13. The Heart Knows What It Wants

2.3K 487 51
                                        

Cahaya keemasan itu mendarat lembut di kulit bersih wajah Jeffrey yang kini masih betah memejamkan kedua matanya.

Namun lambat laun ia rasakan, hawa dingin menciumi kulit tubuh bagian atasnya. Pemuda itu segera membuka kedua matanya dan kembali mengingat semuanya.

Dengan memegang kepalanya, ia menoleh menatap sisi kirinya, sisi yang seharusnya diisi oleh Roseanne, tetapi ia tidak menjumpai gadis itu di sana.

Jeffrey menghirup oksigen dan menghembuskannya perlahan seraya memaksa tubuhnya untuk duduk, membuat selimut yang menutup badannya jatuh ke pangkuannya, memamerkan tubuh atletisnya yang memiliki beberapa bekas luka akibat bertarung.

Pemuda itu melamun membayangkan kejadian malam tadi, membuat sebuah senyuman kecil muncul di wajah pemuda itu. Kejadian yang memikirkannya saja terasa ... menggairahkan.

"Astaga," gumam Jeffrey pelan, menggelengkan kepala.

Jeffrey pun bergegas, ia tidak boleh terlarut dengan bayang-bayang kejadian tadi malam, bagaimana pun juga tujuan ia datang ke sini adalah untuk membunuh, bukan bercinta.

Pemuda itu meraih pakaiannya yang tergeletak di lantai dan memakainya dengan sedikit terburu-buru. Jeffrey ingin segera menemui Roseanne.

Tentu saja, untuk meluruskan persepsi dari aktivitas yang mereka lakukan.

Dan tentu saja menggali informasi mengenai gadis itu yang pulang ke istana dengan keadaan basah kuyup. Mungkin, dengan dalih tersebut, Jeffrey dapat dengan segera mengeksekusi gadis itu.

Seusai berpakaian, Jeffrey segera keluar dari kamar tidur gadis itu dan mencari gadis itu ke seluruh penjuru istana. Well, tidak seluruhnya, karena ada beberapa area yang Roseanne melarangnya untuk ia datangi karena berkaitan dengan para 'peri', entahlah, Jeffrey tidak sepenuhnya tahu apakah itu kebohongan atau benar adanya.

Nyaris setengah jam ia mencari sang tertuduh, Jeffrey tidak menemui keberadaan Roseanne di dalam istana itu. Pemuda itu pun berpikir bahwa gadis itu mungkin saja berada di danau.

Jeffrey pun bergegas keluar dari istana.

Baru saja kakinya menginjak teritori luar istana, kedua mata pemuda itu sudah disambut dengan pemandangan Roseanne yang menunggangi Joey, si rusa bertanduk yang menunjukkan jalan pada Jeffrey menuju istana ini.

Tidak hanya Joey, terdapat puluhan rusa lainnya di hamparan rumput itu.

Jujur saja, Jeffrey merasa takjub melihat kejadian itu, sungguh pemandangan yang jarang ia jumpai. Tanpa pemuda itu sadar, Roseanne sudah menyadari kehadiran Jeffrey.

Gadis itu melompat turun dari Joey dan menghampiri pemuda yang terkesima dengan pemandangan di depannya itu.

"Tidak pernah melihat rusa?" tanya Roseanne.

Pertanyaan gadis itu membuat Jeffrey tersadar dan menatap gadis itu.

"Tidak pernah melihat seorang dewi menunggangi rusa," jawab Jeffrey.

Sebuah rona merah segera muncul di kedua pipi gadis itu, "jangan berbohong."

Jeffrey terdiam, gadis itu melangkah menjauh dari dirinya, kembali beranjak menuju Joey yang dengan setia menunggu gadis itu. Roseanne kembali menunggangi Joey.

Pemuda itu berdeham pelan kemudian ia segera bergerak mendekati Roseanne.

"Ada sesuatu yang ingin kau sampaikan nona?" tanya Jeffrey melempar umpan.

"Maksud mu?" respon Roseanne.

"Kejadian semalam ... hanya untuk mengalihkan perhatian bukan?" tanya Jeffrey.

Roseanne terdiam sebentar kemudian tertawa kecil, ia merasa bahwa kini Jeffrey sedang berusaha menyerang dirinya secara psikologis, "sekali pun itu hanya pengalihan, kau menyukainya."

Balasan Roseanne membuat Jeffrey kaget.

"Aku akan lebih menyukainya jika kau jujur pada ku," tantang balik Jeffrey.

Keduanya saling tatap, masing-masing memikirkan cara untuk membalikkan keadaan yang canggung itu dengan sebuah ucapan telak. Namun tidak ada yang bersuara hingga Roseanne memutuskan untuk membiarkan Joey berjalan.

Menjauh dari Jeffrey. Entahlah, tetapi semuanya terasa begitu membingungkan.

"Roseanne," panggil Jeffrey setelah sebuah helaan nafas.

"Aku belum bisa bercerita apapun padamu-"

"Kau membuatku bingung, kau tahu itu?" potong Jeffrey.

Joey menghentikan langkahnya membuat Jeffrey lebih mudah menyusul Roseanne yang berada di atas Joey. Pemuda itu menatap gadis itu, "kejadian tadi malam, mengapa kau melakukannya?"

Roseanne enggan menjawab Jeffrey.

"Baik, aku mengakui, jika itu caramu untuk mengalihkan perhatianku, ku sampaikan padamu bahwa cara itu berhasil," lanjut Jeffrey sembari melangkah mendekat.

Seolah berpihak pada Jeffrey, Joey benar-benar tidak beranjak kemana pun, membuat Roseanne terpaksa harus bertemu tatap kembali dengan Jeffrey, menghadapi pemuda itu.

"Roseanne, kau tidak tahu ...."

Ucapan Jeffrey terdengar menggantung dan tepat pada saat itu Roseanne dapat mendengar suara hati Jeffrey kembali.

Rasa suka ku kini berubah menjadi rasa yang lebih mendalam.

Jeffrey menatap Roseanne dengan perasaan campur aduk, ia harus segera membunuh gadis itu tetapi ia mengungkapkan suatu hal pada gadis itu.

"Aku mencintai dirimu," ucap Jeffrey.

Dan Roseanne tahu bahwa pemuda itu serius dengan ucapannya.

♒♒♒

To be continued ....

Sisa 2 chapter 🤗

spicypastaaa 🍝

[✔] Obsessive KillerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang