Sudah hampir satu minggu lebih Mingyu dan Rosé tidak berkomunikasi, setelah mengatahui semuanya dari Dokter Cassandra, Rosé dan Mingyu bertengkar hebat hingga akhirnya Rosé memutuskan untuk tinggal di Dorm Blackpink.
"Mau sampai kapan lu ngehindar dari Mingyu?" Itulah yang selalu member lain tanyakan kepada Rosé, tetapi Rosé mengacuhkan pertanyaan itu. Hatinya terlalu sakit dengan ucapan Mingyu waktu itu. Apa menunda untuk memiliki anak adalah kesalahan?
Flashback
"Ming.. Gue belum siap" Ucap Rosé menatap Mingyu dengan tatapan kosong, airmatanya terjatuh begitu saja.
"Tapi bagaimanapun juga kita harus hadapi semua ini sayang, tuhan sudah memberi kita tanggung jawab" Balas Mingyu
Rosé menggelengkan kepalanya. Ia benar-benar belum siap menjadi seorang ibu. Rosé takut anaknya mengalami apa yang ia alami di masalalu. Detik selanjutnya ia menghapus airmatanya dan menatap Dokter Cassandra dengan tatapan teduh
"Dok, bagaimana cara agar saya bisa menggugurkannya?" Pertanyaan Rosé tersebut sontak mendapatkan respon buruk dari Mingyu.
Mingyu dengan cepat mendudukan tubuhnya mendekati sang istri
"Sayang?! Kamu gila?!" Tegur Mingyu
"Gak!! Gue gabisa Ming, gue gamau!! Gue gamau hamil!" Teriak Rosé frustasi, Rosé tidak ingin semua ini terjadi secepat ini.
"Kamu gaboleh ada disini!! Aku gamau hamil!!" Rosé meraung dengan tangan yang memukul-mukul perutnya. Mingyu menggertakan rahangnya melihat tingkah sang istri, dengan cepat Mingyu menangkap kedua tangan Rosé kemudian Mingyu mendekap lagi tubuh sang istri
"Sayang hei, aku mohon kamu tenang dulu. Kita bisa lewati semua ini, kamu gaboleh nyakitin dia karena dia gak salah apa-apa sayang. Kita bisa belajar dari sekarang untuk jadi orangtua yang baik" Ucap Mingyu. Dokter Cassandra pamit keluar ruangan saat Mingyu memberikan kode.
"Gak!! Gue mau gugurin dia ming!!" Ujar Rosé
Mingyu menggelengkan kepalanya
"Jangan jadi penjahat sayang, dia berhak lahir kedunia dan hidup bahagia bersama kita" Balas Mingyu
"Gue gak peduli ming! ini tubuh gue, gue yang berhak atas semuanya!!" Kecam Rosé. Rosé mendorong sang suami dengan kekuatan penuh.
Hal tersebut memancing emosi Mingyu yang sedari tadi ia tahan.
"Terus?! Lu mau gugurin dia gitu aja hah? Dulu lu minum pil pencegah kehamilan tanpa sepengetahuan gue gue bisa maafin jeh walaupun gue sakit hati, padahal gue suami lu yang artinya gue berhak tau semuanya Rosé! Lu berhasil bikin gue berharap pada sesuatu yang tidak mungkin!-"
"-Gue tau lu masih trauma dimasalalu, tapi stop bersikap egois! Karena ketakuatan lu itu bisa bikin satu nyawa orang yang gak berdosa mati sia-sia, apalagi itu anak lu! Darah daging lu sendiri!! Lu denger kan tadi Dokter Cassandra bilang kalau janin itu udah 2 bulan? Lu sadar gak sih selama ini lu ngonsumsi obat pencegah kehamilan tapi calon anak kita udah ada disana? Lu bisa bayangin gak sebahaya apa obat itu buat janin?! Tapi dia kuat, dia masih bertahan sampai sekarang jeh!! Dimana hati nurani lu?!!! !-"
"Gue belum siap Mingyu!!" Balas Rosé dengan teriakan
"Mau sampai kapan hah?!! Terus lu pikir dengan lu belum siap lu bisa bertindak semau lu gitu hah?!! Lu tau kan kalo menggugurkan kandungan atau menelantarkan anak di Negara ini itu suatu kejahatan?! Lu mau jadi orang jahat hah? Mau jadi orang jahat buat anak sendiri?!" Tanya Mingyu dengan wajah yang memerah.
Marah, jelas Mingyu marah. Mingyu tidak menyangka istrinya itu akan bersikap bodoh seperti itu. Bagaimana bisa ia memukul-mukul kandungannya, benar-benar hilang akal.
Rosé terisak dengan tangan yang masih mengepal
"Dengan sikap lu yang kaya gini, apa bedanya lu sama orangtua lu?!" Ucap Mingyu
Sejujurnya Mingyu tidak menuntut Rosé untuk mempunyai anak cepat setelah mendengar cerita Rosé saat liburan, tapi jika sudah seperti ini dirinya tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima.
