Roseanne yang sedang berada di dalam danau menatap Jeffrey yang berdiri di pinggir danau, kembali menatap ke arahnya.
Gadis itu dapat melihat tas-tas kulit rusa milik pemuda itu yang bertengker di bahu pemuda itu serta tangannya. Mengapa Jeffrey membawa barang-barangnya?
"Aku diusir dari desa," ucap Jeffrey memecah keheningan di antara mereka.
Roseanne menaikkan alisnya, "bagaimana bisa?"
"Mereka menganggap kedatanganku membawa dampak buruk bagi anak-anak desa," jawab Jeffrey yang kini meletakkan tas-tas yang ia bawa di atas permukaan tanah dengan alas rerumputan hijau, tetapi ia masih berdiri di tempatnya.
"Lalu? Kau akan pergi?" tanya Roseanne.
Jeffrey pun masuk ke dalam mode berpura-pura, ia menghela nafasnya dan memasang raut wajah sedih, "entahlah, aku belum memiliki tujuan."
Gadis itu tampak mengangguk kemudian ia berdiri untuk keluar dari dalam danau yang membuat Jeffrey secara reflek mengalihkan pandangannya dan memejamkan kedua matanya, "bisa kah kau memberi tahu jika kau akan keluar dari dalam air?" protes Jeffrey.
Roseanne tidak menggubris protes dari Jeffrey, ia lebih memilih untuk segera memakai pakaiannya yang ia letakkan di sebuah batu setinggi setengah meter.
"Apa kau sudah selesai?"
"Belum."
Jeffrey mengumpat dalam hati kemudian menundukkan wajahnya, membuka kedua matanya, menatap rumput yang berada tepat di bawahnya.
"Apakah aku boleh tinggal di sini?" tanya Jeffrey.
"Apa itu artinya kau akan menemani diriku?" tanya Roseanne balik.
Jeffrey pun melihat bayang-bayang Roseanne yang berjalan ke arahnya, itu artinya ia sudah selesai berpakaian. Jeffrey pun mengangkat pandangannya.
"Jika kau mengizinkan diriku."
"Apa itu artinya kau akan kembali menciumku?" tanya gadis itu.
"Apa maksudmu?" Jeffrey bertanya balik, jantung berdebar saat ia mendengar pertanyaan itu.
Roseanne menggelengkan kepalanya ragu, "entahlah Jeffrey, aku tidak tahu apakah aku bisa menerima dirimu, kau seorang pria dan aku wanita, bukankah akan buruk jika kita tinggal bersama?"
"Apa bagimu ciuman dari ku adalah suatu hal buruk?" balas Jeffrey.
Kedua mata mereka bertemu dan gadis itu hanya mengangkat bahunya.
Jeffrey menghela nafasnya, "dengar, aku minta maaf untuk ciuman itu, aku hanya ingin ...."
Pemuda itu kehilangan kata-katanya. Ingin? Apa yang dia inginkan dari Roseanne? Apa maksud perkataannya sendiri?
"Ingin?"
"Dengar, aku ... tidak akan melakukan apapun padamu, aku berjanji. Ku mohon, terima aku untuk tinggal sementara waktu di sini," pinta Jeffrey yang kembali mengingat tujuan awal mengapa ia ada di sini, membunuh gadis itu.
"Bagaimana jika kau ingkar?" tanya Roseanne dengan suara pelan.
Pandangan mereka saling beradu kembali.
"Kau bisa membunuhku."
Angin pun seketika berhembus, menerbangkan beberapa helai rambut Roseanne yang kini terdiam menatap Jeffrey dengan mata coklatnya yang indah itu.
"Aku tidak mau menyakitimu," balas Roseanne.
Gadis itu pun berlalu dari hadapan Jeffrey yang terdiam membatu karena jawaban yang ia terima dari gadis itu sungguh di luar perkiraannya. Jeffrey menatap punggung Roseanne yang perlahan menjauh dari dirinya, jawaban gadis itu membuat Jeffrey merasa bahwa Roseanne peduli dengannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[✔] Obsessive Killer
Fiksi PenggemarHe needs her to die but he doesn't want to.
![[✔] Obsessive Killer](https://img.wattpad.com/cover/296241728-64-k240694.jpg)