Sugar Daddy; 19

4.2K 357 71
                                    


Makasih buat 200 Followers nya sayang kalian banyak banyak😗



Satu minggu berlalu, Doyoung sudah dirumah sekarang keadaan nya sudah mulai membaik.

Sekarang dia sedang rebahan diranjang ditemani oleh Haruto.

Haruto memeluk Doyoung padahal matahari sudah ada diatas kepala, tapi dua orang ini tidak ada niat untuk bangun.

"Daddy" Lirih Doyoung

"Kenapa hm?" Doyoung menduselkan kepala nya didada Haruto, dia sangat menyukai wangi badan Haruto.

"Dobby laper, mau makan ramen" Doyoung mendongakan kepala nya, dia menatap Haruto yang juga menatap nya.

"Boleh kan?" Doyoung memasang puppy eyes nya dan tak ada jawaban dari Haruto, dia sibuk menatap manik mata Doyoung yang sangat indah.

"Daddy" Doyoung mengelus pipi Haruto.

"Ah iya maaf, tadi kamu mau makan apa?"

"Ish daddy" Doyoung mempoutkan bibir nya.

"Dobby mau ramen boleh ya?" Haruto menarik tubuh Doyoung hingga lebih menempel padanya.

Lalu Haruto mencium bibir Doyoung sekilas.

"Nggak boleh, ini masih pagi"

Doyoung mendengus kesal."Ini udah jam 11 siang daddy"

"Tetep aja gak boleh, nanti sakit perut" Haruto mencubit hidung mungil Doyoung, dan berhasil membuat Doyoung meringis.

Doyoung mengusap hidung nya "Sakit daddy" Mata Doyoung berkaca kaca.

"Ah maaf" Haruto terkekeh gemas lalu mencium hidung Doyoung yang tadi dia cubit.

"Mau ramen~" Doyoung merengek dalam pelukan Haruto.

"Gak boleh!"

"Boleh daddy! Boleh ya! Boleh!" Haruto pasrah, dia tidak bisa menolak keinginan kelinci manis nya.

"Ya sudah, tapi jangan banyak banyak dan harus pake nasi"

"Siap daddy!"

Doyoung mendekatkan wajah nya pada wajah Haruto, kemudian Doyoung menggesekan hidung mungil nya pada hidung mancung Haruto.

Setelah itu dia langsung beranjak dari kasur dan pergi kedapur, meninggalkan Haruto yang sekarang sedang geleng geleng kepala.

Kenapa anak ini begitu manis dan menggemaskan? Itu pikir nya.

Lalu dia bangun dan membereskan tempat tidur dan beranjak mandi, karena dia belum mandi dari pagi.

Dia terlalu malas mandi jika sudah bersama Doyoung.

Sama kayak readers yang suka pada males mandi:) ups😳😌

♧♧♧

Dengan telaten Doyoung memasukan bumbu bumbu racikan nya kedalam panci.

Dan tak lama Haruto datang dan memeluk Doyoung dari belakang.

"Ish! Daddy bikin kaget aja, kalo air nya tumpah gimana" Dengus Doyoung.

"Maaf" Setelah itu hening, Haruto terlalu nyaman memeluk Doyoung sampai tidak mau melepaskan nya.

Haruto menciumi tenguk leher Doyoung sampai dia harus menahan untuk tidak mendesah.

"Daddy geli"

"Sshhhttt diam" Haruto bicara dengan nada yang membuat Doyoung merinding.

Haruto kembali melanjutkan kegiatan nya, dia terus menciumi leher Doyoung. Satu tangan Haruto masuk kedalam baju Doyoung dan mengelus perut sampai kedada.

Lalu Haruto memainkan nipple Doyoung, sebisa mungkin Doyoung menahan desahan nya tapi tidak bisa.

"Nghhh daddy" Doyoung memejamkan matanya dan menggigit bibir bawah nya.

Haruto langsung mematikan kompor dan membalik tubuh Doyoung hingga mereka berhadapan.

Jarak mereka sangat dekat, Doyoung bisa merasakan deru nafas Haruto menerpa wajah nya.

"Saya kangen kamu" Bisik Haruto ditelinga Doyoung.

Langsung saja Haruto meraup bibir mungil Doyoung.

Haruto melumat bibir Doyoung dengan lembut, Doyoung pun tidak bisa menolak itu:)

Doyoung mengalungkan tangan nya dileher Haruto, sedangkan tangan kanan Haruto digunakan untuk menarik pinggang Doyoung agar semakin menempel padanya.

Dan tangan kiri nya untuk menarik tenguk Doyoung dan semakin memperdalam ciuman nya.

"Mmhhh" Doyoung mendesah tertahan saat Haruto menggigit bibir bawah nya.

Tak lama Haruto melepas tautan nya dan menatap Doyoung.

Lalu Haruto menatap mata sayu Doyoung, dia langsung mengangkat tubuh mungil Doyoung keatas meja makan.

Tautan mereka kembali bertemu, Doyoung meremat rambut belakang Haruto untuk menyalurkan rasa nikmat.

Doyoung memukul pelan dada Haruto karena dia merasa pasokan nafas nya menipis.

Tautan terlepas dan menciptakan benang saliva diantara keduanya.

"Ah huh...huh...huh" Doyoung meraup udara dengan rakus.

Haruto tersenyum tamvan lalu dia mengusap bibir Doyoung dengan ibu jari nya.

"Manis sama kayak orang nya, udah sana lanjut bikin ramen nya" Lalu Haruto mengusak rambut Doyoung.

"Huh, daddy kebiasaan!" Doyoung mendengus kesal lalu turun dari meja.

Doyoung selesai membuat ramen dan mereka makan bersama sama dengan nikmat.

♧♧♧

TBC
VOTE!!!KOMENT!!!

Sugar Daddy [HARUBBY]ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang