Selama perjalanan traffic merasa gelisah, banyak hal yang ia pikirkan, terutama highlight. "Setidaknya katakan kita akan kemana" ujar traffic penuh emosi. "khao yai" jawab p'gao singkat. mobil terus melaju sampai akhirnya hawa hawa dingin mulai terasa, banyak pohon pohon tinggi menjulang, jalanan pun tidak semulus saat di tengah kota. andrew tertidur di dekat jendela mobil, sedangkan wave masih terjaga. Apalagi traffic yang sedari tadi gelisah.
Untuk perjalanan yang agak panjang mereka bisa dibilang sampai cukup cepat. "ayo" ujar p'gao. Ia segera mematikan mesin mobil dan turun diikuti andrew dan wave. traffic jalan mendahului p'gao."sabar traffic, kau di belakangku, biar aku yang bicara nanti, aku mohon jangan membuat ini semakin kacau". dengan kesabaran yang hampir habis traffic tetap berusaha untuk mendengarkan perintah p'gao demi keselamatan highlight. Traffic tidak mau mengulang kesalahan nya seperti saat andrew keluar dari sekolah.
Kini mereka semua berkumpul di ruang tengah sebuah villa yang cukup megah. semua orang mengarahkan perhatian nya pada seorang bapak tua yang perlahan berjalan memasuki ruangan. "bicaralah" ujar nya.
"ini adik ku, traffic. dia tidak tahu apa-apa, dia hanya datang berusaha menyelamatkan teman nya andrew" jelas p'gao.
"dimana highlight" ujar traffic langsung.
pak tua itu menatap traffic lalu terkekeh "maksudmu dia?". si pak tua berisyarat kepada salah satu anak buah nya untuk menyeret highlight ke hadapan mereka. traffic dengan spontan hendak maju menghajar orang yang menahan highlight, namun p'gao menahan nya.
"tolong lepaskan dia, kita tidak perlu menggunakan kekerasan, ini hanya salah paham, aku akan pastikan adik ku tidak akan mengganggu lagi" p'gao kembali menjelaskan.
si pak tua itu tertawa palsu, "ini masalah sepele, aku tidak butuh anak kecil seperti mereka"
wiu wiu wiu wiu, terdengar suara sirine dari luar villa. seluruh isi ruangan sontak menengok ke arah suara. "kau memanggil polisi?!" tanya si pak tua pada traffic. namun traffic pun sama bingung nya dengan si pak tua.
"tahan dia!" perintah pak tua. 'dor!' tanpa basa basi andrew menembak orang yang menahan highlight, mengenai bahu kanan nya. "ikut aku" teriak andrew. highlight yang kini terbebas berlari dengan cepat ke arah teman teman nya. mereka semua hendak meninggalkan tempat itu, namun tentu saja tidak mudah.
"angkat tangan, angkat tangan!" lima orang polisi siap dengan pistol di tangannya berhasil mendobrak masuk. semua orang terpaku seraya memikirkan cara untuk kabur. namun semua nya terlambat, keadaan ini hanya bisa diselesaikan dengan kekerasan.
salah seorang anak buah maju dengan sigap menghajar pistol yang dipegang oleh polisi, si polisi reflek menembakan pistolnya ke udara kosong. terjadi baku hantam antara polisi dengan anak buah pak tua yang berusaha melindungi nya. traffic, highlight, wave dan andrew pun sama sibuknya melindungi diri masing masing, upaya mereka untuk kabur tertahan oleh beberapa orang.
wave tidak terlalu mahir soal bela diri, ia berhasil menghindar beberapa kali namun tidak cukup fasih untuk menyerang. traffic yang berada dekat dengan wave dengan lincah nya menghajar sekaligus menghindari dua orang lawan. ia membawa kedua lawan nya saling berdekatan lalu menghindar membuat kedua nya menghajar satu sama lain. ketika lawan nya lengah traffic segera menarik wave menjauh.
di sisi lain andrew dan highlight saling membantu menundukan beberapa lawan secara berturut turut, kedua nya saling membelakangi agar tidak ada lawan yang mendapat celah untuk menghajar mereka dari belakang. ketika beberapa lawan mulai tumbang, highlight mengisyaratkan traffic bahwa pintu keluar mulai tidak terjaga.
empat dari mereka pun segera berlari menuju pintu keluar. andrew yang berada di paling belakang tidak sengaja melihat pak tua mengangkat pistolnya ke arah traffic, "awas!". dor! dor! dor! tiga tembakan berhasil menembus kulit andrew ketika ia hendak mendorong traffic untuk menghindari tembakan. andrew pun tumbang di lantai dengan darah yang berlumuran, sebelah tangannya memegangi bagian perut kanan nya yang terus mengucurkan darah. ia berteriak kesakitan, tangan nya menyentak nyentak lantai berkali kali.
menyadari itu phi gao langsung mengalihkan pistol itu dari tangan atasan nya. pistol itu berhasil terpental dan langsung dihajar bos nya itu beruntun oleh phi gao. namun si pak tua bukan lawan yang mudah juga, phi gao beberapa kali terkena pukulan keras, bahkan ia sampai terpojok ke tembok.
dari kejauhan kembali terdengar suara sirine yang semakin ramai. dengan susah payah phi gao menahan bos nya agak tidak berhasil meloloskan diri. "pergi sekarang!" teriak phi gao pada traffic yang masih tidak bisa melepaskan andrew. wave dengan kewarasan nya yang masih tersisa segera menarik traffic keluar. highlight sudah siap di kendali mobil phi gao, mereka bertiga pun segera melarikan diri dari tempat kejadian.
kurang lebih selang dua menit puluhan polisi berhasil hadir di ruang tengah, dor! seorang polisi menembakan peluru ke langit langit "angkat tangan! jangan melawan!". tanpa perlawanan phi gao mengangkat kedua tangan nya, "panggil ambulans sekarang! ada anak dibawah umur" teriak nya. suasana sudah cukup kacao, phi gao sudah kehabisan tenaga, begitu juga bos dan anak buah lain nya yang setengah mati mencoba bertahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
hate or love? [ NanonChimon ]
Fanfictionnanon chimon paralel universe. berlatar blacklist & the gifted nanon as traffic chimon as wave happy reading :)) #2 dramaschool - 4 July 2020 #2 chimonwachirawit - 7 July 2020 #3 nanonchimon - 8 April 2021 #1 nanonchimon - 30 April 2021 #1 thegifted...
![hate or love? [ NanonChimon ]](https://img.wattpad.com/cover/188516613-64-k644201.jpg)