Pikiran Jeffrey melayang dalam memori tak terduga beberapa hari lalu saat ia menemui gadis cantik itu untuk entah yang keberapa kalinya.
Ia masih tidak percaya bahwa dirinya mencium seorang gadis.
Buruknya, gadis yang ia cium adalah gadis yang kemungkinan akan ia bunuh.
"Jeffrey, bagaimana pendapatmu?" tanya Arthur.
Lamunan Jeffrey seketika hilang, ia kembali sadar bahwa kini ia berada di dalam ruangan khusus dalam bar, bersama Arthur, William dan beberapa pentolan desa lainnya.
"Dapatkah kau mengulanginya?" tanya Jeffrey berusaha tenang.
Sungguh, ia tidak mendengarkan sedari tadi.
Arthur berdecih kemudian berkata, "karena kau sudah mengetahui lokasi gadis itu, sesuai kata William, kau akan pura-pura kami usir dari desa, tinggallah di sana untuk beberapa waktu sekaligus mencari celah untuk menghabisi gadis itu."
Jeffrey mengangkat alisnya, "kau ... menyuruhku untuk tinggal bersama dengan dia?"
"Benar, bukan kah itu akan lebih mudah bagimu untuk memata-matai kemudian membunuhnya?" tanya Arthur dengan nada yang terdengar tidak sabar dan menyindir.
Jeffrey terdiam memandang perapian yang menyala.
William yang memperhatikan semua itu kemudian berdeham dan berkata, "aku berusaha mencari tempat tinggal gadis itu dengan beberapa aparat keamanan desa, tetapi tidak ada yang dapat menemukannya, hanya kau yang dapat masuk ke wilayah gadis itu."
Jeffrey membuang nafasnya kemudian berdiri dan menatap Arthur yang menyilangkan kedua tangannya, "baiklah, aku akan tinggal dengan gadis itu dan mengatakan bahwa aku diusir dari desa."
Arthur tersenyum miring mendengar penuturan Jeffrey.
"Bagus, waktu mu kurang dari dua minggu."
Jeffrey pun langsung berjalan keluar dari dalam bar tanpa menoleh sedikit pun untuk melihat para cecunguk yang kini tersenyum sinis.
"Jika kau tidak segera membunuh gadis itu maka kau yang akan ku bunuh," gumam Arthur penuh dengan penekanan dan kebencian.
Baginya, kehadiran Jeffrey di desa, si pembunuh bayaran terkenal, tidak banyak memberikan dampak apapun. Hanyalah kesialan yang menimpa desanya setelah pemuda itu datang. Walau begitu, ia juga tidak serta merta mengusir pemuda itu karena ia tahu kemampuan pemuda itu sungguh hebat.
Namun jika Jeffrey tidak segera melaksanakan tugasnya maka ia sungguh-sungguh bertekad untuk mengerahkan masyarakat untuk ramai-ramai menghabisi pemuda itu tanpa ampun.
"Tch, tidak berguna."
♒♒♒
Jeffrey meringkas barang-barangnya dari rumah yang ia singgahi.
Otaknya terus berpikir apakah Roseanne mau dengan mudah menerima kehadiran dirinya dengan alasan yang tidak ... logis? Jika Jeffrey memang diusir dari desa karena dianggap berbahaya, mengapa dari awal kedatangannya ia tidak diusir?
Jeffrey sangat tahu bahwa Roseanne bukanlah gadis bodoh, ia tidak dapat ditipu dengan mudah.
Apa ia bisa membujuk gadis itu untuk menerima kedatangannya?
Jeffrey terduduk di atas ranjangnya, memandang pada api lilin yang menyala di atas nakas samping ranjangnya. Sesungguhnya, ia sendiri juga heran, makhluk apa yang membunuh ternak warga desa?
Ia sudah beberapa kali berjaga saat malam hari tetapi ia tidak dapat menangkap makhluk yang membunuh ternak-ternak itu. Satu waktu ia lengah, banyak ternak telah terbunuh.
Kasus ini ... cukup tidak biasa.
Terlebih sikap Arthur yang terus menerus menuduh Roseanne.
Gadis itu kecil dan tampak lembut, bagaimana mungkin ia dapat menyerang ternak-ternak itu?
Hal apa yang membuat Arthur tampak membenci gadis itu? Jeffrey harus mencari tahu kebenarannya. Dan ia yakin bahwa apa yang ia hadapi tidak akan mudah.
♒♒♒
To be continued.
spicypastaaa 🍝
![[✔] Obsessive Killer](https://img.wattpad.com/cover/296241728-64-k240694.jpg)