Semenjak pernyataan Jeffrey, Roseanne merasa bahwa dirinya tidak bisa fokus.
Pikirannya terus memikirkan kejadian kemarin saat Jeffrey mengungkapkan bahwa pemuda itu menyukai dirinya. Sebagai seorang gadis yang hidup sendiri, pernyataan itu sungguh ... menyentuh jiwa kesepiannya.
Bahkan kini, ketika keduanya tengah menikmati makan siang bersama, Roseanne lebih memilih untuk berdiam diri tak menyentuh hidangan lezat yang tersaji di hadapannya.
"Roseanne?" panggil Jeffrey yang otomatis membuyarkan lamunan gadis itu.
Kedua manik mata gadis itu bertemu dengan Jeffrey, sebuah senyuman kecil segera ia suguhkan kepada pemuda di hadapannya.
"Iya, Jeffrey?"
Melihat respon gadis itu membuat Jeffrey tertawa kecil, "mengapa kau melamun?"
Roseanne hanya tersenyum seraya mengalihkan pandangannya.
"Ada suatu hal yang membebani dirimu?" tanya Jeffrey kembali.
"Tidak," dusta gadis itu.
Jeffrey tersenyum menatap sang lawan bicara kemudian dengan bertopang dagu ia berucap dengan sangat manis, "lantas mengapa kau melamun, Tuan Putri?"
Ucapan Jeffrey membuat Roseanne terkejut, matanya membulat lebar tidak percaya setelah mendengar ungkapan itu keluar dari mulut pemuda di hadapannya.
"Kau tahu?" gumam Roseanne pelan.
"Tahu apa?" balas Jeffrey bingung.
Dugaan gadis itu rupanya salah, Jeffrey tidak mengetahui apapun, ucapannya tidak bermaksud apa-apa, dengan sebuah gelengan kepala Roseanne kembali mengalihkan pandangannya, melanjutkan menyantap makanan yang mulai mendingin itu.
Gadis itu melewatkan sebuah tatapan penuh tanya yang Jeffrey berikan kepadanya.
♒♒♒
Siang sudah berganti menjadi malam.
Jeffrey masih saja harus terlelap di ruang baca karena Roseanne tidak bisa memberikan kamar untuk Jeffrey singgahi.
Tidak masalah.
Ruang baca sudah jauh lebih nyaman daripada rumah singgah Jeffrey sebelumnya.
Malam ini, Jeffrey tidak bisa terlelap begitu saja.
Waktu semakin menipis, cepat atau lambat ia harus segera membunuh Roseanne.
Namun sebuah hal menarik perhatian pemuda itu. Disaat Jeffrey menyebutkan kata Tuan Putri kepada gadis itu tadi, Roseanne tampak sedikit ... terkejut?
Mengapa hal itu membuat gadis yang menjadi ciuman pertamanya itu menjadi terkejut?
Apa benar Roseanne adalah seorang putri? Akan tetapi sepemahaman Jeffrey, desa yang ia singgahi ini tidak memiliki sistem pemerintahan kerajaan sendiri. Lantas, mengapa Roseanne terkejut?
"Atau dia putri yang diasingkan?" gumam Jeffrey.
Namun lagi, jika ia adalah seorang putri yang diasingkan, mengapa Arthur meminta Jeffrey untuk membunuhnya? Bukankah itu akan membuat Jeffrey dan bahkan Arthur dalam masalah?
Jeffrey menelan liurnya, merasa tenggorokannya sedikit kering.
Pemuda itu bangun dari posisi berbaringnya, meraih teko air yang tidak jauh dari dirinya. Namun rupanya teko tersebut telah kosong.
Sebuah helaan nafas ia hembuskan.
Jeffrey melirik jam besar yang berada di dekat perapian, nyaris pukul 2 malam.
![[✔] Obsessive Killer](https://img.wattpad.com/cover/296241728-64-k240694.jpg)