Sekarang sudah pukul 6.55 yang berarti 5 menit lagi kelas akan dimulai. semua siswa sudah lengkap di meja nya masing masing. kecuali meja yang berada di pojok kiri kelas.
meja milik wave masih saja kosong, padahal kelas akan segera dimulai. berkali kali traffic melihat kearah pintu kelas tetapi wave tidak datang juga. sampai akhirnya bel masuk pun berbunyi.
traffic berdiri dari duduknya, ia menghampiri meja milik ohm.
"ohm, wave kenapa tidak datang?"
"ao, dia sedang mengurus beberapa hal di kelas gifted. mengapa kau peduli?" jawab ohm
mendengar jawaban ohm membuat traffic lebih tenang, setidaknya ia tahu wave masih hidup.
"traffic, apa yang kau lakukan disana? kembalilah ke tempat duduk mu! apa kau tidak dengar bel masuk?" ujar bu mook yang ternyata sudah memasuki kelas.
traffic pun kembali ke tempat duduknya, dan kelas dapat dimulai
Setelah melewati beberapa jam pelajaran yang sangat membosankan. Kini waktunya jam istirahat bagi semua murid kelas 12. Traffic menyusuri koridor menuju kantin dengan malas malasan. Ia berjalan paling belakang di antara teman temannya.
"oih traff cepat sedikit, aku sangat lapar" ujar highlight
traffic pun mempercepat langkahnya 2 sampai 3 kali tanpa menjawab highlight.
Tak pakai lama mereka segera mengantri di kios ibu kantin sebelum lebih banyak orang berdatangan.
Karena alasan yang tidak jelas traffic sedari tadi memasang wajah suram, sepertinya mood nya sedang tidak baik hari ini. Traffic melamun ke sembarang arah sampai matanya menemukan seseorang yang mungkin bisa membuat moodnya sedikit baik atau malah semakin buruk. Oke sepertinya hanya memperburuk. Si penyihir sialan itu hilang dari pandangannya hampir setengah hari ini, dan sekarang muncul dihadapnnya dengan seorang wanita yang diketahuinya bernama grace. Hebat.
"cih, mengurus kelas gifted katamu?" ujar traffic tiba tiba, membuat highlight menengok ke arah traffic untuk mengecek apakah temannya ini masih waras.
"apa?" ujar highlight memastikan kalimat tidak jelas apa yang barusan keluar dari mulut traffic.
Traffic tidak menjawab highlight matanya masih tidak lepas dari pemandnagan yang membuat nya naik darah. Highlight tidak terlalu peduli dan melanjutkan acara pilih pilih makanan nya. Ia memilih lebih dari 3 jenis lauk, setelah merasa cukup ia memanggil traffic sebab ini gilirannya memesan
"ai traff, liat apa sih? Cepat pesan banyak orang menunggu gilirannya"
"aku tidak nafsu makan" ujar traffic dingin dan singkat, kemudian meninggalkan teman temannya. Padahal biasanya traffic sangat bersemangat saat jam makan, tapi sekarang rasanya ia ingin ke toilet dan muntah saja.
"alaywah" ujar highlight ketika berniat mengejar traffic, namun ditahan oleh jimbae.
"sudah biarkan saja, kau tahu kita hanya perlu memberinya waktu kalau sedang seperti itu"
"hmm baiklah"
setelah mengisi perut masing masing, semua murid kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran. Begitu juga dengan wave yang akhirnya kembali ke kelas 12-1.
Wave memasuki kelas sendirian, tidak bersama teman teman jenius nya seperti biasa. Ia berjalan santai menuju kursi miliknya yang sejak tadi pagi belum ia tempati.
Wave tersengkal sedikit saat bahunya bertubrukan dengan traffic, ia reflek menatap bahunya kemudian traffic secara bergantian.
"highlight" ujar traffic tanpa mempedulikan orang yang dengan sengaja ia tabrak, ia melambaikan tangannya pada temannya yang baru saja memasuki kelas.
melihat tingkah traffic barusan, membuat amarah merasuki wave.
"hey traff" wave menarik bagian belakang baju traffic cukup kencang.
Traffic pun tidak tinggal diam, kalian ingat kan moodnya sedang tidak baik hari ini. Traffic mendorong wave sampai genggaman di baju traffic terlepas.
"apa yang kau lakukan huh ?" ujar traffic menyentak
"seharusnya aku yang bertanya padamu, kau baru saja menabrak ku, lalu apa ? bukannya minta maaf malah pura pura tidak tahu" nada bicara wave tidak kalah tinggi.
"ohoo, ada anak gila hormat disini ya, aku tahu kau berada di kelas gifted tapi bukan berarti aku harus memperlakukan mu dengan special"
"Ini tidak ada hubungannya dengan kelas gifted ini soal sopan santun kau mengerti?" wave memasang wajah menantang.
"apa kau baru saja mengajariku sopan santun ?" traffic menarik kerah wave, tangan sebelahnya mengepal sangat kuat seperti siap meninju wave sekarang juga.
"hey kalian" ujar pak victor. Tanpa mereka sadari ternyata pak victor sudah memasuki kelas, tandanya pelajaran akan segera dimulai.
Mendengar ucapan pak victor barusan membuat traffic melemahkan genggamannya yang mencengkram kerah wave.
"masalah apa lagi yang kalian buat, kalian bahkan belum menyelesaikan hukuman yang kemarin" ujar pak victor frustasi.
Akhirnya pak victor membawa wave dan traffic ke ruang guru untuk membicarakan apa yang sebenarnya terjadi.
"sepertinya aku harus berterimakasih pada traffic, berkatnya jam pelajaran kita jadi terpotong" ujar jimbae.
"dasar laknat" highlight terkekeh pelan pada jimbae
seisi kelas menjadi ramai karena tidak ada guru yang menjaga. Beberapa murid sibuk memainkan ponselnya, ada juga yang membuat band acapela dadakan sedangkan geng perempuan tukang gossip sedang asik menggosipi wave dan traffic.
Setelah hampir 15 menit berlalu tanpa pelajaran, pak victor kembali memasuki ruang kelas diikuti wave. Iya hanya wave.
"dimana traffic?" Tanya Claire dari tempat duduknya saat melihat wave kembali.
"Lapangan" ujar wave puas.
"apa ? ngapain?" sambung highlight yang ternyata menguping.
"hanya menjalani sedikit hukuman" ujar wave dengan meberi smirk khas miliknya.
Wave pun kembali ke tempat duduknya dengan tenang, kini ia bisa focus dengan pelajaran sebab traffic sudah diberi hukuman.
*****
saat pulang sekolah tiba, para murid berhamburan keluar dari kelas nya masing masing.
dalam perjalanannya menyusuri koridor highlight dan geng nya bertemu traffic dari arah yang berlawanan, ketika yang lain keluar kelas traffic malah masuk kelas. ia perlu mengambil tas nya yang masih berada di kelas.
"traff kami tunggu disini aja ya" ujar highlight
"bersiap siaplah kalian, kita akan nyamperin p'gao malam ini" ujar traffic
"malam ini? mengapa buru buru sekali traff? apa kau tidak lelah habis seharian di lapangan?"
"tidak, mood ku sedang bagus untuk mematahkan leher orang" ujar traffic sebelum melanjutkan langkahnya menuju kelas.
highlight, jimbae, bantad, dan title saling tatap seraya menelan ludah dalam dalam
_______________________________
TBC
makasih buat kalian yang udah baca cerita ini sampe sini, jangan lupa vote kalau kalian suka sama cerita ini. setiap vote dan komen kalian sangat berarti buat author. see you <3
KAMU SEDANG MEMBACA
hate or love? [ NanonChimon ]
Fiksi Penggemarnanon chimon paralel universe. berlatar blacklist & the gifted nanon as traffic chimon as wave happy reading :)) #2 dramaschool - 4 July 2020 #2 chimonwachirawit - 7 July 2020 #3 nanonchimon - 8 April 2021 #1 nanonchimon - 30 April 2021 #1 thegifted...
![hate or love? [ NanonChimon ]](https://img.wattpad.com/cover/188516613-64-k644201.jpg)