Renjun mengerang dalam tidurnya, matanya mengerjap membiaskan cahaya yang masuk menembus retinanya, tubuhnya bergetar mengingat kejadian semalam, saat matanya menangkap orang yang dicintainya digilir dan dimasuki oleh orang lain.
Renjun memeluk tubuhnya sendiri yang masih polos, tangannya dapat merasakan bekas bekas persetubuhnnya semalam, terakhir, dirinya hanya ingat saat sperma Mark dan Haechan bersamaan keluar di dalam lubangnya, setelah itu gelap, tidak mengingat apa apa lagi setelahnya.
Mata Renjun menelisik sekelilingnya, masih di apartemen Haechan, sobekan pakaian dan ceceran sperma masih berada di tempatnya, namun tidak ada sosok Jeno atau dua brengsek itu disini.
"shhhh....hiks..hiks....sakiiitt"
Rasa perih langsung menjalari tubuh Renjun, badannya terasa remuk, kemudian yang terjadi, Renjun hanya terduduk disana, menangis dan melampiaskan rasa sakitnya.
'CKLEK'
Tubuh itu tersentak saat melihat siapa yang masuk kedalam, Haechan yang membawa plastik berisi makanan, Renjun beringsut mudur dengan tubuh bergetar, menutupi area area sensitifnya dengan telapak tangan, Haechan yang melihat itu pun melembutkan wajahnya, mendekat hendak memeluk Renjun, namun justru malah mendapat penolakan.
"Tidak usah takut, aku tidak akan melakukan apa apa"
Tidak menyerah, Haechan masih membujuk Renjun, namun bukannya luluh, Renjun justru semakin terisak.
"Kalau kamu nggak berhenti, aku akan perkosa kamu lagi sekarang!"
Dengan takut takut Renjun mencoba untuk lebih tenang, menerima dekapan Haechan di tubuh telanjangnya, Haechan mengusap usap punggungnya, menenangkan, yang justru malah menambah luka hari yang Renjun rasa, tidak menyangka jika sahabatnya sejahat ini padanya.
Kini keduanya sudah selesai mengisi perutnya, tubuh Renjun juga sudah bersih, sebelum makan tadi Haechan menggendongnya menuju kamar mandi dan membantu Renjun membersihkan diri, Renjun juga sudah tenang sekarang, namun tatapan matanya tidak seperti biasanya, ada kilatan marah disana.
"Kenapa....kenapa kamu jahat...
"Bilang Haechan...kenapa kamu jahat sama aku dan Jeno"
Haechan hanya diam, pikirannnya melayang mundur, saat Jeno, dengan bunga di tangannya, menyatakan cinta kepada orang yang diam diam Haechan cinta sejak lama.
...
"Lo mau jadi pacar gue?"
"Nggak"
Mark menyernyit bingung, sudah satu bulan dia dan Haechan dekat, atau bisa dibilang menjalani tahap penjajakan sebelum menjalin hubungan percintan yang lebih serius, tapi apa ini, saat dirinya menyatakan cinta justru Haechan menolaknya.
"Lo nggak cinta sama gue, dan gue juga sama, jadi ngapain pacaran"
Haechan santai meminum minuman yang berada di tangannya, matanya melihat kearah Jendela, memperhatikan mobil mobil yang melintas, sementara Mark memperhatikan dirinya dengan tatapan bingungnya.
"Gue tau lo suka sama adek lo sendiri, dan lo benci Renjun"
Mark membola, menatap Haechan tak percaya.
"Nggak usah kaget kali, keliatan, lagian mana ada Kakak yang coli pake foto adeknya, lo doang kayaknya"
"Lo..."
"Dan satu lagi, gue juga suka sama Renjun, dan gue benci Jeno, so...kita sama Mark"
Obrolan itu berlanjut, Mark akhirnya tau darimana Haechan bisa berpikiran jika dia mencintai Jeno yang notabenenya adalah adiknya sendiri, Renjun, Renjun sendirilah yang selalu curhat menegenai Mark yang aneh saat menatapnya, dan tidak suka saat dirinya berada di kamar Jeno, hal itu juga yang menjadi alasan Haechan sebulan ini mendekati Mark, ya untuk memastikan jika benar Mark menyukai Jeno.
"Gue tetap nggak bisa buat jadiin Jeno pacar, gimanapun dia itu adik kandung gue"
"Siapa yang nyuruh lo macarin Jeno" Haechan memberi smirknya "gue tau lo Cuma mau nikmatin tubuhnya, sama kaya gue, gue nggak akan bisa buat Renjun jadi pacar gue, tapi untuk jadi pemuas, gue bisa"
Mark nampak menibang nimbang ajakan Haechan, menarik, tapi bagaiamana dengan Jeno, adiknya itu juga seorang dominan, pasti sulit menaklukannya , kalau memaksa bisa bisa Jeno menghajarnya habis habisan,
"Untuk Renjun pasti mudah, mau lo paksa juga pasti bisa, tapi Jeno?"
Alis Mark terangkat, sedikit ragu karena pasti sulit menaklukan seorang Jeno.
"Gue akan hasut supaya Jeno mau nyerahin tubuhnya ke lo secara Cuma Cuma"
"Caranya?"
"Gampang, Jeno itu tipe orang yang selalu pingin tau dan coba hal baru, Renjun sering cerita ke gue, kalau adik lo itu kelewat sinting kalo udah berhubungan sama titit"
Mark Nampak tidak mengerti dengan ucapan Haechan, setahunya Jeno normal normal saja, jika berhubungan sex dirumah pun ya normal normal saja.
"Bingung?" tanya Haechan
Mark menganggukan kepalanya.
"Caranya buat Jeno penasaran,gimana enaknya jadi submissive yang lubangnya diisi titit daripada jadi dominan yang cuma nyodok doang"
To Be Continue
KAMU SEDANG MEMBACA
CURIOUS
Fanfiction"Ketika rasa penasaran membawa mereka ke dalam masalah besar" cerita berisi materi dewasa 18+ ada beberapa chapter yang aku lock karena sebelumnya ini merupakan pdf yang aku rilis tahun lalu silahkan akses chapter yang dikunci melalui tautan berikut...
