34. Flashback

798 87 16
                                        

Rosé POV

Hari itu, aku sangat menginginkan buah mangga yang masih menggantung di halaman mansion milik Oma Kim. Sialnya karena keinginanku itu menjadi petaka dalam hidupku.

Yang aku ingat waktu itu aku menunggu Oma yang meninggalkanku sebentar tapi entah siapa yang memberi bius dari belakang hingga akhirnya aku pingsan.

Aku tidak ingat apapun setelahnya.

Malam itu, aku terbangun. Badanku terduduk disebuah kursi dan seluruh badanku dililit dengan tambang. Sialan, apa aku diculik lagi?

Aku mendengar suara orang berjalan kearahku, aku menggelengkan kepalaku agar rambut tebalku menutupi wajah. Dengan begitu aku bisa melihat tanpa dicurigai.

"Sudah sadar?" Tanyanya kepada penjaga yang ada didepan pintu.

Penjaga tersebut melihat kearahku sebentar lalu menjawab
"Belum bos"

Orang yang dipanggil Bos itu melangkahkan kakinya untuk masuk.

Aku terkejut ketika melihat Jaehyun yang menjadi otak dari penculikanku, bukankah Jaehyun sudah dipenjarakan oleh Mingyu.

"Jika sudah sadar, beri dia makan sebelum kita mengeksekusinya" ucap Jaehyun. Tuhan apakah ini akhir dari ajalku?
Aku harap aku bisa hidup lebih lama.

Rosé POV off

***

Disisi lain

"Untuk misi kali ini kita akan mengepung rumah tua itu. Saya dan DK akan masuk lewat pintu belakang. Seungkwan dan penjaga A,B,C lewat samping dan sisanya mengepung dari pintu utama-

Hoshi sebagai pemancing, buat para penjaga lengah. Dan Oma Kim yang akan memantau dari atas jika target ataupun korban keluar dari rumah itu" Ucap sang detektif.

"Ini gue kalau ditembak gimana woilah" komentar Hoshi
"Tidak usah khawatir, oma bawa semua perlengkapan anti peluru" Ucap Oma Kim.

"Oma maaf, bukannya oma tidak suka Rosé? Kenapa oma merepotkan diri untuk bergabung dalam penyelematan Rosé" Kepo seungkwan yang langsung mendapat pelototan dari DK

"Ah tidak usah dijawab oma, maafka-" Ucapan DK terpotong

"Tidak, Oma menyesali semua perbuatan Oma kepada Rosé. Dan Oma baru sadar kalau Rosé orang yang sangat tulus dan juga mempunyai pribadi yang baik. Ketakutan oma terhadap wanita yang punya popularitas besar ternyata salah, karena setiap orang itu berbeda. Oma sadar sikap Oma kepada Rosé sudah melewati batas dan Oma ingin menebus rasa bersalah Oma kepada dia. Dia wanita yang pantas menjadi bagian dari keluarga Kim" Jelas Oma Kim

BSS pun menganggukan kepalanya setelah mendengarkan penjelasan tersebut.

"Bisa kita mulai sekarang misinya?" Tanya detektif

Semua orang menganggukan kepala, detik selanjutnya mereka akhirnya mengepung rumah tua tersebut sesuai dengan arahan detektif handal tersebut.

Hoshi melangkah penuh keberanian, tidak ada yang harus ia takuti karena ia berada dibarisan yang unggul.

"Woi" Teriaknya. Penjaga yang berjajar tersebut langsung memusatkan perhatiannya serta pistolnya kepada Hoshi.

Detik itupun Hoshi kehilangan kepercayaan dirinya, ia memutar otak agar para penjaga tersebut tidak menembaknya.

Hoshi yang berpakaian serba hitam itupun langsung membuka topinya
"Ashsjfhake" Hoshi terus bicara layaknya orang mabuk.

"Kamu skhenekala ya kajsjs" salah satu penjaga tersebut menyuruh temannya untuk mengecek Hoshi. Namun sayangnya ketika ia memegang hoshi, hoshi langsung merebut pistolnya dan menodongkannya kepada orang tersebut.

Detik selanjutnya para anak buah dari Oma Kim menyerbu para penjaga.

"Gak sia-sia gue berlatih bertahun-tahun di gose" Celetuk Hoshi

Suara tembakan membuat suasana malam itu semakin menegangkan. Semua orang menjalankan perintah sesuai arahan detektif tadi.

Hampir sekitar 30 menit mereka beradu peluru hingga akhirnya Jaehyun berhasil di lumpuhkan.

"Dimana kamu menyembunyikan cucuku?!!" Introgasi Oma Kim.

Jaehyun tutup mulut, dia sama sekali tidak berbicara sepatah katapun dari awal.

Oma kim terus mendesak hingga akhirnya salah satu anak buah Jaehyun membuka suara
"Dia melarikan diri" Ucapnya.

"Apa kalian melihatnya?" Tanya oma Kim kepada orang-orang disekitarnya, namun tidak ada 1 orangpun yang menjawab.

"Cari Roséku sampai ketemu. Dan bikin pemberitaan jika dia telah meninggal" Ucap Oma Kim.
"Jebloskan Orang ini kepenjara" Oma Kim menatap Jaehyun dengan penuh amarah.

***

Rosé POV

Jaehyun terus memperhatikanku, sejujurnya perutku sangat lapar. Tapi aku lebih takut mati ditangan dia dari pada mati kelaparan.

Tanganku perlahan menggesekan tali ke paku yang tertancap di kursi, apakah ini sebuah kebetulan?

Dor!!!

Aku terkejut mendengar suara itu untungnya tidak ada yang melihatku.
"Kita dikepung!!" Ucap salah satu penjaga.

Dua orang yang ada didepan pintu panik dan mengambil senjatanya. Termasuk Jaehyun.

Mereka keluar dari ruangan itu, aku dengan cepat menggesekan tambang yang lumayan tebal tersebut. Sesekali anak buah Jaehyun melihatku namun aku tetap terlihat tenang dibalik rambut panjangku.

Sambungan listrik terputus berbarengan dengan terlepasnya tali tambang yang mengikat tubuhku.

Aku membuka alas kaki yang digunakan agar tidak menimbulkan suara.

Dikegelapan aku berlari tanpa arah, berlari berpuluh-puluh meter hingga kakiku terasa perih. Juga kandunganku.

Aku terduduk dibawah pohon, detik selanjutnya aku tidak ingat.

***

Aku terbangun ketika matahari mulai masuk kesela-sela jendela. Aku menatap sekelilingku, aku ada dimana?

"Apa kamu yakin dia Rosé Blackpink?" Suara itu terdengar diluar kamar yang aku tempati

"Aku yakin dia Rosé, aku sangat ngefans kepadanya. Dia biasku di Blackpink" Balas orang yang satunya lagi

"Tapi aku lihat di berita Rosé meninggal dimakan anjing" sahut teman yang satunya itu

Aku hampir tertawa mendengar itu, apakah ada orang yang percaya dengan kematian seperti itu?

Tunggu, bukankah ini bagus untuk memulai hidup yang baru dengan anakku nantinya?

Aku akan berpura-pura menjadi orang lain mulai sekarang. Jadi, mulai dari mana aku berakting?

.
.
.
.
Bersambung

We Got Married Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang