11. Cinta?

2.6K 336 12
                                        

" Karena gue cinta sama lu " Ucap mingyu tulus. Rosé menaikan alisnya satu dan menatap mingyu baik-baik. Tidak ada kebohongan.

" Mau gue tonjok? " Ketus Rosé. Rosé menutupi kegugupannya dengan memasang wajah sinis. Sepertinya jiga bersama Mingyu sebutan 'anti' laki-laki itu tidak berlaku

" Jangan galak-galak sama suami " Goda Mingyu. Rosé tidak menjawab ucapan mingyu. Dengan cepat Rosé membawa wadah yang berisi air

" Gue ganuntut lu bales cinta gue kok " Lanjut Mingyu. Rosé Mengangguk
"Ya bagus deh" Ucap Rosé
"Ah iya Gue ganti airnya dulu " Dengan buru-buru Rosé berjalan meninggalkan mingyu. Mingyu menghelakan nafasnya, kenapa harus keceplosan bilang cinta disaat situasi kaya gini.

Didalam kamar mandi Rosé langsung mengunci pintu dan memegang pipinya yang terasa panas. Rosé tersenyum mengingat ungkapan cinta mingyu kepadanya.

" Astagaa perasaan apa ini, kenapa gue jadi degdegan kaya gini "

"Tahan Rosé lu jangan baper sama mingyu, inget pernikahan ini cuman karena kontrak. Keep calm huuhh tarik nafasss.. hahh" Ucap Rosé sambil menatap dirinya didepan cermin

Rosé segera menganti air yang ada didalam wadah

"Tahan Rosé jangan baper huhhh"
"Ahh gabisaa!! Mingyu lu kenapa sih elahh ngerepotin perasaan gue aja" Rosé mengacak-ngacak rabutnya

Cklekk

Rosé membuka pintu kamar mandi, Terlihat mingyu yang tidak berdaya diatas ranjang sedang diperiksa oleh dokter. Sudah berapa lama dia di kamar mandi sampai tidak tahu ada Dokter yang datang. Pikir Rosé.

"Tuan kim mengalami keretakan dibagian kaki untuk sementara dia harus bedrest. Tidak ada luka serius lainnya, saya sudah meresepkan obat yang akan ditebus, tuan kim sudah meminta jono untuk menebusnya. " Ucap Dokter tersebut.

"Dok tapi itu lukanya gabakal infeksi kan? " Tanya Rosé

"Untuk lukanya biar ga infeksi harus rutin dibersihkan dan untuk ganti perban nanti saya kirim perawat yang akan merawat tuan kim " Jelas Dokter.

"Dokter bisa tolong contohkan ke istri saya untuk membersihkan luka dan ganti perban? Saya tidak mau orang lain yang menggantinya " Ucap mingyu. Rosé menghembuskan nafasnya, kenapa mingyu harus repot-repot menyuruhnya menggantikan perban padahal jelas-jelas akan ada perawat yang merawatnya.

" Bagaimana Ny. Kim? " Tanya Dokter itu. Rosé tersipu malu saat dokter itu memanggilnya dengan sebutan Ny.Kim

" B..boleh dok " Rosé mengangguk dan mengikuti dokter tersebut.

Dokter dengan telaten mengajarkan Rosé cara untuk merawat luka. Rosé dengan serius menanggapinya, Mingyu yang melihat hal tersebut tersenyum senang, tidak salah kan modus sama istri sendiri.

Setelah selesai pengarahan Dokter tersebut langsung berpamitan.

Hening, tidak ada pembicaraan yang dimulai baik Rosé maupun Mingyu. Mingyu pikir Rosé marah karena mingyu sudah lancang mengungkapkan cintanya. Mingyu menyesal karena sudah membuat suasana menjadi sangat canggung seperti ini.

"Gue panggil wonwoo dulu buat gantiin baju lu " Ucap Rosé. tapi sebuah tangan menahan Rosé untuk pergi.

"Tunggu, kenapa bukan lu aja? " Tanya Mingyu

"Tadi lu semangat buat gantiin baju gue, kok berubah pikiran? " Lanjut Mingyu mengoda Rosé. Jantung Rosé berdebar sangat kencang, tubuhnya panas dingin mendengar ucapan mingyu.

"Lagian Wonwoo pasti lagi nebus obat, lu gak lupa kan ucapan dokter tadi? " Tanya Mingyu. Rosé mendudukan kembali bokongnya di sebelah mingyu, dengan kasar dia menyambar baju dan lap yang sudah basah.

We Got Married Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang