Bel istirahat telah berbunyi banyak siswa berhamburan keluar kelas seperti burung merpati yang baru keluar dari sangkarnya.Tetapi saat ini hanya tersisa Sahara saja di dalam kelasnya dikarenakan Laras dan Kaylee sedang ada ekskul Taekwondo yang diikutinya di SMA Satria Mandala.Jujur saja Sahara merasa sangat kesepian bila tak ada mereka berdua meskipun hanya beberapa jam saja.
Jauh dari dalam lubuk hati Azka ia sangat ingin sekali menghampiri Sahara tetapi keadaan sangat tidak mendukungnya, dimana ia harus mengingat peraturan yang ditetapkan kepadanya selama ia menjabat menjadi Ketua Osis di sekolah ini.
Tidak tau apa yang harus ia lakukan, Sahara memilih mencoreti bukunya saja hal itu sudah menjadi kebiasaan saat Sahara kesepian.Dengan melakukan hal itu ia lebih merasa lega.Tetapi tiba-tiba saja sosok laki-laki berkulit hitam manis dengan senyuman khasnya datang ke kelas Sahara, mau apa lagi jika bukan menggoda Sahara.
Langit memasuki kelas XI MIPA 1 dengan senyuman ceria di bibirnya karena akan menemui Sahara, tetapi senyuman itu seketika hilang saat menyadari bahwa gadis yang ia cintai ini tampak terluka di bagian keningnya.
"Sahara, kamu??" ia langsung menempatkan dirinya tepat di samping Sahara seraya memasang wajah paniknya
"Kenapa, ini?" Sahara menujuk perban di keningnya polos
Langit langsung saja mengangguk dengan cepat "Iya tadi jatuh" tutur Sahara lagi
"Jatuh dimana? kok bisa? siapa yang buat kamu jatuh?" tanyanya dengan cepat
Sahara hanya bisa tersenyum dengan perlakuan Langit sahabatnya kepada dirinya ini, ya benar Sahara hanya menganggap Langit sebatas sahabat saja tetapi tidak dengan perasaan Langit kepada Sahara "Kalo nanya pelan-pelan aku bingung jawabnya"
Langit menghembuskan nafasnya pelan "Yaudah, siapa yang buat kamu jatuh, Sahara?"
"Udah ah ga penting lagian itu udah berlalu" alasannya karna tak ingin Langit mempermasalahkan hal itu dengan Belvi jika ia mengatakan yang sebenarnya
Sahara berdiri dan keluar dari kelas meninggalkan Langit tetapi laki-laki itu memilih mengikuti Sahara "Ra tunggu, jawab dulu pertanyaan aku tadi" ujarnya dengan tangan menahan lengan Sahara
Sahara berhenti dan menoleh sejenak ke arah laki-laki yang mengekorinya "Langit, gausah maksa! kalo masih ngeyel aku marah ya sama kamu" ancamnya
"Yaudah iya" pasrahnya
Sementara Azka sekarang sedang sibuk mengurus proposal yang harus ia serahkan kepada Kepala Sekolah untuk pengajuan susunan acara classmeeting yang akan dilaksanakan beberapa hari kedepan.Sebagai Wakil Ketua Osis tentu saja Belvi menemani Azka yang sedang mengotak-atik laptop di depannya, bukannya ikut memikirkan isi proposalnya Belvi malah terpaku melihat ketampanan sosok Azka.
Belvi refleks tersenyum ke arah Azka dengan jelas sehingga membuat laki-laki itu risih "Bantuin mikir kek" ujarnya
Perkataan Azka mampu menyadarkan Belvi dari lamunannya "Iya maaf, mana gue yang urus" Belvi berusaha mengambil alih laptop Azka
Namun sebelum laptop itu pindah tagan Azka langsung menutup laptopnya dengan cepat "Telat" singkatnya lalu bergegas keluar dari ruang OSIS
"Azka!!untung ganteng" keluh Belvi
******
Kali ini adalah waktu dimana pelajaran telah selesai, semua siswa pulang ke rumahnya masing-masing, sedangkan Sahara Laras dan Kaylee masih sibuk berbincang-bincang di lorong kelas XI.
"Sahara maafin gue soal tadi ya" ucap Laras memelas dihadapan Sahara
"Gue juga ra, maaf karna ga dengerin omongan lo buat berhenti ribut sama Belvi" kini Kaylee memegang kedua tangan Sahara sambil mengusapnya pelan

KAMU SEDANG MEMBACA
My Universe [ON GOING]
Teen Fiction"Jika aku mencintaimu apa itu salah?" "Jangan, aku gamau kamu malu" "Ini perempuan gue, yang selalu ada buat gue di kondisi apapun, perempuan yang selalu ngedukung apa yang gue lakuin, gue harap setelah kejadian ini kalian bisa lebih ngehargai Sahar...