11. Cold but Hot

2.5K 513 31
                                        

Jeffrey terbangun saat merasakan sinar matahari jatuh tepat di wajahnya. Pemuda itu membuka kedua matanya dan melihat perapian yang sudah padam, bahkan makanan telah tersaji di depan pemuda itu.

Pemuda itu meraih sepotong roti dan mulai memakannya, tidurnya terasa amat nyenyak, sekalipun ia hanya tertidur beralaskan karpet beludru.

Ia pun lalu menyadari jika pintu ruang baca kini terbuka lebar, membuat Jeffrey bertanya-tanya mengapa Roseanne tidak membangunkan dirinya? Dan ... di mana gadis itu saat ini?

Sarapan yang semulanya tersaji hangat dan menggiurkan kini sudah berada di dalam perut Jeffrey. Selimut-selimut besar itu segera ia lipat dan rapi kan. Jeffrey pun menyisir rambutnya dengan jari untuk merapikan rambutnya yang berantakan.

"Di mana gadis itu?" gumamnya pelan seraya memakai sepatu kulitnya dan berjalan keluar dari ruang baca. Jeffrey pun menyadari betapa sunyinya istana itu.

Apa Roseanne tidak takut?

Pemuda itu memutuskan untuk mengecek beberapa ruangan untuk mencari petunjuk mengenai makhluk apakah Roseanne yang sebenarnya? Karena sudah jelas, ia bukanlah seorang manusia.

Namun dari beberapa ruangan yang ia geledah, Jeffrey tidak menemukan hal apapun yang mencurigakan. Ia sesungguhnya juga khawatir jika para peri melihatnya melaporkan tindakannya pada Roseanne.

Jeffrey pun memutuskan keluar dari ruangan yang baru ia geledah, ruang lukisan, pemuda itu berbalik dan nyawanya nyaris meninggalkan tubuhnya saat ia bertemu tatap dengan Roseanne yang sudah berdiri di belakangnya.

"Roseanne!!! Kau mengejutkanku!!!"

Gadis itu tersenyum, "apa yang kau lakukan?"

"Aku mencari dirimu," jawab Jeffrey berusaha bertingkah sesantai mungkin.

Gadis itu tampak tidak begiyu yakin dengan jawaban Jeffrey tapi kemudian ia mengangguk, "kau mau ikut denganku?"

"Ke mana?"

"Danau."

♒♒♒

"Kau bilang kau mau ikut denganku bukan? Kemarilah!"

Jeffrey berkacak pinggang melihat Roseanne yang berdiri di tepi danau.

"Tapi aku tidak bermaksud untuk ikut masuk ke dalam danau," protes Jeffrey.

"Airnya tidak sedingin yang kau bayangkan," ucap Roseanne sekali lagi.

"Tidak sedingin kau bilang? Nona, apa kau lupa kita berada di daerah pegunungan?" balas Jeffrey tidak mempercayai apa yang ia dengar.

Roseanne pun hanya memunggungi Jeffrey sebelum akhirnya ia mulai melepas pakaiannya. Kali ini, Jeffrey tidak langsung mengalihkan pandangan, ia masih tidak percaya dengan kegiatan 'mandi' yang Roseanne lakukan nyaris setiap hari ini.

Jeffrey dapat melihat gadis itu mulai membuka tali-tali gaun yang ia kenakan, di saat Roseanne mulai menurunkan gaunnya dan mengekspos punggung bagian atasnya baru lah Jeffrey mengalihkan pandangan.

"Kau sangat suka menunjukkan tubuh mu huh?" protes Jeffrey sekali lagi.

"Bukan kah indah?" balas Roseanne singkat sebelum akhirnya ia terbebas dari kain-kain yang menutupi tubuhnya dan berjalan masuk ke dalam air.

Jeffrey tidak mempercayai telinganya, ke mana perginya Roseanne yang naif?

"Kau tahu, air di danau ini sungguh ... ajaib," ucap Roseanne.

"Aku pernah menyeka wajahku dengan air danau, airnya begitu dingin," balas Jeffrey.

Roseanne pun menoleh menatap Jeffrey, "jika kau masuk bersamaku, kau tidak akan kedinginan."

[✔] Obsessive KillerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang