14

512 29 15
                                        

Suasana pagi hari di sebuah apartemen terlihat cukup sibuk. Dua irang penghuninya sibuk kesana kemari seperti sedang menyiapkan sesuatu.

"Hyun-ah, apakah tidak apa dengan penampilanku seperti ini saja?".

Tanya Saebom sambil memperlihatkan penampilanya di depan Yi hyun yang sedang membungkus beberapa barang sepertinya akan diberikan pada orang.

Tanya Saebom sambil memperlihatkan penampilanya di depan Yi hyun yang sedang membungkus beberapa barang sepertinya akan diberikan pada orang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yi hyun menghentikan kegiatanya lalu memperhatikan Saebom dari atas ke bawah.

"Cantik". Ujarnya dengan pandangan kagum.

"Bagaimanapun penampilanmu kau tetap wanita tercantik yang kumiliki Beom-ah. Ahh tentu saja setelah ibuku". Lanjutnya lagi diakhiri dengan sebuah cengiran.

Seketika wajah Saebom memerah mendengar pekataan Yi hyun. Lelaki itu memang sangat ahli membuatnya salah tingkah.

Saebom menghampiri Yi hyun membantu membungkus barang yang sudah mereka siapkan.

"Hyun-ah. Kira-kira apa orang tua mu akan menyukaiku nanti? Kau tau, selain bertarung aku cukup payah dalam urusan rumah tangga". Tanyanya sambil terus membantu Yi hyun.

Mendengar pertanyaan Saebom, Yi hyun menghentikan kegiatanya lalu memandang Saebom dalam.

"Beom-ah. Kenapa bertanya seperti itu? Justru kami yang harus bersyukur mendapatkanmu sebagai istri dan menantu. Akhirnya aku bisa bersamamu setelah dua belas tahun memendam perasaanku. Mereka juga pasti sangat senang. Bahkan walaupun sekarang kamu bertemu mereka dengan penampilan sehari harimu pun mereka akan tetap senang, bagaimanapun kaulah penyelamat anak mereka. Kaulah orang yang membuat anak mereka menemukan tujuan hidup kembali setelah impianya hilang. Lalu bagaimana bisa mereka tidak suka dirimu hmm?". Jelas Yi hyun sambil menatap Saebom dalam

Hening menyelimuti, cukup dengan tatapan dalam mereka dapat saling mengerti menyalurkan rasa kepercayaan menenangkan hati.

Saebom merasa dirinya merupakan wanita yang paling beruntung mendapatkan pasangan seperti Jung yi hyun, bagaimana bisa dirinya tidak menyadari bahwa ada orang yang sangat berharga selalu berada disampingnya. Saebom sangat bersyukur diberikan kesempatan merasakan kebahagiaan sebesar ini. Dan lelaki di hadapanya ini memberikan andil besar terhadap apa yang dirinya rasa sekarang.

"Gomawo, Hyun-ah". Ucapnya.

Yi hyun tersenyum sambil mengelus kepala gadis itu. Mungkin sekarang hal ini menjadi hal kesukaanya dimana Saebom dengan senang hati menerima elusan yang dia berikan.

"Sama sama Beom-ah. Nahh,, semua sudah siap. Ayo berangkat.". Ajaknya sembari merapikan barang yang telah disiapkan tadi untuk diangkut.

"Saebom-ah".

Panggilan Yi hyun mengalihkan perhatian Saebom yang sudah siap akan berangkat.

"Wae?". Ucapnya sambil melihat sekitar apakah ada batang yang tertinggal.

TOGETHER,, FOREVER,,Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang