karena aku seorang penyihir?"

"Ah, ternyata kau tahu bahwa diri ku sedang memancing jawaban dari mu, kau cerdas rupanya," kekeh Jeffrey yang kini mengikuti Roseanne berjalan melewati lorong istana itu, istana itu tampak sepi tetapi obor-obor api penerangan menyala seluruhnya.

Tidak mungkin Roseanne melakukan hal itu seorang diri bukan?

"Jangan memandang ku remeh, Jeffrey," ucap Roseanne, ia menoleh sejenak dan bertemu pandang dengan Jeffrey. Dan sial, entah mengapa kini Jeffrey merasa bahwa kecantikan Roseanne sangat lah terasa tidak nyata?

Roseanne tampak mempesona bagai sebuah lukisan hidup, atau mungkin ia adalah peri?

Tapi bukankah kaum peri sudah menghilang sejak beberapa tahun lalu?

Jeffrey mengikuti Roseanne hingga akhirnya keduanya tiba di sebuah ruangan megah, ruang makan. Dan Jeffrey dapat melihat beberapa makanan telah tersaji, asap masih keluar mengepul dari makanan, itu artinya makanan ini baru saja disajikan.

Jeffrey mengangkat alisnya bingung, Roseanne menyangkal bahwa ia bukan siren, ia juga menyangkal bahwa ia bukan lah penyihir, jadi apa benar ia adalah peri?

Di ruang makan itu, Jeffrey dapat melihat lukisan Roseanne yang terpajang begitu besar di dinding ruangan megah itu. Aneh, hanya ada foto Roseanne, tidak ada foto orang lain selain gadis itu. Jeffrey memperhatikan lukisan-lukisan itu dengan detail untuk menemukan sebuah petunjuk, tetapi Roseanne memanggilnya.

"Jeffrey, silahkan duduk," ajak Roseanne.

Jeffrey menoleh kemudian ia mendekat pada meja makan, matanya melihat pada berbagai macam makanan yang tersaji, salad, sup tomat, kalkun panggang, buah-buahan, ini sungguh ... mewah, apakah Roseanne seorang putri yang diasingkan?

Pemuda itu lalu mengisi tempat duduk di hadapan Roseanne dan ia melihat gadis itu mulai melahap makanan nya, Jeffrey pun meraih garpu dan pisau nya kemudian melakukan hal yang sama dengan gadis itu. Ia pun mulai menyantap makanan itu dan benar saja, rasa nya sungguh ... enak, benar-benar dimasak dengan teknik masak yang baik.

Keduanya fokus makan, tidak berbicara satu sama lain.

Menikmati setiap suapan yang masuk ke dalam mulut mereka.

Hingga akhirnya keduanya selesai makan, Jeffrey meminum air mineral nya sementara Roseanne yang sudah minum kini bertopang dagu menatap Jeffrey. Pemuda itu menyadari hal itu tentu saja, ia buru-buru menghabiskan airnya dan mengelap mulutnya dengan serbet makan.

"Terima kasih Roseanne atas ajakan makan siang mu," ucap Jeffrey.

Roseanne tersenyum dan mengangguk.

Gadis itu kemudian berdiri dan bertanya, "di luar masih hujan dan hari akan menjadi semakin gelap, bagaimana jika kau bermalam di sini bersama ku?"

Jeffrey menatap Roseanne kemudian ikut berdiri, kini ia kembali mengekor pada gadis itu yang entah akan membawanya ke mana. Tanpa Jeffrey sadari, seluruh piring-piring di meja itu menghilang.

"Apa kau bersungguh hati untuk mengizinkan ku menginap di sini?"

Kedua nya kembali melewati lorong-lorong yang disinari ratusan obor.

"Tentu atau kau ingin kembali pulang ke desa?" tanya Roseanne.

Jeffrey terdiam, ia masih belum yakin untuk menginap di tempat ini, ia tidak tahu apa yang Roseanne sembunyikan di dalam istana ini. Bisa saja ia memiliki anjing berkepala tiga yang bisa membunuhnya kapan saja.

"Aku akan pulang saja, ku rasa sebentar lagi hujan akan berhenti, lagi pula saat ini masih pukul 2 siang, masih ada banyak waktu untuk hujan dapat reda. Terima kasih untuk tawaran mu," ucap Jeffrey.

Roseanne mengangguk sembari tersenyum dan mereka pun kini tiba di sebuah ruangan lain nya, ruangan baca istana, Jeffrey dapat melihat ratusan atau mungkin ribuan buku memenuhi rak buku yang menutup penuh seluruh dinidng.

"Aku suka menghabiskan waktu ku dengan membaca, bagaimana dengan mu?" tanya Roseanne.

"Aku tidak begitu suka membaca, beberapa saja, aku lebih suka berburu."

"Semakin banyak kau membaca, semakin banyak kau tahu, Jeffrey."

"Oh ya?"

"Aku membaca berita mengenai kedatangan mu pada koran yang mereka tempelkan di papan pengumuman desa, di situ tertera jelas nama asli mu, maka dari itu aku tahu," jelas Roseanne.

"Bagaimana dengan mu?"

"Hm?"

"Ada kah sesuatu yang dapat aku baca untuk mengetahui diri mu?" tanya Jaehyun.

Roseanne membalik kan badan nya menatap Jeffrey, "you got me, I'm the book you need if you want to know about me, read me, I'll show everything to you a little by a little."

Jeffrey menatap Roseanne dan ia hanya diam, karena ia mendapatkan dua maksud dari apa yang Roseanne yang ucapkan pada nya dan ia tak tahu maksud ucapan mana yang sesungguh nya menggambarkan pernyataan gadis itu.

♒♒♒

To be continued

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

To be continued ...

spicypastaaa 🍝

[✔] Obsessive KillerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang