jumat malam hari eksekusi. semua anak the gifted berkumpul di gedung tua tempat geng blacklist berkumpul. mereka duduk secara berantakan. bantad jimbae dan highlight duduk di lantai dan sisa nya di kursi dekat meja. traffic duduk bersama wave di sebuah sofa yang dipenuhi lubang sobekan. walau begitu sofa tua ini terasa lebih nyaman dibanding sofa baru.
"kau baik baik saja?" highlight menghampiri traffic dan merangkul nya secara tiba tiba
Traffic mengangguk pelan. Ia menyelipkan puntung rokok yang tengah menyala di bibirnya. Menyesap nya dengan nikmat dan menghembuskan nya kembali ke udara. "parkiran hotel pacific betul?"
"he-em" highlight mengangguk.
"oke bagaimana sekarang? Kita semua kesana dan temui Andrew ?"
"aku rasa itu tidak efisien" wave memasuki percakapan highlight dan traffic. Mereka berdua pun menoleh kearah nya.
Highlight terdiam sejenak "aku setuju. Tidak perlu semua pergi kesana itu terlalu beresiko."
"Begini saja, aku dan beberapa dari kita pergi kesana lalu aku akan meretas cctv hotel untuk mengawasi Andrew. kita pastikan dulu dia sudah selesai dengan urusan nya baru kita temui dia dan bawa kesini." lanjut wave.
Mereka semua tampak setuju dengan ide wave berusan. "kalau begitu aku ikut dengan mu" ujar traffic seraya mendekat kearah wave. Ia membuang puntungan rokok nya yang sudah pendek lalu diinjaknya rokok itu agar berhenti menyala.
"aku ikut" ujar highlight langsung.
Traffic menghela nafas. ia beranjak dari duduknya. "kalau begitu kita bertiga akan pergi menjemput Andrew. Kalian tunggu disini, untuk rencana selanjutnya kita perlu mendengar penjelasan Andrew dulu" traffic menatap teman teman nya satu persatu.
"tunggu" ujar bantad yang berada disudut ruangan. Ia menoleh kearah wave. "jika sudah berhasil meretas beri aku akses ke cctv juga, aku akan mengakses lewat computer ku. Biarkan aku dan teman teman membantu mengawasi dari sini"
bantad menghampiri highlight kemudian wave dan traffic. "pakailah" bantad memberikan mereka masing masing satu alat untuk berkomunikasi. Bentuk nya mirip seperti alat bantu dengar. "gunakan bluetooth ini untuk berkomunikasi. aku akan membantu memberi arahan untuk kalian"
Wave mengangguk. Ia mengambil alat yang diberikan bantad dan segera dipakainya ke telinganya. Begitu juga dengan highlight dan traffic.
"baiklah sudah beres semua. Sekarang kita ke rumah ku, kita gunakan mobil p'gao untuk ke pacific"
Selanjutnya traffic, wave dan juga highlight keluar dari Gedung tua dan segera menuju rumah traffic. Mereka berjalan dengan sangat hati hati keluar dari area sekolah. Untungnya jarak rumah traffic tidak terlalu jauh jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai.
Setelah berhasil masuk ke halaman rumah traffic mereka segera menuju bagian garasi. Beberapa mobil berjejer di garasi milik keluarga Kirdpan. "yang mana?" tanya wave pada traffic.
Traffic menunjuk kearah mobil paling pojok kanan.
"sebentar" ujar traffic. Ia berlari kecil kearah lemari kaca yang menempel ditembok. Traffic menempelkan jempolnya ke sebuah layar berwarna hijau untuk memindai sidik jarinya. 'tut' terdengar suara tanda akses diterima Traffic segera membuka lemari itu dan mengambil kunci mobil yang ada disana.
"ayo" traffic Kembali berlari kecil kearah wave dan highlight. Setelah mereka berada dijarak yang dekat ia segera membuka pintu mobil. akhirnya mereka ber 3 berhasil berada didalam mobil.
Traffic menyetir, wave duduk disamping dan highlight dibagian belakang. Mobil traffic segera melaju keluar garasi melewati halaman keluar dari area rumahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
hate or love? [ NanonChimon ]
Fanfictionnanon chimon paralel universe. berlatar blacklist & the gifted nanon as traffic chimon as wave happy reading :)) #2 dramaschool - 4 July 2020 #2 chimonwachirawit - 7 July 2020 #3 nanonchimon - 8 April 2021 #1 nanonchimon - 30 April 2021 #1 thegifted...
![hate or love? [ NanonChimon ]](https://img.wattpad.com/cover/188516613-64-k644201.jpg)