Mingyu dengan tubuh yang masih lemah beranjak dari kasur.
"Sekarang terserah lu mau berbuat apa, lu gapernah mau denger masukan gue juga kan? Gue capek" Mingyu meninggalkan Rosé begitu saja.
xxx
Hingga saat ini Rosé tidak membalas pesan Mingyu, walaupun sebenarnya ia masih khawatir dengan Morning Sickness yang di alami Mingyu.
Karena terlalu suntuk di Dorm hari ini Rosé memutuskan untuk berjalan-jalan di sebuah taman yang tentunya aman dari sasaeng.
Rosé membeli Ice Cream di sebuah kedai dekat taman tersebut, Mungkinkah dirinya tengah mengidam? Rosé tersenyum kecil, ini adalah pengalaman yang tidak akan Rosé lupakan. Beruntung Rosé bisa mengalami 'ngidam' seperti wanita hamil pada umumnya sebelum ia benar-benar menggugurkan kandungannya besok.
Ya, keputusannya untuk menggugurkan kandungannya sudah matang. Rosé tidak akan berubah pikiran meskipun Mingyu yang memintanya.
Rosé duduk di sebuah kursi dan menikmati Ice Creamnya dengan angin yang menyapu rambut blonde nya
xxx
Di sisi lain
Mingyu yang baru saja pulih dari masa-masa terpuruknya karena Morning Sickness yang dia alami kini dirinya bisa beraktivitas seperti biasa.
Mingyu sangat beruntung karena disaat dirinya sakit Dino terus ada disampingnya untuk membantu keperluannya. Padahal mingyu bisa saja menyuruh Jono untuk mengurusnya.
"Kalau gue jadi santa claus, lu mau minta apa?" Mingyu mempertanyakan hal tersebut kepada Dino kemarin, namun Dino menjawab dengan nada bercandanya
"Gue mau minta Rosé aja boleh gak?"
Dino yang tahu permasalahan Mingyu dan Rosé tersebut, bahkan Dino tahu jadwal pertemuan Rosé dengan Dokter yang akan mengabosinya.
"Semangat semangat" Ucapan Scoups itupun menyadarkan Mingyu dalam lamunannya. Yap, Mingyu sekarang tengah latihan untuk persiapan konser di Jepang dengan member Seventeen.
Bisa di sebut konser ini adalah konser terakhirnya, karena setelah ini Mingyu akan kembali menjadi Mafia.
"Guys" Manager Seventeen masuk kedalam ruangan latihan dengan membawa kertas yang ia linting
Scoups mengepalkan tangannya keatas memberi kode kepada member agar menghentikan latihannya
Para member Seventeen berkumpul melingkari sang manager yang akan memberikan informasi
"Jadi gini, sesuai kesepakatan dua agensi di Konser Jepang kali ini Seventeen akan melakukan kolaborasi dengan Twice" Ucap sang manager
Deg
Jantung Mingyu terasa berhenti ketika mendengar info tersebut, haruskah ia bertemu Nayeon kembali setelah beberapa saat mereka pisah?
"Kenapa gak Blackpink aja?" Celetuk Seungkwan
"Lu lupa Blackpink dari agensi apa?" Balas Minghao
"Hehe iya juga sih" Balas Seungkwan
"Karena ini konser terakhir Mingyu jadi Mingyu dapat solo stage. Ahh iya, Nanti Mingyu Nayeon akan membawakan lagu Dream-Baekhyun ft Suzy" Jelas sang manager
"Saya lagi?" Tanya Mingyu
"Iya, Karena wonwoo akan duet dengan Jihyo sedangkan Scoups akan berduet dengan Sana" Balas Manager
"Abis konser auto disuruh tidur diluar nih sama istri" Ucap Jeonghan
"Apalagi kalo istri tau duetnya sama mantan" Sambung Hoshi
Para member cekikikan terkecuali Dino, Dino menghampiri Mingyu
"Hyung, lu tolak tawarannya ya. Gue takut Rosé marah" Bisik Dino.
Mingyu tersenyum menyeringai kearah Dino, hei untuk apa dirinya memikirkan perasaan Rosé? Bahkan Rosé pun tidak memikirkan perasaannya dengan membuat keputusan menggugurkan kandungannya.
"Okey, saya mau. Kapan latihannya?" Pertanyaan mingyu tersebut sontak membuat kaget para member Seventeen
"Hyung, lu serius?!" Tanya Dino
"Ahh bahkan gue gapernah seserius ini sebelumnya" Balas Mingyu. Dino hanya terkejut melihat perubahan sikap Mingyu.
.
.
.
.
.
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
We Got Married
De TodoWe Got Married ( Rosé dan Mingyu ) Variety Show asal korea ini hadir kembali untuk menghibur para penggemar setelah 5 tahun berakhir, bukan hanya kembali ditayangkan, tapi pihak We Got Married akan mengembangkan konsep-konsep baru. Roséanne Park ali...
