7. bolos

1.6K 205 31
                                        

Traffic sedikit tersadar dari tidurnya, ia tahu kalau ini sudah pagi dan ia tidak peduli, menuruti kemauan matanya lebih penting baginya. Tetapi ia merasakan lengan kanannya seperti di pegangi seseorang, diusap beberapa kali dengan lembut, ia merasakan sesuatu yang dingin pada kulitnya. Ntah apapun ini berhasil membuat dirinya membuka mata perlahan.

"w-wave?" traffic berusaha bicara dengan suara yang belum bisa sepenuhnya keluar. ia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk melawan sinar matahari yang menusuk.

Wave tidak menjawab traffic, ia tahu panggilan traffic barusan tidak benar benar membutuhkan jawaban jadi ia melanjutkan urusannya dengan lengan traffic.

"apa yang kau lakukan?" traffic terkekeh pelan. Tubuhnya masih terlalu malas untuk bangun dari kasur nyaman ini. Ia kembali memejamkan matanya ketika sudah mengetahui apa yang mengganggu lengan kanan nya dari tadi.

"aku yakin kau tidak terlalu bodoh untuk mengetahui apa yang aku lakukan traffic" wave mulai membalut lengan traffic dengan perban putih.

"sebenarnya kau tidak perlu repot repot" traffic bangun dari tidurnya begitu wave selesai dengan lengan nya. Ia berusaha melawan rasa malasnya dan memutuskan untuk menegakan tubuhnya.

"tentu saja perlu, aku tidak mau disalahkan kalau sampai orang melihat mu seperti ini saat keluar dari kamarku" wave memasukan beberapa peralatan yang tadi ia gunakan kedalam kotak P3K kemudian beranjak dari tempatnya untuk menyimpan kembali kotak itu.

Traffic mendapati ponsel milik wave dengan layar yang masih menyala tergeletak di lantai dekat tempat wave duduk tadi. Terdapat tulisan 'cara mengobati luka sayatan' disana. Tulisan itu membuat traffic perlu menahan tawanya.

"apa yang kau tertawakan?" wave dengan cepat mengambil ponsel nya. Sebenarnya ia tahu apa yang di tertawakan traffic, hanya saja itu sindiran untuk traffic bahwa itu sama sekali tidak lucu.

"bukan apa apa"

"bangunlah, kita akan terlambat" ujar wave malas

"aku tidak mau masuk sekolah hari ini"

"apa?" wave masih belum yakin dengan kalimat traffic barusan.

"ada apa?" ujar nya lagi.

"akan terlalu mencolok kalau aku ke sekolah dengan penampilan seperti ini" traffic setengah mengangkat kedua tangan nya untuk memperjelas maksud dari 'penampilan seperti ini'

wave menghela napas malas, jelas bolos bukan sesuatu yang baik tapi yang traffic katakan ada benarnya juga. "lalu?" ujar wave akhirnya

"aku akan pura pura sakit" ujar traffic dengan senyum yang sedikit dipaksakan, ia tahu kalau idenya itu buruk tapi bagaimana lagi

Traffic berbalik arah kembali mendudukan dirinya di ranjang milik wave, ia meletakan kedua lengan nya di belakang kepala lalu meluruskan kakinya dengan nyaman.

"bilang ke guru kalau aku sakit oke?" ujar traffic dengan mata terpejam.

Wave mengernyitkan dahi nya, bisa bisanya anak ini bertingkah seperti tidak ada beban hidup. "kau tidak kembali ke kamar mu?"

"aku sedang sakit wave"

"kau tidak sakit, hanya pura pura sakit" wave memutar bola matanya.

"yeah.. tapi kalau aku berkeliaran sekarang aku akan ketawan" traffic kembali membuka matanya untuk menatap wave.

"alasan"

"sebaiknya kau cepat ke sekolah, ini sudah hampir bel masuk" traffic menunjuk jam dinding dengan kepalanya yang di dongakan sedikit.

"bagus, sekarang kau yang mengusirku dari kamarku sendiri"

"lalu? Kau ingin aku mengajakmu tidur disini bersama ku huh?" traffic mengangkat sebelah alisnya sambil menepuk nepuk bagian kasur milik wave yang masih tersisa

hate or love? [ NanonChimon ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang