Take Your Shower

908 130 3
                                    

"Ehh! Kar! Kar! Karina!" Ia berseru cukup keras, Karina sontak menoleh dengan wajah agak panik karena Herozein juga memanggilnya dengan nada panik. "Apa?! Ada apa, Kak?!" Segera saja ia mendekati lagi sang kakak.

Herozein nyengir, "enggak, cuma mau bilang kalo semisalnya Ibu emang lagi nyiapin makan malam tolong makanannya jangan ada yang pedes." Dahi Karina mengernyitkan bingung, bibirnya sedikit terbuka. "Kenapa?"

Helaan napas terdengar dari Herozein. "Jennath gak suka pedes, dia gak demen pedes masa Lo gak tau sih?"

"Aku memang tidak tahu karena aku juga baru pertama kali bertemu dengannya, yang membuatku aneh adalah bagaimana Kakak bisa tahu bahwa Yang Mulia tidak menyukai pedas?" Sahut Karina sembari mengangkat bahu.

Herozein bungkam. ".... Hah?" Lalu hanya membeo singkat menjawab pertanyaan dari adiknya itu.



The Greatest Revision For Unpublished Story © Deurimen
Genre : BL, Bromance, Transmigration, & Historical

"Aku benar-benar heran mengapa Kakak seperti sangat mengenal Yang Mulia dengan baik..."

Herozein mengalihkan pandangannya ke segala arah menghindari tatapan penuh kecurigaan. "Seharusnya juga aturan Lo yang tau semua tentang Jennath, tapi Lo nya gak peka, Kar. Kepekaan Lo minim, gak punya inisiatif sama sekali Lo mah buat ngedeketin Jennath." Batinnya kembali berbicara dan menjadi agak sebal dengan adiknya itu.

Lalu Herozein akhirnya mengibaskan tangan, "dahlah tinggal bilang aja apa susah sih? Hushh hushh... Gue mau ganti baju." Ia pun memilih untuk segera mengusir Karina, karena tidak mungkin bukan dia menjawab kecurigaan dari perempuan itu dan bilang bahwa dialah yang menulis karakter Jennath.

Masih dengan mata yang memicing curiga Karina perlahan berbalik untuk meninggalkan Herozein yang masih mengangguk seraya mengibaskan tangannya, dirasa sudah cukup mencurigai sang kakak perempuan cantik itu pun kembali melenggang pergi.

Ia menghela napasnya lega. "Hahh... Anjir, terus gue kudu kenalin Karina ke Jennath dulu dong? Lagian nih anak dua kenapa jadi OOC gini sih? Bener-bener gak punya inisiatif sendiri, saling kenalan kek atau ngobrol dikit kek, ini malah jauh-jauh mulu. Bikin repot aja." Herozein mencibir pelan menatap punggung Karina yang mulai menghilang dan melirik kearah dalam kamarnya dimana Jennath berada.

Brakk!

Terlanjur kesal tanpa sadar membuat Herozein langsung membanting pintu tanpa rasa bersalah telah membuat Jennath yang berada didalam terperanjat kaget mendengar dentuman keras dari pintu ganda besar itu, sambil bertolak pinggang Herozein berjalan lalu berdiri didepan Jennath yang hanya menatapnya penuh tanda tanya.

Hening.

Mata Herozein mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya dia membuka suara. "Kita kek orang bego diem-dieman gini, ngomong napa sih Jen jangan diem mulu." Ungkapnya yang memang sebal sekali jika situasi sudah menjadi sangat canggung.

Jennath berdehem. "Aku butuh pakaian..."

".... Oh bener. Lo kesini kan mau ganti baju yak." Langsung saja Herozein berlari kecil meninggalkan Jennath.

Kriett

Ia pun membuka lemari besar yang berada di walk in closet kemudian mulai memilah-milah kemeja yang memiliki warna dan desain senada semua itu, putih. Tidak lama Jennath datang karena ia mulai merasa penasaran, Herozein menoleh singkat kemudian menggesturkan tangannya meminta Jennath agar segera mendekat.

The Greatest Revision For Unpublished StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang