Jeffrey sungguh pergi dari istana itu saat hujan sudah reda.
Bahkan kini hari telah berganti.
Selama seharian Roseanne menghabiskan waktu di tepi danau dan Jeffrey tidak kembali mengunjungi gadis itu, ia tidak terkejut jika Jeffrey tidak mau menemui dirinya lagi.
Bagaimana pun juga mereka itu ... berbeda.
Hingga malam menjemput, bulan purnama kini menyinari langit malam. Pendaran cahayanya sungguh terang, membuat Roseanne dapat berjalan keluar dari istana menuju desa tanpa bantuan obor di tanganya.
Gadis itu masih penasaran apakah para penduduk desa masih menuduh dirinya yang melakukan penyerangan terhadap hewan ternak.
Dan beruntung sekali Roseanne menemukan dua penjaga desa yang sedang beristirahat di atas tumpukan jerami sembari menyulut cerutu mereka. Roseanne ingin tahu obrolan kedua pria itu. Secara perlahan ia mendekat dan menguping pembicaraan mereka.
"Tuan Arthur ingin kita memburu dan membunuh gadis itu," ucap salah seorang penjaga.
"Bahkan kita tidak tahu apakah gadis itu sungguh pelakunya," balas penjaga lainnya.
"Tapi tuan Arthur tentu saja tidak akan bertitah tanpa alasan, mungkin ia menyembunyikan sebuah rahasia yang tidak ingin ia bongkar," ucap penjaga pertama.
"Mungkin saja, tapi kau tahu, gadis aneh itu sejujurnya tidak tampak seperti manusia, aku bisa merasakan aura aneh dari dirinya," jelas penjaga kedua.
"Hm, aku paham maksudmu."
Roseanne menghela nafasnya dan memutuskan untuk pergi.
Jadi benar jika penduduk desa masih curiga kepadanya. Memang, keberadaan Roseanne di desa ini sedari awal dipertanyakan banyak orang. Tapi para penduduk desa tidak berhak untuk menilai Roseanne begitu saja tanpa dasar walau ya, ia memanglah kandidat terkuat untuk dituduh seperti ini.
♒♒♒
Jeffrey duduk menghadap William yang sedang menikmati beer itu.
"Aku berani bersumpah, Roseanne gadis yang kalian tuduh itu adalah seorang manusia biasa," ucap Jeffrey berusaha meyakinkan William.
"Entahlah, perintah tuan Arthur sudah begitu jelas, kita harus menghabiskan nyawa gadis itu."
"Dengar, aku mengunjungi tempat tinggal gadis itu dan ia tampak bagai gadis usia 20 tahunan yang normal," jelas Jeffrey.
"Kau mengunjungi tempat tinggal gadis itu? Bagaimana bisa? Di mana ia tinggal?" tanya William tampak tertarik mendengar penyataan Jeffrey.
Mendengar intonasi William membuat Jeffrey menyadari bahwa ia salah berbicara, tidak seharusnya ia mengucapkan hal ini dengan gamblang, terlebih tampaknya tidak ada yang tahu di mana Roseanne tinggal, ia tampak seperti seorang gadis yang datang dan pergi begitu saja.
"Cukup jauh dari sini dan ku rasa aku tidak bisa menyampaikan nya padamu," jawab Jeffrey.
"Mengapa?"
"Demi keamanan gadis itu tentu saja!"
"Tapi tuan Arthur meminta kita utamanya kau untuk membunuhnya, bukan kah dengan fakta kau mengetahui di mana ia tinggal dapat mempermudah dirimu melaksanakan tugas itu?" tanya William dengan alasan yang baik.
"Kau benar tapi sungguh aku rasa tuan Arthur salah mengira, aku akan bicara padanya."
"Kau sudah dibayar mahal," ucap William.
"Belum."
Dan William pun tertawa, "sekalipun ia bukan pelakunya kau masih dapat membunuhnya, kau lupa 1000 Markka yang ia janjikan?"
Jeffrey pun bergeming, itu jumlah yang cukup banyak dan kondisi keuangannya kini menipis.
Ah, apa yang Jeffrey harus lakukan?
♒♒♒
The build up.
spicypastaaa 🍝
![[✔] Obsessive Killer](https://img.wattpad.com/cover/296241728-64-k240694.jpg)